Ilustrasi :
Beberapa minggu lalu seorang teman yang sudah lama tidak kedengaran kabarnya tiba-tiba menghubungi saya. Dulu kami lumayan berteman akrab. Dia tau cerita saya, saya pun sering menjadi pendengar keluh kesahnya. Namun, semenjak pertengahan saya duduk di bangku kuliah kami sudah jarang berkomunikasi. Faktor jarak, kesibukan, juga yah… masing-masing dari kami berubah. Itu pasti dan wajar.
Nah minggu siang itu, dia, yang mengirim sms pun jarang, menelpon saya. Lumayan lama lho, sekitar 1 jam-an lah. Awalnya sih canggung, percakapan hanya sekedar basa-basi, berputar-putar dalam pengulangan. Dugaan saya sih, dia sedang merasa bosan, sepi dan tiba-tiba teringat teman lama lalu menghubungi saya. Bisa ditebak, ujung-ujungnya ya.. curhat.
Sebagai mantan bantalan curhat, saya iya-iya aja mendengar ceritanya. Tanggapan paling ; oh ya? Uhuh.. gitu ya? Trus?
Sampai pada satu titik dia berkata seperti ini ; …
What will you find here?
Daily. Mood. Books. Trip. Sometimes about drugs or healthy (but rarely i guess :P )
Thanks for coming here, and i hope you'll enjoy it ;)
curhat, lingkar pertemanan, target untuk diri sendiri
Catatan Awal Tahun : Antara Dementor dan Lingkar Teman
In D Commento, D Private on January 9, 2009 at 1:39 pmPeringatan dan Perhatian : Panjang lhooo
Ilustrasi :
Beberapa minggu lalu seorang teman yang sudah lama tidak kedengaran kabarnya tiba-tiba menghubungi saya. Dulu kami lumayan berteman akrab. Dia tau cerita saya, saya pun sering menjadi pendengar keluh kesahnya. Namun, semenjak pertengahan saya duduk di bangku kuliah kami sudah jarang berkomunikasi. Faktor jarak, kesibukan, juga yah… masing-masing dari kami berubah. Itu pasti dan wajar.
Nah minggu siang itu, dia, yang mengirim sms pun jarang, menelpon saya. Lumayan lama lho, sekitar 1 jam-an lah. Awalnya sih canggung, percakapan hanya sekedar basa-basi, berputar-putar dalam pengulangan. Dugaan saya sih, dia sedang merasa bosan, sepi dan tiba-tiba teringat teman lama lalu menghubungi saya. Bisa ditebak, ujung-ujungnya ya.. curhat.
Sebagai mantan bantalan curhat, saya iya-iya aja mendengar ceritanya. Tanggapan paling ; oh ya? Uhuh.. gitu ya? Trus?
Sampai pada satu titik dia berkata seperti ini ; …