Sometimes everything is wrong. Now it’s time to sing along, When your day is night alone. Hold on, Hold on.. If you feel like letting go, Hold on.. If you think you’ve had too much of this life, Well.. hang on
Cause everybody hurts..
-Everybody Hurts-
.
.
Pernah tidak kamu merasa sangat ingin bertemu seseorang untuk menumpahkan keresahanmu? Hanya perkataan dari mulutnya yang sanggup menentramkanmu saat ini. Sayangnya ia sedang sulit dihubungi, dan ketika berhasil menemuinya ternyata kamu tak bisa mengungkapkan keresahanmu sebagaimana mestinya. Kamu terdiam sejenak sebelum menanyakan kabarnya. Selanjutnya kamu hanya bisa memandangnya berceloteh tentang keseharian, tertawa ketika ia berkelakar, bersimpati ketika ia mengeluh, tersenyum ketika ia berterimakasih padamu karena telah menjadi pendengar yang baik. Jauh di dalam sana, kamu menenangkan perasaanmu, berusaha meyakinkan diri bahwa kamu sekarang baik-baik saja dan masalah yang merisaukanmu akan cepat berlalu. Tak perlu merepotkan dia. Pada akhirnya, kamu akan baik-baik saja…
Beberapa menit kemudian ibumu menelpon, bertanya kabar dan kesusahanmu. Terpikir olehmu untuk menceritakan kerisauanmu pada beliau. Toh ia orang yang telah melahirkanmu, orang yang pernah menyabung nyawanya untukmu. Tapi mulutmu lagi-lagi terkunci. Kata-kata itu tertahan di tenggorakanmu beserta gumpalan yang menyesakkan. Kamu tergagap lalu segera memutuskan hubungan telpon karena tak mau tertangkap basah hampir menangis. Sudahlah, pikirmu, tak usah merisaukan orangtua dengan masalah yang mungkin tidak dipahaminya. Toh pada akhirnya kamu akan baik-baik saja…
Sore harinya kamu bercakap-cakap dengan teman-temanmu. Percakapan ringan tentang apa saja yang diselingi gelak tawa. Kamu ikut tertawa karena mereka tertawa. Tawa yang menular; mungkin itu yang kamu butuhkan melebihi apapun saat ini.

Mungkin bukan dia yang kamu butuhkan. Mungkin bukan siapa-siapa. Mungkin sekarang kamu sendiri saja sudah cukup. Atau mungkin… masalah yang kamu hadapi tidaklah seberat yang kamu bayangkan. Ya, kamu pikir kamu bisa mengatasi kegalauanmu seorang diri seperti biasa, seperti yang selama ini terjadi.
Perlahan… kamu sendiri mulai yakin bahwa pada akhirnya kamu akan baik-baik saja…
Pernahkah kamu merasa seperti itu?
Gambar dari sini.

deeeeeeeessss
ya,,,
pernah…
sangat pernah,,,
Terkadang menyimpannya sendiri merupakan jalan yg paling mudah dan melegakan. Tidak perlu ada interupsi pemikiran2 dari org lain..karena ya itu, nanti juga akan baik2 saja kok..
*pelukpelukdesti*
Walaupun (seringnya) tidak ikut menyelesaikan apa2, teman2 itu bagian penting dari menghadapi keresahan dan kesusahan lho.
/bergabung menemani Desti
//nyomot gorengan
pernah? sedang!
btw, gambarnya bagus
err…
Pernah sih waktu lagi complicated trus ga pengen sendiri, ketemu dan kumpul sama temen2 tapi tidak untuk bercerita dan menumpakan keresahan. Just being there tapi kayanya itu udah cukup bikin enakan, aneh ya :p
Setiap orang mungkin pernah. Menyimpan sendiri kegalauannya, supaya tidak membebani orang lain. Saya juga, karena mau belajar jadi mandiri secara emosional. Dulu pernah saya tulis
*
di blog yang sudah dihapus itu, ingin membuat sebuah larutan buffer yang bisa menetralkan kegalauan dengan sendirinya, tanpa perlu bergantung ke orang lain terlampau banyak. Karena ketika kita berbagi terlalu banyak mungkin disatu sisi kita malah membebani *IMOYap, energi positif itu menular
*hugs Takodok*
pada akhirnya emang kita akan baik-baik saja, kalo kita berpikir demikian.
masalahnya tidak semua bisa berpikir begitu. kebanyakan berpikir sebaliknya.
saat ini saya merasa seperti itu… tak ada tempat untuk mengadu, tak ada tempat untuk bercerita…
tapi toh tidak sampai membuat saya nekad untuk bunuh diri.. cuma perasaan sedih yang terus menggantung di kepala…
*nangis sesenggukan di pojokan*
Pada akhirnya kita akan baik-baik saja…
v(^_^)
sering seperti ituuuuu….
hik..hiks
Sangat pernah mbak….
Dan semuanya pasti akan baik2 saja.
*gambarnya yang ketawa2itu bagus,ijin menjiplak
::christin::
kenapa cin?
::kaplak, alle, aMy_si, Triunt::
you’re not alone then
gambarnya dapet nyibat juga ituh
::dilla::
makasih jeung *hugs*
::jensen99::
kadang teman tidak tau bahwa mereka telah sangat membantu, kadang mereka juga tidak sadar telah memperburuk keadaan
*nagih bon gorengan*
::ManusiaSuper::
kenapa?
::TamaGO::
persis!
gak aneh kok.
::Mizzy::
menarik!
Pelarut Kesedihan?
::Chic::
nah, saya tidak mau jadi golongan yang berpikir esok tidak akan baik-baik saja. Ujungnya kita semua akan baik-baik saja, saya yakin itu. Ujungnya kan kematian ya? *lho?*
::itikkecil::
*hugs*
tante kalo ada yang bisa saya bantu, pm aja ya?
::Faris van Java::
amin, mudah-mudahan
the way i feel…
tapi seorang teman pernah berkata pada saya dua hal penting, des, dan saya pikir saya mendapat keyakinan bahwa pd akhirnya saya akan baik2 saja..
pertama, bahwa saat kamu terluka atau berduka, maka semakin mendekatlah pada Yang Maha Kuasa, maka Dia akan memberikan kekuatan.
kedua, pada dasarnya kitalah yang paling tau tentang diri kita. dan pada saat terluka pun, maka kitalah yang paling tau obat untuk menyembuhkan luka itu…teman hanyalah menguatkan. Kawan saya punya semacam ‘a special place’ yg hanya dia sendiri yang tau, sebuah tempat rahasia yang istimewa baginya untuk menumpahkan segala rasa saat sedang terluka sendirian…mungkin itu perlu dicoba
tapi yang membahagiakan adalah, kita akan baik2 saja bukan? karena kita tak pernah sendirian ^_^
Kalau menghibur orang, seringnya sih bilang “semuanya akan baik-baik saja.” Waktu saya panik nyari-nyari kabar keberadaan adik saya pas G30S (hilang kontak 2 hari), hal yang saya ingat juga kalimat itu, walau gak sesuai kondisi: mikir semua akan baik-baik saja tapi kok nyari nama si adik dalam daftar korban gempa.
Alhamdulillah, emang ternyata semua baik-baik saja
BTW kabarnya gimana nih, setelah G30S?
::Ketiga::
mbak mina, makasih ya…
::Edwards::
so far so good, uda, alhamdulillah kalo baik2 saja semua
eh, saya kayaknya liat uda di kampus.. apa salah orang ya?
Langsung sapa aja kalo ngerasa yakin mah. Uda sering nongkrong di t4 ni El (depan Fisika), rambut keriting, pake kacamata dan biasanya berkemeja kotak-kotak
pada akhirnya, kita memang akan baik2 saja.. life is short, why so sad
ya saya pernah.. dan orang yang saya butuh kan itu sudah tidak disamping.. dan saya selalu berpikir, bahwa saya akan baik baik saja sebagaimanapun jatuhnya saya…
kenapa? kemaren mas Nunu lg sibuk ya?
‘Cause nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
*peluk Dee*
*nyanyi November Rain-nya Gun’s n’ Roses*
dont you think that you need somebody?
dont you think that you need someone?
everybody needs somebody, you’re not the only one