Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Melihat Yuk!

I got these pictures. Maybe u’ve ever seen it.

adidas.jpg

games.jpg

makan.jpg

diet.jpg

Bosan melihatnya? Terenyuh?

“Setiap kita punya dunia masing-masing. Antar dunia kadang kecil bagi yang lain, kadang terlalu besar bagi lainnya. Dan dunia kita sendirilah yang paling pas untuk diri masing-masing.

Namun, adakalnya kita perlu menjenguk ke dunia sebelah. Melihat apa kabar saudara disana. Dan ini kabar mereka. Hanya sekedar tau pun tak apa, untuk membuat kita sedikit bersyukur”

Seorang teman pernah berkata begitu pada saya. Entahlah, saya baru sampai tahap terenyuh dan bersyukur dalam hati. Tindak nyata? Hmmm…

ps. Gambar diambil dari milis, kiriman kakak satu ini. Maap, saya cibat ya, Moderator?

5 comments on “Melihat Yuk!

  1. xwoman
    April 21, 2007

    Benar kata temannya… kadang kita memang harus melihat kebawah, sebagai bukti kalau kita masih beruntung !
    Makasih udah diingatkan de๐Ÿ™‚

    Iya, mbak. Saling mengingatkan…๐Ÿ™‚

  2. riza
    April 23, 2007

    Ya Allah, di antara penderitaan karena sakit gigiku ini, ternyata ada yang lebih menderita. Itu di Afrika ya? Seingatku pada masa Umar bin Abdul Aziz, tidak ada penduduk sana yang terkategori berhak menerima zakat. But now… Pasti ada yang salah dengan tatanan dunia ini

    Wah, mbak (bener mbak gak y?) kalo ngomongin salah dunia mah panjang…
    What can we i do saja dulu kali y?๐Ÿ™‚

    Oyah, salam kenal. Trimakasih sudah mampir. Dan cepet sembuh sakit giginya.๐Ÿ™‚
    Lebih baik sikat gigi daripada sakit jiwa. Hehe๐Ÿ˜€

  3. klikharry
    April 23, 2007

    ah…itu kan hanya dikhayalan kamu aja
    mana ada dinegara makmur seperti kita yang seperti itu
    *pura-pura jadi pemimpin negara indoisia”

    indoisia itu dimana ya?

  4. santribuntet
    April 24, 2007

    konon gambar bicara seribu kata
    memaknai realita seputar kita
    adakah tindakan, adakah aksi; tak bisa dikata aksi dan tindakan ajaran para pencinta

    pencinta lahir di afrika dan amerika
    dua negara pemakan segala
    berbeda cara berbicara
    berbeda pola mengelola
    berbeda hasil sama-sama gila

    amerika – afrika
    dua saudara beda harta
    yang banyak tak terhenyak
    yang sedikit bersakit-sakit

    negara jadi miskin korban angkara
    berkuasa demi harta berderma kalau dipuja
    tapi memang dunia terbagi dua
    ada kaya ada miskin; memang itulah rahasiaNya.

    mbak des, tulisanmu dah banyaks telah sekian lama tak jumpa di sini. Lagi tak semangat bertulis2 di blog ntah virus apa yang menelanjangi akal fikirku sehingga yang kupandang bukan yang lahir yang kurasa bukan yang terasa.. upss … eof.

    Tak smangat saja comment-nya begini.๐Ÿ˜ฎ

  5. Kurtubi
    April 27, 2007

    iya, mbak Des ngomentarin doang bisanya. Sesaat liat yang panas2, langsung trengginas mouse dan keyboarnya. tapi kalau suruh ngombe nulis tarsotarsoktarsoktarsoktarsokkk lah kasih saran…

    Ohhh… minta saran ya? Gak salah nih? Gak kebalik? Apa ya? Malas nulis gak usah nulis. Liat kiri kanan, atas bawah (bisa harfiah bisa tidak) sapa tau dapat ide dan smangat nulis. Eh, saran yang aneh….

    Trengginas? Trenggiling?
    Aduh… jadi inget tanggap, tanggon dan trengginas nya Pak Sukarsono. Vitooooooooo!!! lu inge gat??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 20, 2007 by in D Plus, D Private.
%d bloggers like this: