Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Sore Ini Aku Baik-Baik Saja

Ya, begitulah.

Sore ini aku baik-baik saja.

Masih seperti kemarin.

Dan kemarinnya lagi.

Entah esok hari. Entah lusa nanti. Entah.

Ah, seperti lagu Iwan Fals.

Tapi memang begitu keadaannya.

Mau bagaimana lagi?

Karna kau tak pernah tanya apa kabarku,

maka aku yang beritahu kamu kalau aku baik-baik saja.

Karna kau tak pernah mau tahu apa kabar hatiku,

maka aku ragu ‘tuk tanya isi kepalamu.

Dan karna kau seperti tak kenal aku,

untuk apa aku tunggu kamu lagi.

Ya sudahlah.

Begini saja.

Kita biarkan saja mengawang-awang, tanpa kejelasan atau kepastian.

Toh akhirnya waktu nanti akan menjawab juga,

walau entah berapa lama.

Ya sudahlah.

Kalau mau mu begitu.

Berapa banyak korban,

atau betapa sakitnya,

mana mungkin kau peduli!

Ya sudahlah.

Betapa pun sinisnya aku saat ini,

yang pasti,

sore ini aku (masih) baik-baik saja.

Lagi, kau buat aku merasa seperti ini.

Aku atau kau yang salah?

Mungkin Aku…

Postingan lama (lagi), dari blog lama (juga). Karna ini yang dirasa saat ini. Ah, melankolis! Sepertinya saya sudah semakin subyektif…

3 comments on “Sore Ini Aku Baik-Baik Saja

  1. kur zain
    April 4, 2007

    kalau begitu aku menyapamu
    bagaimana keadaanmu
    biar dibilang aku peduli padamu?
    meski kaupun tak tahu apa isi kepalaku

    aku ingin seperti daun
    jatuh bangun dimanapun
    tapi tak ingin seperti batu
    diam-diam menyandungmu

    siapa bilang di sore kau sinis
    aku bahkan ingin menangis
    melihat dompetmu diembat pengemis
    namun kau tetap manis

    Haha! Boleh juga🙂

    siapa bilang mauku begitu
    tak sedikipun terlintas dihatiku
    wong aku cuma melirikmu
    masa dibilang menjambret pacarmu

    Wah, jangan lirik2 mas-nya saya ya?! Awas loh?! Hehe

    siapa bilang kau sinis
    sajakmu aja bikin meringis
    siapaun boleh menangis
    asal jangan minta diservis

    Servis motor boleh kan?

  2. kur zain
    April 4, 2007

    nitip puisi genit buat menghiburmu, kasih aja judulnya puisi genit, dari santri bengal

    Sok atuh!

  3. Pingback: Re-post:Seri Melankolis « Mahasiswa Dalam Tempurung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 4, 2007 by in D Private.
%d bloggers like this: