Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Brewer’s Yeast

Saat anda mengkonsumsi produk food supplement, pernahkah meneliti atau membaca ingrediennya? Brewer’s yeast adalah salah satu ingredien yang terdapat dalam beberapa produk food supplemen.

Produk ini dapat diberikan oleh dokter kulit kepada pasiennya, yang mengalami problem jerawat misalnya. Selain itu bisa digunakan untuk penderita diabetes.

Makhluk apa sebenarnya yang disebut Brewer’s Yeast?

Yeast bukanlah hewan maupun tumbuhan. Namun tergolong dalam kelompok mikroskopik (yang hanya bisa dilihat dalam mikroskop) dari golongan jamur (fungi). Yeast yang dengan kata lain disebut dengan khamir adalah makhluk bersel satu yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk oval ataupun bulat. Perkembangbiakannya dengan cara membelah diri.

Yang dimaksud dengan brewer’s yeast adalah khamir atau yeast yang digunakan dalam industri pembuatan bir ataupun wine. Genus atau suku bangsa khamir yang diaplikasikan di industri minuman beralkohol tersebut bernama Sccharomyces cerevisiae.

Brewer’s yeast juga merupakan istilah untuk yeast/khamir yang merupakan hasil samping dari proses pembuatan bir. Yeast/khamir tersebut merupakan yeast yang sudah mati (tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak). Yeast/khamir yang tidak lagi aktif tidak memiliki kekuatan pengambangan roti (leavening power) dan tidak dapat digunakan sebagai bakers yeast (ragi roti).

Karena merupakan hasil samping dari proses pembuatan bir, maka brewer’s yeast memiliki rasa pahit (rasa/aroma yang dominan adalah hop).

Jika yeast tersebut masih cukup banyak mengandung hop maka rasa pahit tersebut akan menyebabkan rasa yang tidak enak. Namun demikian, rasa pahit ini bisa dihilangkan dengan cara mencampurkan yeast (dalam bentuk bubuk) dengan larutan natrium hidroksida dan natrium fosfat pada pH 10 dan suhu 45-500C.

Dimana Brewer’s Yeast Digunakan?

Brewer’s Yeast digunakan sebagai suplemen nutrisi untuk meningkatkan asupan vitamin B kompleks. Brewer’s yeast merupakan sumber mineral kromium yang cukup baik dan berarti untuk kepentingan pengobatan.

Kromium bekerja dan berfungsi menurunkan level insulin sehingga diperlukan untuk penderita diabetes. Sebenarnya kromium terdapat secara alami di alam. Namun beberapa peneliti memperkirakan sekitar 90% orang Amerika kekurangan asupan kromium dalam dietnya.

Selain kromium, mineral lain yang dikandung misalnya selenium (Se), seng (Zn), phosporus (P) dan magnesium (Mg).

Brewer’s Yeast juga digunakan untuk menghilangkan nafsu makan. Fungsi ini sering diaplikasikan untuk makanan diet atau menjadi ingredien dari obat penurun berat badan.

Selain itu brewer’s yeast juga dipakai sebagai suplemen untuk jerawat kronis dan furunculosis.

Brewer’s yeast juga digunakan sebagai salah satu ingredien dari suatu formula untuk melancarkan produksi ASI.

Brewer’s yeast juga digunakan dalam industri pangan khususnya industri flavor, sebagai savoury ingredient atau rasa daging-dagingan.

Banyak ditemukan khamir/yeast yang dijual di toko-toko makanan kesehatan yang tidak memiliki rasa pahit, itu artinya yeast/khamir tersebut bukan berasal dari brewer’s yeast. Artinya yeast tersebut tidak memiliki faktor toleransi terhadap glukosa atau glucose tolerance factor (GTF) yang diperlukan untuk penderita diabetes dengan adanya mineral kromium.

Selain memiliki efek positif, disinyalir pula ada efek negatif dalam mengkonsumsi brewer’s yeast yaitu rusaknya daya ingat, immunodeficiency, chronic fatigue serta alergi. Berbeda dengan brewer’s yeast, nutritional yeast (yeast yang khusus ditumbuhkan untuk dipanen sebagai nutrisi) selain kandungan kromium sangat rendah jug abisa jadi tidak memiliki kemampuan GTF.

Selain itu produk tersebut sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melakukan aktifitas fermentasi atau sebagai pengembang dalam pembuatan roti.

Proses Produksi Brewer’s Yeast Brewer’s yeast dalam bentuk liquid dikumpulkan dari berbagai industri bir. Kemudian melalui jet separator dilakukan proses debittering (penghilangan rasa pahit) dengan menggunakan larutan natrium hidroksida dan natrium fosfat.

Proses selanjutnya adalah autolysis yang dilakukan pada pH dan suhu yang optimum, sehingga enzim yag dikandungnya akan memecah dinding sel khamir/yeast dan sejumlah campuran seperti asam amino, peptida dan karbohidrat akan dihasilkan.

Isolasi adalah tahap berikut setelah terjadi autolysis. Isolasi dilakukan terhadap ekstrak dinding sel dengan separator. Kemudian pengkonsentrasian ekastrak dengan cara evaporasi dalam keadaan vakum pada suhu rendah. Pada kondisi ini produk dalam bentuk cair yang memiliki kandungan bahan kering sekitar 50%. Produk tersebut masuk ke dalam tangki pencampur (pencampur disesuaikan dengan permintaan pembeli).

Setelah dari tangki pencampur, proses sterilisasi dilakukan. Selanjutnya produk bisa menuju ke pengering untk menghasilkan produk yang berbentuk bubuk (kandungan bahan kering 96%) atau ke evaporator vakum kedua untuk mengalami proses pengkonsentasian lebih lanjut, sehingga produk yang dihasilkan berada dalam bentuk pasta (kandungan bahan kering 65-80%).

Bagaimana Kehalalannya ?

Rapat khusus Komisi Fatwa MUI pertanggal 27-29 Maret 2003 telah memutuskan bahwa ragi yang berasal dari hasil samping proses pembuatan khamir setelah melalui proses pencucian sehingga hilang rasa, bau, dan warnanya, hukumnya halal dan suci.

Berdasarkan kondisi diatas maka apakah mungkin menghilangkan sama sekali bau dan rasa bir tersebut?

Jika mungkin maka brewer’s yeast hukumnya halal dan suci. Namun sebaliknya, jika masih terdeteksi bau, rasa dan aroma bir, maka hukumnya haram dan tidak suci.

Sumber : http://www.halalguide.info

3 comments on “Brewer’s Yeast

  1. Pingback: Brewer's yeast meningkatkan produksi ASI ?

  2. Pingback: Brewers Yeast

  3. nambah2 ilmu , makasih artikelnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 7, 2007 by in D Healthy, D Plus.
%d bloggers like this: