Lucky (I’m In Love With My Best Friend)

2009 February 5
by Takodok!

Saya sedang tergila-gila pada lagu ini ;

Lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we’re in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
(Lucky-Jason Mraz feat. Colbie Caillat)

Well, sudah agak lama sih tapi baru sukanya sekarang. Duh, romantiissss!Tapi saya bukan mau bicara atau mengeluh tentang cinta. Tsaaahhhh.. bosen lah situ denger saya ngomel panjang lebar cinta lagi cinta lagi, Rangga-nya kapan? wkwkwkw

Lucky. Itu yang mau saya bahas. Sebelumnya ada cerita ilustrasi dulu (biar panjang maksudnya :P )

Semester lalu saya mengulang dua mata kuliah. Apa saja kah itu?Teknologi Farmasi III alias Steril dan Kimia Farmasi Lanjut. Ih, ngeri gak situuuuu? Hihihihi…

Seperti biasa, di penghujung semester diadakan UAS. Seperti biasa, dalam rangka UAS diperlukan kartu ujian (walau pengawas jarang patroli kartu tapi atas nama baik administrasi tentu saja kartu ujian penting!). Seperti biasa, kartu ujian ini keluar di waktu yang sangaaaatttttt mepet. Ujian dimulai hari Senin, Jumat siang baru keluar itu kartu.Seperti biasa lagi, saya santai saja tidak ikut-ikutan cemas menanti selembar kertas berkarbon tsb. Lah, jadwal ujian saya baru dimulai di minggu kedua pun :P

Hari Senin saya masih cuek. Begitu pula hari Selasa. Rabu baru saya mulai kasak-kusuk mencari siapa yang memegang kartu ujian saya. Berhubung sudah partu (partai tua), tidak ada komting resmi yang mengurus tetek bengek macam kartu ujian dan absensi. Itulah tidak enaknya sudah tua tapi masih nekat mengambil mata kuliah T_T

Daaannnnn seperti biasa lagi, kedodolan mulai muncul. Kartu ujian saya tertahan di jurusan. Apa sebab? Gak tau. Maka pada hari Kamis saya temui ibu petugas administrasi (iya iya, ibu Ety). Ternyataaaaa… saya belum terdaftar di Jurusan. Dodol!

Oke. Bukan jurusan tapi fakultas. Tapi biar saya mudah ceritanya deh, toh sampe sekarang kita masih tetap mendaftar ke mipa kok. Apa? Bingung? Skip aja paragraf ini :P

Seperti biasa lagi, keterlambatan pendaftaran ulang harus minta tandatangan kordik. Oh maaaannnnnnn… berurusan dengan kordik untuk perkara dodol macam ini sih ibarat melemparkan diri ke sumber air panas. Bukannya nikmat malah melepuh :| Tapi saya masih tetap nyantei kayak di pantei kok. Bukti bahwa kalem itu beda tipis dengan dodol :P

Singkat cerita, sampai Senin saya masih belum mendapat kartu ujian padahal jam setengah dua siangnya ujian saya dimulai. Bok! Tetep aja saya masih santai! Umm.. sebenarnya hati ini sudah kebat-kebit. Gimana kalo pas ujian kartu ujiannya diperiksa? Atau lebih parah, nama saya tidak terdaftar di absensi ujian? Aduh gaswat ini gaswat!

Syukurlah drama kecil-kecilan ini berakhir bahagia. Kok bisa? Ehehm, rahasia dong ah! Hihihihi, pokoknya bisa diselesaikan tanpa melibatkan kordik sama sekali. Teman saya bilang saya beruntung. Kalo saya bilang mah Tuhan masih sayang sama saya.

Itu dia! Beruntung. Lucky. Cerita gak jelas di atas cuma salah satu contoh. Kalo mau dijabarkan akan membuat bosan yang baca… hiiiiihhhhh! Tapi sungguh, kalau diingat-ingat saya memang termasuk orang yang beruntung. Untuk beberapa perkara ribet (entah karena kedodolan sendiri ataupun memang ribet dari awal) alhamdulillah selalu ada kemudahan.

Tetap saja kalau cuma bergantung pada faktor “lucky” ini ya percuma. Saat ini saya mengartikan bahwa beruntung bukan hanya sekedar beruntung. Ada campur tangan Tuhan di dalamnya, melalui doa yang kita panjatkan saat sedang kesusahan.

Pengalaman pribadi, saat sedang dalam masalah pasti ingat Tuhan. Sebelum ketemu pembimbing aja komat-kamit baca doa, dan itu refleks! Fitrah manusia untuk meminta perlindungan pada kekuatan yang jauh lebih besar di atasnya, yaitu Tuhan. Maka selayaknya sopan santun dalam kehidupan, saya harus berterimakasih pada pihak yang telah membantu. Dalam kasus hubungan dengan Yang Di Atas, orang biasanya menyebut dengan bersyukur.

Alhamdulillah.

Mudah-mudahan saya masih bisa ingat bahwa keberuntungan bukan hanya “keberuntungan” semata. Ia adalah nikmat sekaligus pengingat bahwa ada campur tangan besar dalam seluruh aspek kehidupan saya.

Bila suatu saat nanti saya “beruntung” lulus kemudian bisa melanjutkan di tempat yang saya cita-citakan, Alhamdulillah Allah masih percaya kalau nikmat itu pantas untuk saya.
Bila suatu saat nanti saya “beruntung” kisah dalam lagu di atas benar-benar terjadi, Alhamdulillah.

Lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you, I promise you I will

Ujung-ujungnya teteeepppppp, hahahaha. Eh eh, di-amin-kan dong, tolong, ikut bantu doa gitu.. hihihihihihihi ;)

17 Responses leave one →
  1. 2009 February 5

    seharusnya bukan di sini, tapi.. ya sudahlah :roll:

  2. 2009 February 5
    jarwadi permalink

    ada orang aneh bertanya :

    Bagaimana keberuntungan bermain dalam kehidupan seseorang?

    orang aneh lainya bilang :

    Dalam pertandingan tenis lapangan, ada suatu kala ketika bola menyentuh bibir atas net.

    Bila keberuntungan sedang bersama maka bola akan tergelincir ke seberang dalam artian anda menang

    Bila tidak bola akan terjatuh dan anda kalah

    Tidak ada persamaan yang bisa menjelaskan kemana akan arah bola dan hanya bahasa keberuntungan yang berbicara

    ***

  3. 2009 February 5

    Wakakaka
    Jd inget britney yg ada lucky2na juga

  4. 2009 February 6

    Hehehehe….sensasi deg-degannya bikin keberuntungan itu jd makin berasa. :P

  5. 2009 February 6

    Mau ditaruh di FB juga?

    Nggak enak ngeblog di FB.
    [/oot]

    Intinya, lucky ?

  6. 2009 February 6

    @jarwadi
    Tetap ada campur tangan Tuhan di dalamnya (menurut saya) :mrgreen:

    @Ade
    Hayyah jendral ini malah nyambung ke situ :D

    @Ina
    Kenapa deg2an na? Grogi sm gw? :P

    @dnial
    Beda audience master, kadang tempat menghasilkan reaksi yg tepat :P
    Intinya, yah sudah jelas kok itu ;)

  7. 2009 February 6

    *teriak yang kenceng*

    AMIIIIIIIIIIN

    :mrgreen:

  8. 2009 February 7

    gara2 postingannya takodok..jd suka banget sama lagu “lucky” kereenn..
    menggambarkan suasana hati.. :oops:

  9. 2009 February 7

    @Chic
    Amiiin :oops:

    @Dy
    Cieh cieh, prikitiuwww :lol:

  10. 2009 February 8

    Jadi kapan keberuntungan yg “itu” datang?? :mrgreen:

  11. 2009 February 9

    insya Allah kalau sudah waktunya ya datang juga kok dit, :lol:

  12. 2009 February 11

    do’a2 itu terkabul, kan ? :)
    dan itu sudah hak kaw, dest !

  13. 2009 February 11

    Hee?? Jadi penasaran baca komennya oom warm… :roll:

  14. 2009 February 11

    @warm
    masih banyak doa yang laen om :mrgreen:

    @adit-nya niez
    gak ada yang perlu di-penasar-kan kok dit :mrgreen:

  15. 2009 February 11

    haha.. emang sih, kadang2 lucky itu muncul gitu aja pas kita lagi kepepet..

    tapi yah, jangan kepepet terus, nanti luck-nya abis ;-)

  16. 2009 February 11

    @Billy Koesoemadinata
    ahahaha… luck abis=doa belum dikabulkan kali ya :mrgreen:

  17. 2009 December 17

    iah dah amien..
    Semoga keberuntungan selalu ada buat kita semua :D
    thankyu :)

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS