Re-post : The Stolen Child

The Stolen Child
Judul : The Stolen Child
Penulis : Keith Donohue
Penerbit : Dastan
Harga : Rp 59.900,-
Pernah mendengar mitos hobgoblin? Atau changeling? Bila anda penggemar buku-buku fantasi mungkin sudah pernah mendengarnya. Hobgloblin, atau changeling, adalah makhluk menyerupai anak kecil, yang bisa bertukar tempat dengan mereka. Bila si hobgoblin berhasil mengambil posisi si anak, maka ia akan menjadi manusia dengan identitas anak tsb. Sedangkan si anak, ia harus menjadi hobgoblin, meneruskan hidup sebagai hobgoblin.
Sebagai hobgoblin, secara fisik mereka seperti anak-anak tetapi dengan berbagai kejanggalan. Sebaliknya, jiwa mereka tetaplah berkembang, bahkan emosi mereka terpengaruh karena “keterkungkungan” mereka. Agar bisa menjadi manusia kembali, mereka harus menunggu lama, hampir seabad, sebelum memulai proses pertukaran (changeling) kembali. Mereka harus menemukan anak lain, yang tidak bahagia, untuk digantikan posisinya. Dengan kata lain, mencuri identitas anak tsb, atau lebih jauh, hidupnya.
Buku ini menarik. Ditulis oleh Keith Donohue. Dengan tokoh cerita seorang anak bernama Henry Day, yang ketika menjadi hobgoblin diberi nama Aniday, dan hobgoblin yang dulunya seorang anak bernama Gustav.
Yang menarik bagi saya ketika membaca buku ini adalah masalah kesempatan kedua dalam hidup. Dengan menjadi changeling, mereka mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup mereka yang dulunya tidak bahagia, walau harus hidup sebagai orang lain. Tetapi, untuk mendapatkan kesempatan itu, mereka harus merebut hidup orang lain. Bisa dibilang, butuh korban untuk kebahagiaan.
“Tidak harus menjadi changeling pun, sudah banyak manusia yang mengorbankan orang lain, bahkan orang terdekatnya, untuk mendapatkan kebahagiaan, atau yang dikiranya kebahagiaan.”
Itu yang saya pikir ketika sedang membaca buku ini.
Tapi di akhir kisah, saya menarik kesimpulan bahwa :
sebagai apapun seseorang saat ini, itulah dirinya. Walaupun hidup dengan identitas berbeda, tapi dia tetap dirinya. Mau berubah jadi Inem pun seorang Dian Sastro tetap punya kualitas “Dian Sastro” (ngawur ya?
). Juga, tentang penerimaan terhadap diri sendiri serta kejujuran terhadap perasaan. Maka, buatlah anda bangga terhadap diri sendiri!
Bila anda membaca buku ini, mungkin anda bisa mendapat kesimpulan/ pelajaran berbeda. Tertarik? Silahkan baca! Gak perlu beli, minjem juga bisa
Tinggal cari “korban”. Bukankah untuk mendapat kebahagiaan harus ada yang jadi korban? Bisa anda sendiri, bisa juga orang lain. Hehe..
ps. Yes, it is a repost, and it was my first post in my temporary blog, about a year ago.

dulu sempet pingin beli. cman lebih tertarik beli Kill!
tapi tetep mask buy list saya sih. nggak tau kapan bar bisa kebeli.
Dastan emang doyan ngeluari buku-buku model gini ya ?
heh, ada rumah kodok yg lain lagi..
i wondering another place of yours..
cool site, still
@:3
)
buku2 keluaran Dastan emang oke punya, macem Perfume sama Paranoid, trus Magdalena dan tentang Templar gitu (tapi saya ndak hobi bacanya
@warmorning
masih ada 3 lagi, tapi lupa passwornya
cool? hooo
pinjeeeemmm…!!
hmm… sepertinya menarik…
Kayaknya bagus nih buku…*menuju toko buku*
cari ebooknya ada ga ya?
Saya lagi sibuk sama bukunya Stephanie Meyer
@emyou
boleeehhh… ke Padang deh pha
@maya
It is!
@maskoko
selamat berburu
@Dedi
wah.. saya kurang tau.. silahkan dicari deh mas, heheh..
@itikkecil
Wah, iya.. bagus emang itu mbak! Cullen keren!
Hobgoblin?? Kalo hemoglobin atau malah green goblin saya tau tuh…
Klo mba sendiri yg jadi korban gmana??
*Walah walah… Saya bingung, blogger sekarang banyak yg punya blog lebih dari satu yah. Huhuhu…
baru liat bukunya…
ntar cari2 di toko deh…
hehehe…
@adit-nya niez
Hemoglobin?
weh, saya gak inget pernah jadi hobglobin. Kalo ketuker di rumah sakit, mungkin sih… siapa tau saya anak kandungnya Donal Bebek *lho?*
pssstt, ah! Yang itu tidak untuk diumbar *sok rahasia*
@Moerz
selamat mencari. Bagus lho, gak cuma menghibur tapi ada nilai yang bisa diambil
betul bgt bahwa banyak manusia yg mengorbankan orang terdekatnya untuk mendapatkan kebahagiaan, atau yg dikiranya kebahagiaan)…..
aku lagi baca buku ini,pertama2 menurutku ngebosenin,tapi makin lama makin seru.aku penasaran banget nantinya Aniday bakal balik ke org tuanya ato nyulik anak lain,kalo dia jadinya nyulik,aku pengen tau deh siapa anaknya.dan Gustav,aku penasaran banget tentang identitas dia sebelum jadi changeling.yang blm baca,baca aja.seru ko
@novnov
iya mbak, kebanyakan begitu… bahkan saya juga pernah
@danssia
endingnya juga bagus. Terusin aja bacanya