Terprovokasi Bicara Cinta

2008 December 17

Betul, akhirnya saya terprovokasi oleh sabda mas ini dan tante itu. Terprovokasi untuk melontarkan topik yang serupa tapi tak sama. Oke, mari kita bahas satu per satu ;)

Pertama, soal cinta tak harus memiliki yang cuma pecundang yang bilang begitu, oke.. setuju itu cuma kata-kata klise dan sifatnya cuma untuk menghibur. Sayangnya kadar penghiburannya sudah merosot drastis karena sudah terlalu sering diumbar lewat lirik lagu, yang kadang malah membuat tambah putus asa. Kalimat semacam ini memang cocoknya di sinetron, pilem jaman dulu, atau di lirik lagu menye-menye :P

Kedua, postingan tante itik yang sukses membuat saya sangat-sangat-tertohok-sampe-pengen-garuk-garuk-tanah! Perhatikan kalimat di bawah ini ;

Dan kalaupun suatu saat saya jatuh cinta lagi dengan orang yang berbeda, saya akan memastikan dia tahu perasaan saya padanya, walaupun mungkin akhirnya tidak seperti yang saya harapkan karena saya tidak mau hidup dalam penyesalan……

Dengan kata lain.. confession, shout it loud! Lalu yang setuju dengan pernyataan ini, ada jeng emyou (hallooooowwwww, phaaaaa ;) ). Katanya ;

iya banget mbak.. rugi banget kalo kita mencintai orang tanpa dia tau perasaan kita. capek sendiri, sakit sendiri, yang dipikirin tetap melenggang dengan riang tanpa menyadari uda bikin dunia kita jungkir balik karenanya.

Beberapa komentator lain juga setuju dengan penyampaian berbeda. Intinya, kalo gak mau nyesel ungkapin deh! Tapi komen-nya oelpha ini paaaassss banget dengan pikiran saya dulu ;

Enak aja gw sendiri yang blingsatan. Perasaan macam ini harus ditanggung berdua! Kalo dia gak sama dengan gw, minimal dia ikut mikir kalo dia sudah bikin anak orang pusing! Skor harus 1 sama!

:lol:

Eh, tapi ini kasus pribadi, dan latar belakang tiap kasus berbeda. Jangan dijadikan acuan ya :mrgreen: Lanjut, ke komentarnya grace ;

setuju, mbak!
move on terasa lebih gampang waktu kita udah ga punya lagi perasaan yang tertinggal..
btw, biasanya *mengutarakan perasaan* itu adalah jurus terakhir saya sebelum akhirnya saya bertekad untuk move on..
*mengenang jaman2 itu*

owkeeeyyyyyyy… sekarang kita masuk kita bagian inti (loh, sepanjang ini belum juga sampe ke intinya?). Coba jawab ;

Emang gampang menyatakan perasaan?

Owh yaaa, tolong digarisbawahi; pertanyaan terutama ditujukan pada para wanita, lebih-lebih yang mengidap melankolis akut [*]. Ayo, jawab! Jawab! Jawab! :twisted:

Gak? Ember! Siapa bilang gampang, eh?! Catat ya,
pertama persiapan mental akan 3 kali berat [**].

Kedua, lo harus “cerdas” merangkai kata-kata penyampaian. Boleh deh norak, tapi apa sudah siap menanggung konsekuensi kenorakan lo?

Ketiga, dan ini poin penting, jujur pada niat lo sendiri. Maunya cuma bikin dia tau atau memang bikin dia mau? Kalo yang kedua, maka beban lo jadi 4 kali lebih berat.

Keempat, pada kasus lo cuma ingin menyampaikan dan tak berharap apapun (yang bener aja :roll: ), jangan pikir masalahnya akan selesai begitu saja. Lo kira bisa move on kalo lo sendiri gak ada usaha?
Neng, move on itu gampang ngucapinnya, tapi bukan perkara gampangan. Saran gw satu ; setelah puas nangis bombay, bersedih-ria (karena ya, sesudah menyatakan lo pasti akan sedih juga, walau berhari-hari setelah kejadian), HAPUS saja semua hal yang membuat lo balik berharap. Pas teringat kata-kata manisnya dia, pikirkan hal lain! Get busy living or get busy dying!

Kelima, selamat deh kalo ternyata lo masih gagal menyelesaikan perasaan lo walau sudah make a confession. Untuk yang satu ini, buntu ah! :P

Jadi, masih berani menyatakan perasaan? ;)

[*] Kata-kata wanita dan melankolis sangat ditekankan. Dengan kata lain, kalimat selanjutnya ditujukan pada para wanita (terlebih) melankolis (apalagi yang) akut.
[**] Hitungannya dari para pria, lalu wanita2 pemberani non-melankolis :P

26 Responses leave one →
  1. 2008 December 17

    meh! menyatakan cinta itu emang ga semudah meng-update blog kok Des!!! :twisted:

    untungnya saya sudah melewati masa-masa itu… :mrgreen:
    *berlalu dengan jumawa*

  2. 2008 December 17

    Bila menyatakan cinta sesulit meng-update blog, wajar saja blogmu seberantakan kisah cintamu!

    :cool:
    pengandaian yang kacau memang, tapi ampuh untuk menyentil yg males update kan? :P
    ah, iya deh… *cubit2 vio*

  3. 2008 December 17

    Katanya takut ditolak itu lebih besar resikonya daripada berani diterima… :D

    *cinta lagi, cinta lagi*

  4. 2008 December 17

    Ya ya… Saya inget klo masalah cinta itu gak semudah posting pake QuickPress… :mrgreen:

    Btw, saya pikir klo niatnya emang udah jauh ke depan di antara keduanya (baca: nikah) dan memang tujuannya hanya itu, tidak ada yang lainnya, sepertinya bakal mudah. Baik lelaki yang berkata maupun wanita..

    *pengalaman pribadi*

    :mrgreen:

  5. 2008 December 17

    @dnial
    yaiyalah *bingung pake emot apa*
    ya, ya, topik ini memang akan diusahakan dikurangi :cool:

    @adit-nya niez

    Ya ya… Saya inget klo masalah cinta itu gak semudah posting pake QuickPress… :mrgreen:

    betol itu betol! :lol:
    ah adit… dewasa sekali kamu nak, eh tapi… kalo lamaran ditolak rasanya juga lebih mudah ya? *digetok* :mrgreen:

  6. 2008 December 17

    saya percaya satu hal Des, kita tidak bisa memaksa orang untuk mencintai kita… jadi, kalaupun saya mengungkapkan perasaan saya, itu karena saya ingin dia tau perasaan saya. Kalau dia punya perasaan yang sama ya syukur, kalaupun enggak? itulah saatnya untuk move on… memang tidak segampang itu, tapi seperti katamu… ada episode nangis-nangis bombay juga tapi kan tidak ada yang mengganjal atau jadi penyesalan seumur hidup…
    ah ya, soal cara menyatakan? memang harus dikemas dengan secerdik mungkin….

  7. 2008 December 17

    Hmm, bener sih. Nembak itu masalah lumayan besar bagi cewek melankolis. Kalo pake surat?

    Tapi spertinya Desti gak bahas proses pendekatan pra nembak ya? Masa iya gak ada ’sinyal’ yg bisa ditangkap cowok itu dari sikap Desti? atau temen2nya yg bisa bilang “eh, Desti naksir kamu lho!” Kalo ada reaksi yg rada positif kan bisa sedikit mendongkrak PD tuk ngomong.. :P

    *berpengalaman menangkap sinyal*
    *memangnya antena?*

  8. 2008 December 17

    @itikkecil
    sepemikiran kita mbak ira, tapi yang saya “tembak” itu adalah usaha untuk move on-nya, perlu digarisbawahi ; akan gagal kalo tanpa usaha, dan perlu keberanian yang hampir sama besarnya dengan saat akan menyatakan :)
    Dan ya, penyesalan itu memang gak ada (karena telah melakukan “terobosan” :mrgreen: ). Sedih? iya, nyesel? tidak :)

    @jensen99
    sepertinya komen ini akan lebih baik dijawab lewat ym saja ya ;)
    kapan2 :lol:

  9. 2008 December 17

    @ desti

    Sesuka-Desti-lah. Mumpung kisah cinta saya juga masih seberantakan blog saya. :lol:

    *apa hubungannya?*

  10. 2008 December 17

    alhamdulillah… sudah tidak perlu mengalami masa-masa itu lagi (amin)… :oops:

  11. 2008 December 17

    *takjub*
    postingannya menyentil sekali,mbakyuu….
    *peluk2 mbak kodok*
    Mengutarakn perasaan itu ga gampang, butuh keberanian besar, tapi untuk terus menyimpan perasaan yang ujung2nya malah jadi menyiksa, keberanian dan “kenekatan”buat cewek2 melankolis yang nganggep kita gitu itu emang perlu dan sangat worthy..
    buat apa menangisi org yang ga sadar lagi ditangisi, apalagi kalo org itu malahan tau tapi sengaja aja mainin perasaan kita…
    Ah, pokoknya, either mau mengungkapkan perasaan ato ga, itu sih personal decision aja..
    yang jelas, apapun pilihannya, jangan sampe itu buat kita jadi menyesal, tersiksa, nangis bombay takada hentinya,dan ga bisa move on!
    hidup ini rugi kalo cuma buat dihabiskan berharap dan berharap, tanpa kepastian pula!
    *ikut terpropokasi*
    btw btw, nama saya di sebutttt!!!!
    *ditabok*

    @jensen ;
    eh nanti kalo Ym-an ngomongin ini, ikutan donggg..kayanya seru..ehe

  12. 2008 December 18

    Iya sih, emang nembak itu butuh usaha yg keras. Tapi… selain gagal, kalaupun diterima pun banyak usaha keras lainya juga untuk menjaga hubungan itu. Jadibagi saya, diungkapin atau gak, diterima atau ditolak nantinya, sepertinya sama aja tetep menguras emosi juga :D

    *kebanyakan mengalami suka dukanya pacaran*

  13. 2008 December 19

    jangankan wanita, des
    saya saja,
    perlu bertapa empat puluh hari tujuh puluh malem,
    buat ngungkapin yg namanya ehm emh..
    dan pas hari H-nya, tetep saja cuma bisa bungkam
    ya ya ya manusia memang beda-ebda
    tapi nanti juga akan sampai pada titik temu dan titik jenuhnya,
    towel-towel dikit napa, non ? :D

  14. 2008 December 19

    yah..namanya jugg cinta..ga bisa deh diomongin pake kata2..tapi keknya klo pake duit bisa deh..(^v^)

  15. 2008 December 19

    @jensen99
    jangan termakan postulat ngaco itu :twisted: :lol:

    @suandana
    waaahhhh… aminnn! Turut senang mendengarnya :)

    @grace
    tak bermaksud menyentilmu, tp ternyata memang lumayan mirip ya (kisah) kita :mrgreen:
    hayoklah ngobrol, tp gak janji kapannya ;)

    @och4mil4n
    benar mbak, yg namanya hubungan antarmanusia itu memang menguras emosi, tapi layak mengingat kebahagiaan yang didapat :)

    @warmorning
    apanya yg ditowal-towel wahai orangtua? :P

    @dhilamdr
    ahhhh… gak tau deh saya, belum ada pengalaman sampai kesana :P

  16. 2008 December 19

    mba takodok!.
    gemana sih itu emoticon bisa pada ada disitu??
    aq ga bisa…
    maklum newbiee.

  17. 2008 December 19

    eh maaf maaf..
    mba atau mas??
    sori..

  18. 2008 December 19

    menyatakan perasaan?

    huhuhuhuuuu..kesentil ! aseli kesentil !

  19. 2008 December 20

    jadi udah dinyatain apa belum sih des? *garuk-garuk*
    tapi masa sih lo melankolis akut des?? gw kira lo tipe-tipe si chris gitu (loh bawa-bawa nama si kriyis XD), apa, sanguinis! klo gw ni melankolis asli, hahaha

  20. 2008 December 20

    @dhilamdr
    iya bener mba kok bukan mas :)
    errr… saya lupa link-nya tapi coba liat di FAQ, search aja “emoticon” ato “smile”, nanti keluar kok kode2nya :D

    @eMina
    waduuuhhhhh… satu lagi yang merasa kesentil *hugs*

    @jijie
    jijiiiieeeee, jijiiiieee, jijiiieeeee… gw memang blasteran sanguinis-melankolis :lol:
    uuummmm… tulisan berdasarkan pengalaman itu jie, jadi… yah ;)

  21. 2008 December 22

    hai deeeeeesss….

    pernyataan perasaan menurut versi gw gak harus dengan deklarasi formal kok. cukup tunjukkan dengan bahasa yang halus namun mudah tertangkap. bisa juga bercanda. yang penting dianya ngerti maksud kita. dan dari situ bisa didiskusikan gimana langkah ke depannya. kalopun ga bisa jadi diskusi, setidaknya bisa dibaca kan dari sikap dan bahasa tubuh ;)

  22. 2008 December 23

    daaaannnnnnnnn

    aku belajar sesuatu darimu tentang hal satu ini.

    *mengingat jaman itu* :lol:

  23. 2008 December 24

    @emyou
    hai phaaaaaaa
    itu lebih baik, tapi di kasus gw gak bisa gitu pha. Tipikal cowok kurang peka sih :lol:

    @chrisibiastika
    iya ih iyaaaaa… thanks for those time ya kriyiiissss (cozy)

  24. 2009 January 5

    hahahha..jadi teringat zaman muda2 dulu nih dok..hihi..beneran ya capek banget sama perasaan sendiri,tp apa ya..minimal dy udah jd penyemangat hari2ku waktu itu..hahaha..
    walau nih ya..aku masih suka jumpa “dy” itu dlm mimpi(secara mmg dah gak pernah ketemu di alam nyata) cuma herannya,kadang ngerasa wlo cuma dlm mimpi rasanya kok ttp sama dngn yg dulu ya,kadang suka senyum2 sendiri pas bangun tidur..hihi..
    tp aku tetep sadar kok,klo itu cuma mimpi.. :mrgreen:

  25. 2009 January 6

    hayo loh hayo loh :lol:
    kebawa mimpi artinya masih inget
    masih inget artinya jarang bisa move on

    etapi kasusnya beda ya? hihihi.. enjoy aja lah jeng :mrgreen:

Trackbacks & Pingbacks

  1. Sedikit kompilasi tentang kesimpulan (kasus CTHM) « JenSen99’s Weblog

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS