Berbekal rekomendasi dari ketua suku yang hampir lengserda max, beberapa minggu lalu saya menonton film ini. Waktu itu saya memang sedang semangat melahap film-film perang, terutama yang Asia. Mulai dari 3 Kingdoms, Red Cliff, War Lords, sampai Lost In Love. Oke, yang terakhir ngaco
Jalan ceritanya sih standar lah, tentang seorang anak kepala suku yang sedari kecil hidupnya sudah sangat sulit. Temudgin, nama anak tsb, harus berulangkali menyelamatkan diri dari usaha pembunuhan oleh mantan bawahan ayahnya sendiri setelah sang Ayah tewas karena diracuni oleh musuh. Beruntung ia masih mempunyai “saudara sedarah” bernama Jamukha, yang akhirnya menjadi salah satu musuh yang diperanginya.
Ada pula bumbu romantisnya, yaitu Borte, wanita yang telah dipinangnya sedari kecil dan mati-matian dipertahankannya sampai rela berperang demi Borte. Suatu hal yang tabu dilakukan bangsa Mongol, berperang karena wanita. Bahkan anak Borte dari musuhnya pun diakui sebagai anaknya sendiri. Borte sendiri pun rela mengorbankan diri habis-habisan demi bersatu lagi dengan Temudgin. Soal tekad untuk bersatu dan tidak mempermasalahkan apapun demi bersama ini, saya salut
Endingnya juga bikin merinding. Seorang teman yang saya ceritakan film ini ketika mengetahui siapa Temudgin mengaku merasa merinding. Entah ya kalau dia nya saja yang lebay
What will you find here?
Daily. Mood. Books. Trip. Sometimes about drugs or healthy (but rarely i guess :P )
Thanks for coming here, and i hope you'll enjoy it ;)
Mongol : Sisi Lain Penguasa Kejam
In D Commento, D Reviews on January 23, 2009 at 1:10 pmMongol
Berbekal rekomendasi dari ketua suku yang hampir lengser da max, beberapa minggu lalu saya menonton film ini. Waktu itu saya memang sedang semangat melahap film-film perang, terutama yang Asia. Mulai dari 3 Kingdoms, Red Cliff, War Lords, sampai Lost In Love. Oke, yang terakhir ngaco
Jalan ceritanya sih standar lah, tentang seorang anak kepala suku yang sedari kecil hidupnya sudah sangat sulit. Temudgin, nama anak tsb, harus berulangkali menyelamatkan diri dari usaha pembunuhan oleh mantan bawahan ayahnya sendiri setelah sang Ayah tewas karena diracuni oleh musuh. Beruntung ia masih mempunyai “saudara sedarah” bernama Jamukha, yang akhirnya menjadi salah satu musuh yang diperanginya.
Ada pula bumbu romantisnya, yaitu Borte, wanita yang telah dipinangnya sedari kecil dan mati-matian dipertahankannya sampai rela berperang demi Borte. Suatu hal yang tabu dilakukan bangsa Mongol, berperang karena wanita. Bahkan anak Borte dari musuhnya pun diakui sebagai anaknya sendiri. Borte sendiri pun rela mengorbankan diri habis-habisan demi bersatu lagi dengan Temudgin. Soal tekad untuk bersatu dan tidak mempermasalahkan apapun demi bersama ini, saya salut
Endingnya juga bikin merinding. Seorang teman yang saya ceritakan film ini ketika mengetahui siapa Temudgin mengaku merasa merinding. Entah ya kalau dia nya saja yang lebay
Memangnya siapa Temudgin itu? …