Takodok!

Archive for the ‘D Commento’ Category

Put Your Feet Into Our Shoes, Please?

In D Commento, D Private on October 3, 2009 at 4:46 pm

Saya beruntung karena pada saat kejadian gempa Rabu kemarin sudah berada di kos sehingga tidak perlu merasakan kepanikan seperti teman  yang sedang berada di Pasar Raya. Tidak perlu menyaksikan langsung runtuhnya gedung-gedung, tertimpanya sebuah sedan silver oleh bangunan LP3I, atau hukum rimba yang terjadi saat ribuan orang bergerak ke daerah lebih tinggi; Limau Manis dan Indarung.

Saya beruntung karena sesaat setelah kejadian masih bisa menghubungi keluarga sehingga mereka tidak terlalu cemas karena saya memang baik-baik saya.

Saya beruntung karena walau sempat mengalami mati listrik selama 27 jam, masih bisa tidur di dalam rumah yang keadaannya aman tanpa kerusakan, masih bisa makan-minum, mandi numpang kesana-sini, berusaha hidup senormal mungkin.

Love Actually Is All Around

In D Commento, D Private on September 15, 2009 at 3:39 pm

“With any luck by next year, I’ll be going out with one of these girls [models pic]. But now let me say without hope or agenda, just because it’s christmas (and at christmas you tell the truth) .. To me, you are perfect, and my wasted heart will love you until you look like this [mummy pic].. Merry Christmas.”

Love Actually
Love Actually

Film favorit saya, adegan favorit, kalimat favorit yang ternyata cukup mengangkat mood di tengah minggu yang bukan favorit :lol: Read the rest of this entry »

Di Sepatumu

In D Commento on September 4, 2009 at 2:35 pm

Pernah berpikir seperti di atas? Sampai kalimat pertama saja lho :mrgreen:   Seberapa yakin saat memikirkannya, bahwa Anda tidak akan sama seperti “si pemakai sepatu sebelumnya”? Sangat yakin? Apa terbukti berhasil? Jawab dalam hati saja kalau mau :)

Read the rest of this entry »

Aku Ingin Begini Begitu

In D Commento, D Private on August 29, 2009 at 5:55 pm

Literary2

Kemarin saya belanja. Khilaf beli satu buku dan satu komik. Kemarinnya lagi membawa pulang satu buku yang sudah diincar sejak dua minggu sebelumnya. Tidak khilaf. Tapi worth to buy lho. Keduanya.

Kemarin saya lihat banyak buku bagus. Yang sudah lama saya inginkan maupun yang baru beredar. Tapi uang saya tidak cukup. Saya belum kaya, masih numpang hidup di dunia ini via orangtua. Untung bapak saya baik hati. Lantas saya masukkan saja judul buku itu ke daftar keinginan. Tambah panjang. Sesek dada saya jadinya.

Read the rest of this entry »

Merantau

In D Commento on August 11, 2009 at 6:59 pm

Peringatan dan perhatian:
• Tulisan berikut akan penuh spoiler dan bukan review film. Akan lebih tepat kalau disebut komentar terhadap film Merantau. Jadi, kalau anda berniat menonton film tsb dan/atau tidak suka spoiler, jangan baca tulisan ini sebelum menonton! Setuju ya? ;)
• Tulisan berikut murni pendapat usil saya saja, dan mohon maaf kalo ada yang tersinggung nantinya.

Merantau

Merantau

.

Truuss?

(Dulunya) Kisah Klasik Untuk Masa Depan

In D Commento, D Private on August 7, 2009 at 3:54 pm

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tiada bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang akan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang akan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang akan kita rindukan
Di hari nanti…

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

(Sheila On 7 – Sebuah Kisah Klasik)

Anda pasti familiar dengan lagu di atas. Mungkin ada banyak pesta perpisahan sekolah yang menjadikan lagu ini sebagai theme song. Lagu-lagu perpisahan lain pun banyak. Sebut saja Ingatlah Hari Ini dari Project Pop, Goodbye-nya Spice Girl, … ….

Here Comes Your Bad Day

In D Commento, D Private on July 24, 2009 at 11:06 pm

Bad_Day

Hai Sayang,

Ku dengar harimu sangat menyebalkan. Kesiangan, bos yang seenaknya sendiri, rekan yang rese’, pacar yang tiba-tiba ngambek tak jelas, rambut yang susah diatur, pembatalan janji secara sepihak, dan semua hal-hal kecil maupun besar bertumpuk jadi satu lalu menimpamu sehingga hancurlah harimu. Atau.. ada satu kabar “tak penting” yang langsung mengacaukan mood-mu?

Yes, it’s your bad day. A very bad one.

Lalu kau menangis. Biarpun masalah pemicunya sepele tapi kau tak kuat menanggungnya karena sudah di ambang batas kekuatanmu. Di dalam kamar kau terisak-isak pelan agar mereka yang di luar tak mendengar tangismu. Sesak, nyilu, karena tangis yang tertahan menghujam ke dalam. Bukan kau tak mau membaginya dengan temanmu, tapi kau tidak nyaman dengan mereka yang ada di sekitarmu saat ini. Dan dia, orang yang ingin kau gapai tidak bisa mendampingi. Sendirian. Kasian ya kamu, Sayang? Padahal ada beribu tawa di luar sana, dan kalau kau mau kau bisa jadi bagian dari mereka. Perkara itu hanya topeng, siapa sih yang tidak memakainya saat ini?

Sayang, bagaimana kau melewatinya? Hari yang menyebalkan disusul malam panjang dan sepi. Cuma tangis temanmu. Apa yang kau lakukan, Sayang? Menangis sampai tertidur? Menangis minus tidur plus terbayang-bayang hal yang menyakitkan? Yang manapun itu, tetap saja kasian ya kamu, Sayang?

Iya, memang kasian. Akui saja. Kasihani dirimu habis-habisan satu malam ini. Memang menyakitkan. Selamat menangis, Sayang. Nikmatilah. Pada fase ini tak ada yang bisa ku lakukan untukmu selain mengirim doa kepada Tuhan agar kau tetap dijaga dalam lindungan-Nya, karena siapa tau kau terlalu sibuk dengan penderitaanmu dan malah menjauh dari-Nya. Atau kau memang terlalu sombong untuk meminta pada-Nya? Atau malah tidak percaya Dia? Ah, itu urusanmu. Bila kau tidak bisa, aku yang akan mendoakanmu, karena hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang.

Selamat malam dan selamat menangis, Sayang. Semoga airmatamu pada akhirnya tak sia-sia. Semoga kau masih percaya bahwa “everything will be fine”. Itu mas Jason yang bilang, bukan aku. Bila tak suka kata-kataku, percayalah pada Jason Mraz. Dia kan artis :D

Selamat malam, Sayang. Sampai jumpa esok pagi, ketika yang buruk sudah jadi sedikit lebih baik.


Gambar dari sini.

Pria Hujan dan Kematian

In D Commento, D Reviews on June 20, 2009 at 8:38 pm

Pria Hujan itu datang “tiba-tiba”, menghibur, kata-katanya manis, apalagi untuk seorang gadis kikuk. Walau hujan selalu menyertai kehadirannya, wajahnya selalu cerah layaknya mentari. Ketika ia bertanya tentang kematian nadanya menyenangkan sehingga gadis  makin rindu akan maut. Kepolosan dan tingkah lucu sok imutnya kadang tak masuk akal tapi masih dapat diterima. Pria Hujan itu tampan, benar… :mrgreen:

Yang terpenting, kedatangannya memberi warna baru. Bukan hanya abu-abu yang identik dengan mendung dan hujan itu sendiri, melainkan warna-warni segar benderang; biru, hijau, coklat tanah, pelangi. Warna-warni setelah hujan. Juga warna harapan dan kesempatan baru. Pria hujan pembawa keberuntungan. Pria hujan dengan kata-kata manis, berkata bahwa eksistensi si gadis berarti. Pria Hujan yang memuji senyuman si gadis kikuk.

Tak sulit untuk melihatmu. Mudah untuk melihatmu saat kau tersenyum (Chiba kepada Kazue Fujiki)

Pria hujanyang tampan itu Shinigami.

Giliran Ayah, Masih Tentang Bujuk dan Puji

In D Commento, D Plus on June 4, 2009 at 10:36 am

Postingan sebelumnya memang terlalu pendek dan terbukti menghasilkan multiinterpretasi. Bukan berarti tulisan yang panjang tidak berpotensi banyak penafsiran sih ya… :mrgreen:

Kutipan kemarin saya ambil dari komik Sunset On Third Street 3 chapter “Giliran Ayah”. Ada baiknya saya tuliskan garis besar ceritanya karena saya masih belum menemukan scanlation-nya :)

Seperti chapter-chapter lain dalam ketiga seri ini, setting cerita “Giliran Ayah” terjadi pada jaman Showa, ketika nilai-nilai tradisional masyarakat Jepang masih sangat kental. Posisi Ayah sebagai kepala keluarga sangat dihormati, dan ibu berperan sebagai motor ketertiban dan kedamaian rumah tangga :mrgreen: Well, sekarang mungkin masih ada keluarga dengan fungsi seperti ini, tapi boleh dibilang jarang. Tapi itu masalah lain, nanti saja kita bahas *siapa juga suruh bahas sekarang* :roll:

Cerita dibuka dengan adegan sebuah keluarga, yang terdiri atas Ayah, Ibu, Hiroko (kakak), dan Hiroshi (adik), sedang makan malam bersama. Tiba-tiba lampu rumah mereka mati akibat sekring putus. Didaulat lah sang Ayah untuk mengganti sekring. Ayah pun mengganti sekring, walau sembari gerundel-gerundel senang akibat pujian Ibu. Lampu menyala kembali. Anak-anak kagum pada ayah.

[Ah, biasa saja itu. Toh cuma mengganti sekring. Jangan protes dulu. Mari lanjutkan ceritanya ;) ] Yuk! Tapi panjang lhoooo..

Bujuk dan Puji

In D Commento, D Private on June 3, 2009 at 2:47 pm

Hiroko, sebagai perempuan kau juga mesti tahu teknik memanfaatkan pria, membujuk sambil memuji.

-Sunset On Third Street 3-

DSC00726

Benarkah? Rasanya sih iya :P

Entah yaaa, menurutmu bagaimana ;)

Lagi-Lagi Tentang Sukses

In D Commento, D Reviews on May 6, 2009 at 10:31 am

Semoga Anda belum bosan mendengar saya berceloteh tentang sukses. Ya.. masih berkaitan dengan buku yang saya sebut pada postingan sebelumnya, Outliers. Ini adalah buku kedua Malcolm Gladwell yang saya baca. Sebelumnya adalah Blink, sedangkan The Tipping Point belum saya baca. Kalau ada yang mau menghibahkan, akan saya terima setulus hati :mrgreen: [...]

Perayaan Lebay

In D Commento, D Private on April 28, 2009 at 4:08 pm

Saya pernah melontarkan sebuah pertanyaan sewaktu berbincang dengan seorang teman,

“Jangan-jangan manusia itu punya semacam pemancar aura, dimana ia akan mengirimkan sinyal-sinyal agar orang dengan aura sejenis mengumpul di sekelilingnya. Ibarat laron yang berkumpul di sekitaran lampu temaram. Hanya saja, setiap diri kita adalah lampu bagi yang lain.”

“Kenapa gitu?” tanyanya.

“Iya, masalahnya orang-orang di sekitaranku selaluuuuuu saja mengalami masalah yang sejenis. Aku patah hati, si A bertepuk sebelah tangan, si S cinta sendiri. Aku lebay, yang lain lebih lebay.

Atau jangan-jangan lebay adalah virus yang memicu epidemi? Karena pada dasarnya semua orang pasti sedang dalam masalah, makanya ketika bertemu sesama bermasalah jadi merasa ada kontak batin. Senasib laaahhh :mrgreen: Dan punya teman senasib itu… guilty pleasure.. ?

Menyenangkan, karena bukan aku saja yang berhadapan dengan masalah menyebalkan ini, dengan kata lain; aku bukan satu-satunya orang paling menyedihkan sedunia. Merasa bersalah karena sembari mendengarkan keluhan dan celotehan mereka, aku yang bersyukur sama saja seperti… senang mereka juga menderita?”

“Kamu ngomongin apa sih?”

“…”

“Tidak.. Aku hanya merayakan hari lebay sejagad. Lebay kan our my middle name ;)

ps. sebenarnya mau dikasih link ke tret-tret lebay yang bertebaran. Tapi… kok banyak amat ya. Pegel ah :|

Saya yang Sinis Nan Pesimis

In D Commento, D Private on April 16, 2009 at 2:08 pm

Melihat tayangan reality show Minta Tolong, saya resah. Dulu saya masih bisa melihat sisi positif dari tayangan tsb, yaitu cukup optimis bahwa masih ada orang sangat baik di dunia ini dan saya pun bisa berusaha jadi orang baik seperti para penolong tsb.

Sekarang?
Oh, ayolah! Coba pikir, mau tidak kamu membeli tiket kereta yang tidak kamu butuhkan di saat kamu sedang terburu-buru? Ya, ya, anaknya sedang sakit, tapi alasan macam apa itu? Bisa saja dia calo tiket yang mengarang alasan mengada-ada. Mereka yang tidak menolong hanya bersikap waspada.

Tidak menolong tidak mengapa. Kamu tidak lantas menjadi tokoh antagonis karenanya. Siapa yang tau kan alasan di balik penolakanmu terhadap tokoh mengibakan tsb. Tapi jadi sedikit baik bisa ada reward untukmu. Itu saja.
Lagipula, apa hebatnya seorang berkecukupan yang jadi penolong. Biasa itu, toh hartanya banyak. Tapi kalau seseorang yang hidupnya susah? Wow, wow! Tentu akan lebih mengharukan dan lebih bernilai jual! Dan ya, saya juga meneteskan airmata kok di akhir acara.

Realistis? Mungkin.
Sinis? Memang! Banget!

Membaca profil seorang wanita yang bisa menyeimbangkan posisinya dalam karier dan mengurus keluarga, saya berpikir; bisa tidak ya saya nanti seperti itu?
Tapi beberapa menit setelah selesai membaca, perasaan kagum dan optimis disalip oleh pikiran lain; setiap orang punya peran dan porsi berbeda. Tidak semua orang bisa sukses dalam karier dan keluarga. Tidak semua orang bisa jadi bos, harus ada yang jadi pegawai.

Tidak semua ibu bisa jadi pencari nafkah yang handal. Tapi setiap wanita yang sukses di kariernya ketika di rumah ia tetaplah seorang ibu. Separah-parahnya ia menjalani peran tsb, ia tetap ibu.

Di antara ribuan orang sukses ada jutaan orang gagal, karena bila semua orang sukses bagaimana ia tau kalau ia sukses bila tidak ada contoh gagal?

Pesimis ya?

Yes I AM…

[Not About] First Impression

In D Commento, D Plus on March 6, 2009 at 4:36 pm

Sepotong percakapan dari film The Sisterhood of Travelling Pants, lagi-lagi antara Tibby (T)  dan Bailey (B) ;

T : Aku sering salah menilai orang..

B : Yang terpenting adalah kau selalu mengubah pendapatmu tentang mereka

Bagaimana dengan kamu? ;)

Selingan Jumat : Berharga

In D Commento on March 6, 2009 at 11:31 am

Saya yang salah tanggap, atau kalimatnya memang aneh ya? :roll:

berharga

Jadi, motor-mobil yang notabene barang berharga tidak boleh ditinggal di area parkir dong? Buat apa ada parkiran kalo gitu? :?

Lokasi : Area Parkir Gedung Perpustakaan Pusat Kampus Saya

Akhir Minggu di Toko Buku

In D Commento on February 23, 2009 at 1:19 pm

Hari Minggu adalah hari keluarga, betul? Yup! Minimal begitulah yang saya saksikan di salah satu toko buku di Padang. Sejauh mata memandang, berkeliaran anak-anak balita yang asyik membuka-buka buku cerita bergambar, mengacaukan tumpukan buku, digendong orangtuanya sambil menjerit-jerit, bahkan ‘bermain petak umpet’ dengan pengasuhnya. Ada pula anak-anak usia sekolah yang tekun membaca komik, ibu-ibu yang menanyakan buku-buku persiapan UN, juga bapak-bapak bercelana pendek selutut yang mengawal anak gadisnya di deretan buku teenlit sembari berulangkali melirik jam tangan dengan sikap tak sabar.

Turun ke lantai bawah, di bagian buku komputer juga ada seorang bapak yang sedang memegang buku cara-cepat-dapat-uang-lewat-internet bertanya pada anak lelakinya, “Jadi kamu sudah banyak dapat duitnya? Eh, kalo kamu sudah naik tingkat jadi hacker dong *melirik buku lain dengan judul Hacker blablablibli* “.

Kalap!

In D Commento, D Private on February 20, 2009 at 3:49 pm

Saya boros dalam tiga hal : buku, pulsa, dan makan. Untuk hal-hal lain seperti pakaian, aksesori, sepatu, tas, perawatan wajah dan badan, saya tidak terlalu perduli. Bukan tidak perduli penampilan, tapi untuk hal-hal tsb nafsu belanja saya masih wajar. Kalau butuh baru beli dan saya cenderung fanatik terhadap brand untuk masing-masing jenis barang, terutama benda-benda perawatan badan dan wajah :P

Jadi, budget-nya sudah ada dan “waktu beli”nya jelas. 6 bulan sekali untuk parfum seharga sekian puluh ribu misalnya. Yang jelas, untuk barang-barang jenis ini saya tidak terlalu lapar mata. Sebaliknya, jika menyangkut tiga titik lemah saya; buku, pulsa, dan makan, duh.. borosnya ampun-ampunan deh! Kapan saya mau, langsung ingin dibeli saat itu juga. Cem orang ngidam saja -__-

Begitulah yang terjadi awal minggu ini. Senin lalu, saya iseng mampir di gramed dengan niat “lihat-lihat saja” tapi kenyataannya malah mendadak miskin. Yah.. bukan mendadak sih karena uang saya secara sah telah diserahkan lalu saya menerima beberapa buku. Sesuai dengan syarat ijab qobul ; keduanya (saya dan mbak kasir tentu saja) telah dewasa, tidak gila, tidak di bawah paksaan, dan beragama sesuai kepercayaan masing-masing :mrgreen:

Oke. Ngelantur.

Pokoknya transaksi sah walau faktor kegilaan dan dewasa masih perlu dipertanyakan :P Eh, ini kenapa jadi bahas transaksi sih?! Etapi mbak kasirnya manis loh! Pegawai magang deh kayaknya, soalnya masih muda gitu dan masih pake item putih, bukan seragam gramednya. Namanya Rosi seingat saya. Tapi harap diperhatikan ; ingatan saya sangat sangat kacau bagai kerupuk disiram air. Lempem.

Oke. Ngawur.

Total belanjaan saya adalah xxxxxx. Memang bukan nominal terbesar yang pernah saya habiskan untuk satu kali belanja buku. Tapi dulu itu saya masih kayaaaaaa… masih punya tabungaaannnn. Sekarang? Duh! Jadilah sisa bulan ini harus hemat. Tapi setimpal kok. Saya tidak pernah menyesal harus irit, mendadak miskin, bahkan nodong sodara demi memuaskan nafsu yang satu ini :mrgreen:

Daaannn… inilah mereka, my guilty pleasure ;

Jangan Percaya Pada Cermin!

In D Commento, D Private on February 12, 2009 at 4:32 pm

~Cermin hanyalah cermin, yang merefleksikan apa yang kau mau[*]~

Jika Ibu Tiri Jahat Hati tidak ambil pusing terhadap omongan Cermin Terhebat di Dunia, ia tidak akan kehilangan kekuasaannya secara memalukan. Putri Salju hanya akan jadi seorang putri biasa yang kebetulan cantik luar biasa.

Apa masalahnya jika tidak menjadi cantik nomor satu di dunia …?

Amin!

In D Commento on February 11, 2009 at 1:41 pm

Cuma satu tanggapan dari saya untuk gambar di bawah ini ;

dsc005891

AMIN!

Mongol : Sisi Lain Penguasa Kejam

In D Commento, D Reviews on January 23, 2009 at 1:10 pm

Mongol

Mongol

Berbekal rekomendasi dari ketua suku yang hampir lengser da max, beberapa minggu lalu saya menonton film ini. Waktu itu saya memang sedang semangat melahap film-film perang, terutama yang Asia. Mulai dari 3 Kingdoms, Red Cliff, War Lords, sampai Lost In Love. Oke, yang terakhir ngaco :mrgreen:

Jalan ceritanya sih standar lah, tentang seorang anak kepala suku yang sedari kecil hidupnya sudah sangat sulit. Temudgin, nama anak tsb, harus berulangkali menyelamatkan diri dari usaha pembunuhan oleh mantan bawahan ayahnya sendiri setelah sang Ayah tewas karena diracuni oleh musuh. Beruntung ia masih mempunyai “saudara sedarah” bernama Jamukha, yang akhirnya menjadi salah satu musuh yang diperanginya.

Ada pula bumbu romantisnya, yaitu Borte, wanita yang telah dipinangnya sedari kecil dan mati-matian dipertahankannya sampai rela berperang demi Borte. Suatu hal yang tabu dilakukan bangsa Mongol, berperang karena wanita. Bahkan anak Borte dari musuhnya  pun diakui sebagai anaknya sendiri. Borte sendiri pun rela mengorbankan diri habis-habisan demi bersatu lagi dengan Temudgin. Soal tekad untuk bersatu dan tidak mempermasalahkan apapun demi bersama ini, saya salut :mrgreen:

Endingnya juga bikin merinding. Seorang teman yang saya ceritakan film ini ketika mengetahui siapa Temudgin mengaku merasa merinding. Entah ya kalau dia nya saja yang lebay :lol:

Memangnya siapa Temudgin itu?

Catatan Awal Tahun : Antara Dementor dan Lingkar Teman

In D Commento, D Private on January 9, 2009 at 1:39 pm

Peringatan dan Perhatian : Panjang lhooo :mrgreen:

Ilustrasi :
Beberapa minggu lalu seorang teman yang sudah lama tidak kedengaran kabarnya tiba-tiba menghubungi saya. Dulu kami lumayan berteman akrab. Dia tau cerita saya, saya pun sering menjadi pendengar keluh kesahnya. Namun, semenjak pertengahan saya duduk di bangku kuliah kami sudah jarang berkomunikasi. Faktor jarak, kesibukan, juga yah… masing-masing dari kami berubah. Itu pasti dan wajar.

Nah minggu siang itu, dia, yang mengirim sms pun jarang, menelpon saya. Lumayan lama lho, sekitar 1 jam-an lah. Awalnya sih canggung, percakapan hanya sekedar basa-basi, berputar-putar dalam pengulangan. Dugaan saya sih, dia sedang merasa bosan, sepi dan tiba-tiba teringat teman lama lalu menghubungi saya. Bisa ditebak, ujung-ujungnya ya.. curhat.

Sebagai mantan bantalan curhat, saya iya-iya aja mendengar ceritanya. Tanggapan paling ; oh ya? Uhuh.. gitu ya? Trus? :mrgreen:

Sampai pada satu titik dia berkata seperti ini ;

Captcha!

In D Commento, D Vacation on January 6, 2009 at 1:37 pm

Apa yang Anda pikirkan jika melihat kondisi seperti ini :

Gurita

Gurita

Gurita? Setuju dengan saya? :lol:

Errr.. padahal ini berbahaya ya? Salah-salah orang bisa tersandung. Tapi, mau bagaimana lagi? Beginilah kondisi sehari-hari lt.2 Perpustakaan Pusat kampus saya :)

Lanjut, akhir Desember tahun lalu saya sempat jalan-jalan ke pantai yang namanya Carlos. Iseng-iseng, saya mencoba membuat kolase2an foto. Silahkan dicelaaaaaa :mrgreen:

Cerita menyusul, kalau inget dan sempet :P Video? Errr… ada sih.. Silahkan liat aja di sini :)

Brand New Things?

In D Commento on January 2, 2009 at 6:28 am

Pertama terbangun : jam setengah satu malam, akibat tetangga kamar yang heboh gak penting sendiri karena melewatkan “countdown”. Biasanya jam segini memang sering terbangun, entah karena panggilan alam atau sengaja bangun untuk tugas.

Yang pertama dilakukan setelah bangun tidur : plurking :P

Sms pertama : ucapan Selamat taun baru dari seorang teman.

Yang pertama masuk ke perut : roti regal, segelas teh.

Orang pertama yang ditemui : tetangga kamar (tapi bukan yang teriak gak penting itu).

Telpon pertama dari : …. (ada dweeehhh :P )

Lagu pertama yang (kebetulan) didengar : For What It’s Worth – The Cardigans. For what it’s wooorrrtthh.. i love youuuuuuuuuu, and what it’s worth i really do! Aaaa aaaaaaaaaa..

Buku pertama yang dibaca : Harry Potter and The Order of Phoenix

Film pertama yang ditonton : Hancock

Tempat pertama yang dikunjungi (selain area rumah) : warung langganan.

Kegiatan menarik pertama yang dilakukan : berantakin buku, susun lagi, nemu komik lama, baca, ketiduran, bangun, plurking, melapar, masak nasi yang gak mateng2 karena lupa nyolokin kabel listriknya, makan, ngegame, bla bla bla.

Ah, tak terlalu menarik ternyata. So, apa spesialnya hari pertama di tahun baru? Saya bangun, masih hidup, bernapas, dan masih bisa posting gak penting. Alhamdulillah!

Happy New Year! Happy every years!

Mari happy2 saja setiap hari karena rugi kalo gak happy, lah Happy Salma kan cantik, ya tho? :lol:

Berbuat Baik Itu.. Sulit Ya?

In D Commento on December 11, 2008 at 3:27 pm

Percaya tidak, berbagi kasih, cinta dan kebaikan itu membuat kita bahagia? Tak heran banyak pihak yang berlomba-lomba berbuat “kebaikan” ;)

random-acts-of-kindness

Sudah lama saya ingin mengomentari hal-hal semacam ini. Sewaktu pemberitaan tragedi zakat di Pasuruan, masyarakat yang antre di depan rumah pejabat saat Idul Fitri karena berhembus kabar si pejabat akan bagi-bagi “THR”, sampai yang baru-baru ini terjadi, antri pembagian daging kurban, yang kisruh maupun yang berjalan lancar.

Inti permasalahannya menurut saya sama : lemahnya Budaya Antri dan kuatnya Budaya Gratisan. Dimana ada kabar ada pembagian sembako gratis lah, thr lah, kaos lah, apapun yang gratis, pasti akan ada saja yang berbondong-bondong datang, walau kebenaran beritanya masih belum jelas (seperti antrian di rumah wapres saat Idul Fitri lalu).

Uang/barang/daging yang dibagikan tak seberapa, tapi kok ya mau-maunya ngotot berebut seperti itu..

Ya, komentar semacam itu pernah terbersit di benak saya. Tapi suara lain di otak saya bilang, “Des, kamu kan ndak tau perasaan orang yang belum pernah makan daging karna ndak mampu beli, belum pernah megang uang lebih dari 30 ribu sehari, pakaian baru saat Hari Raya cuma mimpi, atau lebih memilih ngelem ketimbang makan karna sudah sangat ketagihan.. Kamu ndak tau kan? Berempati kamu bisa, tapi yang seberapa kuat motivasi untuk berbuat ‘hal (yang menurutmu) konyol’ kamu ndak tau. Jangan keburu menghakimi!”

Degradasi moral kah? Sebegitu parahnya kah dampak kemiskinan? Atau.. ah tak tau lah saya. Sampai saat ini, saya cuma bisa miris :(

Di sisi yang berbeda, ada para pemberi/donatur/si kaya (terserah istilahnya). Untuk pihak ini, saya sempat berpikiran negatif ;

Kalo mau berbuat baik/sedekah/zakat jangan riya’ dong! Apa salahnya sih kalo zakatnya/sedekahnya diantarkan saja ke rumah masing-masing fakir miskin. Perkara sulitnya sarana, ya ampun.. ente kan kaya! Jumlah yang disedekahkan berkurang  gpp asal jangan jadi kisruh dan malah menimbulkan korban! Bayar orang kek untuk meng-organize, kalo perlu sewa EO! :P

Itu murni komentar spontan, yang rasanya juga kurang tepat, main emosi sih :mrgreen: Nyatanya, memang tak segampang itu. Tidak semua orang yang mau berbuat tahu bagaimana menyalurkan kebaikannya dengan baik dan benar. Tidak semua orang juga perduli bagaimana menyalurkan “kebaikan”nya dengan sungguh baik dan benar. Bahkan, ada yang sudah berusaha dengan cara benar, tapi hasilnya kurang baik (di mata orang lain).

Tuh.. berbuat baik itu.. sulit ya? Karena niat saja, belum tentu cukup. Untuk berbuat baik pun kadang perlu “ilmu”. OKI, saya menyarankan bila ada yang akan menyelenggarakan kegiatan amal, tolong diatur sedemikian rupa. Bila belum mampu, bisa serahkan saja pada pihak yang lebih berkompeten. Saya belum tau pasti, tapi kan ada tuh Rumah Zakat yang menyalurkan daging kurban yang telah diolah. Pun memang ingin menyelenggarakan sendiri, sekali lagi ya pelaksanaannya bisa lebih tertib. Sewa aparat banyak-banyak kalo perlu :mrgreen:

Ocehan Si Mbot : Gilanya Orang Kantoran

In D Commento, D Reviews on December 3, 2008 at 4:37 pm
ocehan si mbot7

Ocehan Si Mbot : Gilanya Orang Kantoran

 

Satu lagi buku yang dibuat dari blog, blog yang di-buku-kan, apa pun istilahnya deh :mrgreen: Yang diceritakan adalah keseharian penulis sendiri, juga pikiran dan tindakan-tindakan “ajaib” yang bersangkutan dari rumah, “nguping by accident” di tangga darurat, acara kantor, sampai pengokot! :lol: Jadi, Tidak banyak yang bisa saya ceritakan disini, mending baca sendiri aja deh :)

Saya pribadi sangat terhibur, kadang mesem-mesem “tertohok” sewaktu membacanya. Yah.. dapet semacam pencerahan lah tentang bagaimana prilaku sebenarnya orang kantoran itu. Lumayan, bekal mengarungi masa depan nanti :lol:

Ingin tahu lebih lanjut tentang penulis? (Yang sumpah, saya baru tau blognya setelah baca buku ini :mrgreen: ) Klik ke mbot.multiply.com saja. Recommended deh, salah satu buku-blog yang saya suka selain Drunken Monster-Molen-nya Pidi Baiq.

Oyah, saya beli buku ini juga by accident ketika iseng mencigok2  deretan New Arrival di Gramedia. Tertarik dengan cover dan gambar kartunnya sebenernya.. jadi, sapa bilang Don’t Judge A Book By It’s Cover, eh?! Justru cover itu krusial, seperti yang saya tangkap ketika membaca Blink-nya Malcolm Gladwell.

Eh, ngelantur ya? Ok. Itu topik berikutnya. Blink. Kalo inget :mrgreen:

Sepatah Dua Patah

In D Commento, D Plus, D Private on September 28, 2007 at 7:11 am

Lalu patahkan saja giginya, biar ramai! :mrgreen: Takk!

Sederet Lupa

In D Commento, D Private on September 28, 2007 at 6:54 am

Lupa Sejarah, lupa waktu, lupa bersyukur

Pertama, karna malu

Kedua, karna terlena

Ketiga, karna sombong

Sombong katanya tak mengapa asal berkualitas

Kualitas datang dari latihan (berpikir) jasmani dan rohani

Bila berpikir semestinya sadar,

untuk apa jasmani dan rohani bersanding uth,

sebagai nikmat, atau cobaan ?

Saya sisihkan waktu sejenak untuk terpekur. ternyata semua berputar, putar, putar, putar, tak berkesudahan. Kadang tepi kesimpulan tergapai, tapi tak cukup memuaskan. ujung-ujungnya saya malah melantur, sana, sini.

ps. letih habis toefl.. karna tutornya, perjalanannya (jauh!), mual-nya :evil: Pffuuuhh!

Ah, Itu Kan Cuma Alat, Bu!

In D Commento, D Private on July 29, 2007 at 11:36 am

Note: Tulisan sangat subyektif, ada cercauan, dan opini pribadi tanpa bermaksud menyinggung individu maupun golongan apalagi kamu! Sedapat mungkin tidak mengiklankan produk tertentu, dan ini juga bukan iklan. Suer! :)

A Je-Survey

In D Commento on July 16, 2007 at 6:12 am

Mohon diisi dengan sepenuh hati, dan kejujuran :mrgreen: ayo,silahkan!

Case Closed!

In D Commento, D Private on June 9, 2007 at 7:38 am

You and me
We used to be together
Every day together always I really feel

Takodok, tekotek, cit cuit, tok petok!

In D Commento, D Plus, D Private on May 24, 2007 at 11:25 am

“Ada kodok tekotek, tekotek, di pinggir kali tekotek, tekotek, mencari makan, tekotek, tekotek…” terus berkotek!

Takodok, Takoncek

In D Commento on May 22, 2007 at 2:18 pm

“Ada kodok tekotek, tekotek, di pinggir kali tekotek, tekotek, mencari makan, tekotek, tekotek…”

images1.jpg

tekotek

Wiken

In D Commento, D Private on May 5, 2007 at 9:28 am

Ikan sape’ yo sabana padeh, Cape’ deeeeeeehh!

-Ungkapan garing yang didapat dari teman-

syalalalalalala

Selingkuh, Yuuk!

In D Commento on April 17, 2007 at 7:08 am

Yak! Setelah Launching (Haha!), kita mulai. Dan.. topik kali ini adalah ADA Band. Mohon maap dulu kepada para simpatisan band satu ini. :)

Nikmati dulu lirik yang diambil dari sini.

Read the rest of this entry »

Launching D Commento

In D Commento, D Plus, D Private on April 17, 2007 at 6:57 am

Jangan pikir apa-apa. Hanya sebuah kategori baru di D Commento, ajang komentar-komentar tak penting dari D (Ya…ampyun!).

Bila berikutnya anda menemukan tags: D Commento, silahkan nikmati keusilan komentar-komentar ringan D. :D