[#]Sebagaimana telah tertulis di sini.
Apa yang kamu baca mempengaruhi dirimu. Tentu saja. Lebih jauh, bagi saya pribadi, kenikmatan membaca itu tak tergantikan. Tidak hanya berobjekkan buku, tapi apa saja. Satu peristiwa; tatapan mata seseorang, helaan nafas penumpang sebelah, gemulai tangan penari cilik, amarah dosen saya
bahkan penampakan saldo tabungan yang fluktuatif, semua menarik dan bisa, sangat bisa untuk dijadikan objek (bacaan).
Memang tidak semua orang tertarik untuk membaca, apalagi sampai menghayati objek-objek tak lazim tsb. Sepele memang, dan mungkin hanya segelintir orang kurang kerjaan seperti saya saja yang menggebu-gebu mencoba menilai dari berbagai sisi sebuah peristiwa kecil ; deru mesin angkot yang mememekakkan telinga tadi pagi, misalnya.
Dari segelintir itu, mungkin tidak semua tertarik menuangkan apa yang telah dibacanya melalui tulisan. Sungguh disayangkan, tapi setidaknya mereka bisa mau membaca. Membaca rajutan peristiwa-peristiwa kecil yang berkemungkinan besar membangun sejarah hidup.
Di sisi lain, saya ingin mencoba belajar memperluas minat baca saja ke berbagai bidang yang dulunya kurang saya gemari. Memang apa yang kamu baca akan mempengaruhimu, tapi bukan berarti jika saya ingin jadi orang pintar lagi baik hati bin tidak sombong saya hanya akan mau membaca bacaan yang terlihat pintar, benar, lurus, tidak belok-belok. Picik! Meruginya engkau wahai Kodok Sok Tau! Kesimpulannya?
Baca, nikmati, dan temukan kejutan-kejutan indah di dalamnya* yang akan mempengaruhi hidupmu kalau kau mengijinkan.
Tidak puas? Berlebihan? Sok tau? Gak usah protes! Terima saja! ![]()
[*] Imbuhan -nya mengacu pada segala hal.
