Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Berbagai Cerita

Pulang kampung ternyata lagi-lagi melelahkan. Fisik dan mental. Fisik, terang saja. Tiga hari pp Jbi-Pdg walau naik bus malam, tetap saja tak nyaman. Belum lagi keriuhan yang menyambut. Acara itu, syukuran nikahannya si Mamas, yang ternyata banyak ekornya alias masalah.

Yang tidak dibicarakanlah.

Yang main tako’ hari lah.

Yang omongan salah lah.

Yee.. nyang namanya keluarga besar ngumpul, pasti adaaaa saja yang salah. Namanya juga rame-rame, sudah terpisah jauh sekian lama. Perangai pun pasti jadi asing. Huff!

Tapi, ada satu lagi masalah yang lebih bikin berat hati. Kisah tentang Hatta, adek baruku. Pertama kali liat, ya ampuuunn.. ni anak kok kecil banget? Kurang gizi?

Dengar begitu, terang saja si ibu bela diri. “Apo lagi kalo liat pas baru datang, Nak. Lebih kurus lagi, bibirnya banyak sariawan. Parah lah!”

Begitu…

Cerita punya cerita, adek anak-tak-diinginkan alias di-luar-nikah. Bukan cerita sinetron, nyata! Kaget, ternyata selama 18 hari awal hidupnya si Hatta tak diurus dengan benar. Kondisinya parah. Kata ni Dian yang dokter, anak ini stress. Bayi bermasalah. Kesehatannya sih oke, tapi itu loh. Diemmmm saja. Jarang nangis.

Ibu kandung si Hatta masih mahasiswi D3 yang katanya lebih muda daripada saya. Bapaknya, PNS yang sudah beristri. Dia saja tidak tau kalau punya anak yang dinamai Hatta. Hwaduh!

Bukan sinetron, nyata!

Walau bukan kejadian baru, tetap saja saya shock. Saya tak mau men-judge si ibu, mungkin dia belum siap. @#$%^&*!!!

Saya tak mau men-judge si Bapak juga, kan dia tidak tahu si Hatta ada. Persoalan dia selingkuh, mungkin ada faktor X yang tidak kita tahu, yang bikin dia “terpaksa”. AAghhh!! @&*@#^&*!! 

Belum lagi masalah adopsi, yang ini lah, itu lah! Pusing. Walau dibilang, “Dak usah ikut pusing, belajar bae yang baek disano”, tetap saja kepikiran. Saya kasihan sama Hatta. Dia korbannya. Sekarang, inget dia saja, jadi sedih. Liat postingan mas amed, mikir lagi, “Gimana nasib adek saya itu ya? Hari ini penentuannya…”

Dek, mudah-mudahan jalanmu akan selalu diterangi-Nya.

Dengan atau tanpa kebersamaan, kamu sudah mencuri sayangku.

Dek, sungguh, mbak ingin yang terbaik untukmu, dengan kebersamaan.

Memang mbak gamang, dek.

Pertentangan dua orang yang mbak sayang. Sulit memilih antara keduanya.

Sungguh, dek, sakit rasanya diombang bimbang.

Mudah-mudahan petunjuk kan datang ya, dek?

9 comments on “Berbagai Cerita

  1. Amd
    April 9, 2007

    Saya ndak tahu harus ngomong apa…
    Teringat tetangga samping kiri dan kanan, ada anak-anak tak berdosa yang jadi korban “kesalahan” orang tua.

    Tapi asal kita semua niatkan yang terbaik buat Adek Hatta, pasti Allah kasih yang terbaik juga buat kita semua. Tentu tak lupa ikhtiar dan doa.

    Dan percayalah, selalu ada hikmah dari setiap kejadian. OK?

    OK, mas! Thx🙂

  2. talkwithme
    April 10, 2007

    ih des,bagus layoutna.ajarin dong.
    aku dulu sempet nyoba blogspot,tapi gagal login mulu.lari ke wordpress lah.
    ayo tetep nulis.
    cara masukin ke link gimana?

    Pake Blogroll, terus add link, masukin nama+alamat situs, jadi dah! Hehe, ayo, ayo mari kita ramaikan WP!🙂
    Tulisanmu kan bagus2, Vit. Sayang kalo cuman ngeblog disano bae, disini asik juga loh?! Hehe🙂

  3. santribuntet
    April 10, 2007

    duh anakku
    dari ibu yang baru
    yang amat kurindu
    saat mamamu
    kuliah d3 dikampusku

    duuh anakku
    aku merasakan desah nafasderitamu
    di kedalaman nuraniku, darahku, jiwaku
    ku tak ingin kau menderita seperti itu
    tak rela-tak rela… terkoyaklah dadaku !!

    duhai anakku
    ternyata kau lebih dewasa dariku
    memeluk derita dlm kesendirianmu
    bahkan dokterpun tak mengerti
    nenekmupun ta’ (ibu)

    kau ta’ tangis karna benci meringis
    kau ta’ sehat karna kebanyakan nasehat
    kau ta’ gemuk karna hati tante n mamamu remuk (mbak n mamamu)
    kau ta’ manis karna gula terasa amis

    kini anakku mendua
    dari rakhim mama kedua
    salahkah aku mendua meniga ….dst
    bukankah dunia menyedia….???

    maafkan aku hatta
    aku tak ingin kau menderita
    jika saja aku bisa
    ku kan sematkan mahkota perkasa

    hattaku…
    kaulah se(gala)nya…
    aku mengenalnya
    aku mengenalku
    dia mengenalku
    kaupun mengenalku
    aku dia kau mari menyatu…

    Haiya! Saya tak terlalu mengerti puisinya🙂 Tapi sudah revisi tuh mas!

  4. Pingback: duuh anakku « SANTRI BUNTET | “wishing to be santri anywhere”

  5. santribuntet
    April 10, 2007

    mbaca lagi ah… ngajinya kurang lamaaa… makasih

    Yuuk!

  6. santribuntet
    April 10, 2007

    mohon pula dikoreksi kata2 ponaan ganti adek.. aku tahu sekarang… tapi itu crita lamaaa sekali tooh..

    Udah tuh!

  7. def
    April 10, 2007

    uhm.. daerah mana emangnya ?
    bukannya PNS gak bole punya bini serep ?

    Di kampung halaman saya, jauh dikit. Hehe.
    Betul, gak boleh. Tapi, yah… selingkuhan or nikah siri kan lagi ngetrend bisa saja. Saya jugah kurang tau. Ups! Dilarang ngegosip hehe😛

  8. klikharry
    April 11, 2007

    biasanya untuk anak yang seperti ini belum dapat kita pastikan, tetapi resiko untuk mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan jiwanya tetap ada…
    *pasang wajah serius, sambil kepala manggut-manggut*

    Gitu ya? Mudah-mudahan saja semuanya okeh2 sajah… *wajah berharap*

  9. Pingback: Bukan Ode Biasa Saja « D Articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 9, 2007 by in D Private.
%d bloggers like this: