Dear God the only thing I ask of you is to hold her him when I’m not around,
when I’m much too far away..
I’m counting now, day by day ’till we meet again.. …
Dear God the only thing I ask of you is to hold her him when I’m not around,
when I’m much too far away..
I’m counting now, day by day ’till we meet again.. …
Sewaktu bw, saya nemu ini. Lupa darimana dapetnya
Lucu juga, maka saya pajang. Ohya, banci kuis personality dan sejenisnya kembali beraksi!
Eh, tapi hebat loh, “tebakan”nya hampir sesuai dengan diri saya, padahal hanya berdasarkan tanggal lahir dan si animal.
You are Brown Sheep, who is modest and have a gentle atmosphere. You tend to express self confidence and calmness. You also have guts not to give up on things so easily. You are not shy towards men too. You like to take care of the others, and can not turn down favors. You are rather emotional, and optimistic. This leads you in making hasty decisions and overly optimistic outlook. You tend to take on things without thinking about your capability, and suffer with burden afterwards. You should think twice before taking on favors. When you can’t cope with the work you took on, it is you that people regard as a person who lacks perspective. You have your own sense of values. You try to seek values in other people, and will start a relationship on trust. But you tend to be stubborn, and have great many likes and dislikes. You also hate being instructed, and decisions made by other people. You have observing eyes towards the others, and your natural sense of instinct and decisions are well developed. You are also a good negotiator. You are kind to those who work under you, and will not forget to show consideration and generosity. But you can be hard and difficult to those above you. They will regard you as being a rebellious person. You are a proud person, and do not like to lose. Nevertheless, you are very sociable and intelligent. You will not end up being an ordinary housewife. (what?
) You are a bold and passionate person. (yes, I AM
)
Ohh.. really? Really, really! *yay*
UPDATE : baru nyoba di blogthings, lewat nama saja, dan ougghhhh.. menohok, coy! Thanks om mansup
pegimane itu?

The Stolen Child
Judul : The Stolen Child
Penulis : Keith Donohue
Penerbit : Dastan
Harga : Rp 59.900,-
Pernah mendengar mitos hobgoblin? Atau changeling? Bila anda penggemar buku-buku fantasi mungkin sudah pernah mendengarnya. Hobgloblin, atau changeling, adalah makhluk menyerupai anak kecil, yang bisa bertukar tempat dengan mereka. Bila si hobgoblin berhasil mengambil posisi si anak, maka ia akan menjadi manusia dengan identitas anak tsb. Sedangkan si anak, ia harus menjadi hobgoblin, meneruskan hidup sebagai hobgoblin.
Sebagai hobgoblin, secara fisik mereka seperti anak-anak tetapi dengan berbagai kejanggalan. Sebaliknya, jiwa mereka tetaplah berkembang, bahkan emosi mereka terpengaruh karena “keterkungkungan” mereka. Agar bisa menjadi manusia kembali, mereka harus menunggu lama, hampir seabad, sebelum memulai proses pertukaran (changeling) kembali. Mereka harus menemukan anak lain, yang tidak bahagia, untuk digantikan posisinya. Dengan kata lain, mencuri identitas anak tsb, atau lebih jauh, hidupnya.
Buku ini menarik. Ditulis oleh Keith Donohue. Dengan tokoh cerita seorang anak bernama Henry Day, yang ketika menjadi hobgoblin diberi nama Aniday, dan hobgoblin yang dulunya seorang anak bernama Gustav.
Yang menarik bagi saya ketika membaca buku ini adalah masalah kesempatan kedua dalam hidup. Dengan menjadi changeling, mereka mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup mereka yang dulunya tidak bahagia, walau harus hidup sebagai orang lain. Tetapi, untuk mendapatkan kesempatan itu, mereka harus merebut hidup orang lain. Bisa dibilang, butuh korban untuk kebahagiaan.
“Tidak harus menjadi changeling pun, sudah banyak manusia yang mengorbankan orang lain, bahkan orang terdekatnya, untuk mendapatkan kebahagiaan, atau yang dikiranya kebahagiaan.”
Itu yang saya pikir ketika sedang membaca buku ini.
Tapi di akhir kisah, saya menarik kesimpulan bahwa :
sebagai apapun seseorang saat ini, itulah dirinya. Walaupun hidup dengan identitas berbeda, tapi dia tetap dirinya. Mau berubah jadi Inem pun seorang Dian Sastro tetap punya kualitas “Dian Sastro” (ngawur ya?
). Juga, tentang penerimaan terhadap diri sendiri serta kejujuran terhadap perasaan. Maka, buatlah anda bangga terhadap diri sendiri!
Bila anda membaca buku ini, mungkin anda bisa mendapat kesimpulan/ pelajaran berbeda. Tertarik? Silahkan baca! Gak perlu beli, minjem juga bisa
Tinggal cari “korban”. Bukankah untuk mendapat kebahagiaan harus ada yang jadi korban? Bisa anda sendiri, bisa juga orang lain. Hehe..
ps. Yes, it is a repost, and it was my first post in my temporary blog, about a year ago.
Welcome (again) to WordPress.com. This is your “first” post. Edit or delete it and start blogging (again)!
Well, hello mates! Nice to be here again. I’m not start a new beginning, I just continue what i’ve done before. After go around for this one year, I hope those experience can be usefull for myself. Ok, enough for this time, and welcome to myself! *halah*