Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Ayo Adik-Adik, Dengarkan! Saya Mau Curhat

Saya mau curhat. Tapi, ada anak SMA yang mbaca blog ini gak yah? Ah, sutralah. Yang penting curhat dulu😛

Sekarang lagi masa Ujian Nasional. Wah, pada serius tuh! Adek sepupu saya yang hobinya “keliaran” saja “ngendep” di rumah. Belajar katanya. Di-SMS nyemangatin malah jutek.

“Ganggu aja seeeehh?! Eh, tapi makasih yo mbak!”

Sotoy lu! Tapi, ngerti kok. Nyang semangat ajah ya, Nov!

Lanjut, Habis selesai ujian-ujian gak jelas itu akan ada masa “nganggur” bagi yang berniat ikut SPMB dan sejenisnya. Kalo nyang langsung kerja lain lagi ceritanya. Biasanya sih yang lagi “nganggur” itu mengisi waktunya dengan BimBel.

Oke, topik hari ini : Bimbel, alias bimbingan belajar.

Saya termasuk orang yang termakan hasutan nasehat ajaran bimbel. Saya dulu nge-bimbel di kota mas Joe dan mas Anto menuntut ilmu. Biasa, mumpung ada kesempatan “keluar” ya dimanfaatkan. Biasa, selang waktu 3 bulan itu (2bulan bimbel+1 bulan menunggu sambil berharap) dimanfaatkan untuk mengasah ilmu bersosialisasi. Biasa, ujung-ujungnya mewek karena hasil tak sesuai harapan.

Lah, buat apa Bimbel? Ya… mengasah ilmu bersosialisasi yang sudah didapat di SMA. Biar tambah tajam untuk menyobek-nyobek soal SPMB (harfiah dan tidak harfiah).

Memang penting Bimbel ya? Gak juga, kalo emang sudah pinter plus yakin dari sononya, ya silahkan saja belajar sendiri. Tak satu jalan menuju ke Roma. Sama seperti SPMB bukan jaminan sukses-tidaknya hidup seseorang.

Banyak contohnya. Salah satunya, Ortu saya kuliah setelah kerja, mereka bisa membesarkan anak manis kayak Saya🙂

Oke, dipersempit ke soal bimbimbel tadi. Saya tidak tau apa pernyataan saya ini menggeneralisir atau representatif atau tidak, “Mayoritas orang yang ingin SPMB mengikuti Bimbel”.

Jadi, yang tidak ikut bimbel itu hanya sedikit alias minoritas. Terbukti dari teman-teman sekolah saya dulu yang sebagian besar berbimbel-ria.  Temennya temen saya juga. Senior, senior kuadrat, temennya senior, temennya temen senior saya juga. Adik saya tahun depan mungkin iya juga. ( Cukup tidak sampelnya, Pak Guru :)  )

Yah, masuk ke curhatannya saya.

Soal mayor-minoritas itu. Kadang orang bangga menjadi minoritas, karena terkesan eksklusif, hebat, berani. Sedang yang mayoritas itu dianggap ikut-ikutan, bebek, penakut, tidak kreatif. Memang, dalam kasus lain, kadang si minor tertindas. Tapi, saya anggap saja dalam masalah bimbel-bimbelan ini, si mayor-minor yang pertamalah yang terjadi.

Saya pernah alami ini. Betapa seseorang pernah berkata, “Buat apa sih bimbel? Ngabis-ngabisin duit aja! Mending belajar sendiri, lagian lu kan dari sekolah yang katanya unggulan. Kok nggak pede sih?!”

“Haah?! Jangan bawa-bawa nama skulah dong! Emang, lu pinter. Tanpa harus bimbel pun lu sudah pasti kuliah. Mbahmu kan punya universitas! Lha, ayah saya cuma pegawai negri! Bla..bla..” begitu umpatan saya dalam hati.

Ya itu… menjadi minoritas (dalam arti baik dan benar) memang membanggakan. Apalagi ketika si mayoritas berada di jalan yang salah. Beruntunglah kita yang sedikit ini, masih diterangi cahaya kebenaran.

Tapi, ketika kita hanya membiarkan mereka, yang notabene teman, kerabat, saudara sendiri menuju ke arah yang salah maka kita juga sama berdosa bersalahnya dengan mereka. Ajaklah mereka kembali ke yang benar.

Dan ketika kita menjadi mayoritas untuk hal yang benar-benar baik untuk kita, jangan dengarkan suara sumbang minoritas itu! Bersama, kita tidak hanya ikut-ikutan, bukannya tidak kreatif, apalagi bebek penakut! Karena kita benar maka kita bersuara lantang, “Saya berjuang demi masa depan saya dan anak bangsa!”

Benar? Betul kan? Tidak salah? Makanya klik sini.

ps. Sebagai respon atas postingannya mas Anto. Walou rada telat, tak ada kata terlambat untuk berusaha kan?

9 comments on “Ayo Adik-Adik, Dengarkan! Saya Mau Curhat

  1. peyek
    April 19, 2007

    em.. bimbelnya di IPDN? he…he…he..

    err…kok tau? Lho, bukannya bapak yg dulu ngajar saya waktu bimbel disana?😛

  2. deking
    April 19, 2007

    Saya dulu nge-bimbel di kota mas Joe dan mas Anto menuntut ilmu

    Lho Mbak Desti di Jogja to? Saya kira di Sumatra terus?

    Ya, pernah 3 bulan disana.
    haha, bimbel di Jawa, S1 di Sumatra, S2-S3 di Jerman, Amin!!😀

  3. Arie
    April 19, 2007

    Bimbel, ya sah2 aja.

    Gimana, hadirin? Sah? Sah!! Selamat! (adegan-apa-ini-ya?)😛

  4. Fourtynine
    April 20, 2007

    Habis SMA, saya mau masuk STPDN aja ahhh

    Tebar-tebar pesona link teruuuuuusss!
    Ayo,ayo, adik-adik, teman-teman, kakak-kakak, tante-tante, ibu-ibu! Oom ini lagi cari “cantelan hati”. Berminat? Silakan kesini

    Heee….😛

  5. talkwithme
    April 20, 2007

    oh des dulu km bimbel di jogja ya.oh aku ga tau.

    oh ya, kamu skrg kuliah nya jg di jogja, aq baru tau😛

  6. klikharry
    April 23, 2007

    setuju dengan farid
    mending masuk ipdn saja…
    lestarikan budaya bangsa..
    hidup ipdn,,hore…..

    *MODE gak nyambung ON*
    Ahem! tarik bang! kiri…kiri…
    Eh, salah ya😛 *MODE gak nyambung OFF*

    *MODE kompor ON*
    Hore! Iya betul! Lestarikan! HIdup!
    *MODE kompor OFF*

    Aaaagh! Apa2n seehhh??

  7. santribuntet
    April 24, 2007

    bimbel… akusetuju aja, namun curhatmu tentang ipdn .. tentu bisa menyemangati mas anto yang selalu bilang ipdn harus hilang. Guna menggalang petisi agar ipdn hilang, itu sangat bagus…. aku mendukung mempetisikannya bukan mempeti-es-kan Desti…

    Lanjut! Sebar2 y?(petisinya, bukan peti-es)

  8. danasatriya
    April 30, 2007

    tanpa bimbel, seperti makan nasi goreng kurang garem.. yang namanya orang sirik selalu ada. Kalau kita ikut bimbel dan sukses, baru pada mengucapkan selamat. Coba ga ikut bimbel, n gagal, pasti pada cuek bebek (paling kita sengsara sendiri) .saya termasuk pro akan bimbel, mengingat keterbukaan para tentor, dan fleksibilitas waktu yang ditawarkan.. HIDUP BIMBEEEL (coba di kuliah ada fastest solution , lulus 3.5 taon dongk😛 )

    Wah! Iya ya, kok gak ada yang bikin fastest solution-nya kuliah ya?
    *MODE sok tau ON* Ah, tapi lulus 3,5 taon belum menjamin apapun. Buat apa lulusnya cepat kalo isinya kosong? *MODE sok tau OFF*

    Ah… padahal pengeeenn tuh! Banget malahan😛

    Eh, salam kenal ya? Sering2 mampir ya?🙂

  9. kesetrum cinta
    May 3, 2007

    tapi lulus 3,5 taon belum menjamin apapun -> biar bayar kuliah ga mahal mahal.. biar ga kelamaan diintimidasi ama yang namanya asisten dan dosen:mrgreen:

    pingin CEPET lulus ON!!:mrgreen:

    Iya, saya juga pengen cepet lulus🙂

    biar ga kelamaan diintimidasi ama yang namanya asisten dan dosen

    Ha… justru mereka yg terintimidasi kalo liat saya lama2.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2007 by in D Private.
%d bloggers like this: