Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Selamat Hari Pendidikan Nasional: Hidup Harus Memilih

2 Mei. Selamat Hari Pendidikan Nasional, Sodara-Sodara!

Apapun cara memperingatinya, baik upacara, bikin acara, sampai demo, yang penting diresapi maknanya dan pengamalan.

Sok tau? Nggak. Harapan anak bawang saja.

Demo? Iya, demo.  Bukannya dulu ada yang pernah bilang, “Bukan mahasiswa namanya kalo gak pernah demo”.

Gak tau dah, nyang ngomong itu pernah jadi mahasiswa ato tidak. Mahasiswa juga manusia, jenisnya macam-macam.

Ada yang tipe aktivis. Kerjaannya nongkrong di sekre, demo, ato keliling nyari sponsor untuk acara yang temennya mahasiswa lainnya entah tertarik entah tidak. Acara yang entah sukses entah keseringan gagal.

Ada yang tipe student. Kerjaannya kuliah, praktikum, belajar, cari tugas, buat laporan. Tongkrongannya kalo tidak perpustakaan ya gedung kuliah atau laboratorium. Jangan coba-coba cari di kafe selain jam makan siang. Cari saja di perpustakaan. Mungkin dia nyelip disana.

Ada yang tipe tebar pesona. Kuliah cuma buat gengsi dan cari gebetan. Biasanya besar mulut, gombal, cakep dikit tapi belagunya selangit. Untung temen saya tidak ada yang seperti ini. Kalo ada, gua kubur lu idup2 di hutan belakang sana! *teriak2 sambil megang test tube*😛

Ada yang tipe safety way. Biasanya di kampus gak mo nyari masalah. Kuliahnya full, ikut organisasi iya juga tapi biasa-biasa saja.

Ada tipe… (tambahin ya? Capek juga😛 )

Anda tipe yang mana? Hwaduh, kok malah nanya ini. He… padahal saya mau cerita pengalaman hari ini. Hari ini kayaknya saya dapat pelajaran hidup deh. He… *MODE ngegosip ON*

Tadi pagi, sewaktu mo berangkat kuliah, yang terancam terlambat, (saya masuk jam 8 dan jam 8 kurang sepuluh masih di rumah😛 ) saya menemukan keadaan di halte yang tumple blek dengan mahasiswa (juga manusia). Biasanya memang rame, tapi kali ini ruar biasa ramenya. Aduh, mana bus kampusnya gak nongol-nongol lagi.

Selidik punya selidik, katanya bus kampus dicegat di gerbang kampus dan para mahasiswa di dalamnya diajak untuk ikut aksi (demo). He… jadi inget kejadian taon lalu. Sewaktu BEM KM Unand mengadakan aksi penolakan kenaikan BBM.

Banyak yang marah-marah karena terpaksa jalan dari gerbang ke dalam kampus. Perlu diketahui, Unand itu terletak di atas bukit. Jadi menanjak jalannya. Lumayan capek juga kalo jalan, apalagi untuk anak-anak Politeknik yang kampusnya di tempat paling atas. Yo sabana latiah🙂

Dan ini berulang lagi. Dengan terpaksa saya naik juga ke atas (kampus) dengan bus kota yang sungguh seenaknya mencari untung! Sampai digerbang, kami disambut orasi.

“Mari teman-teman, kita tunjukkan kepedulian kita. Bla…bla…bla…”

Dan terjadilah percakapan antara saya dan teman.

D  : “Gimana? Ikut?”

T1 : “Ikut yuk!”

T2 : “Gak ah! Lagi gak enak badan nih!”

D   : “Emang demo apaan ya?”

T2 : “Gak tau juga tuh!”

Dan lewat lah orator tadi. “… tentang STPDN, kecurangan UN,…”

D   : “Lho? Bukannya tentang penolakan Unand jadi BHP?”

T2 : “Tau’ tuh!”

T1 : “Udah ah! Aku ikut aja. Dah!”

D&T2 : bengong.

D  : “Mmmm, kesana aja yuk. Ada teman2 yang lain disana”

Dan bergabunglah kami dengan teman-teman dengan nasib sama, terlunta-lunta di depan gerbang. Dan selama kami berdiri disana, mendengarkan orasi anak-anak bem itu, saya masih  juga gak dong tujuan aksi ini. Masalahnya, sehari sebelumnya saya mendapat selebaran aksi dari salah satu organisasi ekstrakampus dengan tujuan penolakan dijadikannya Unand sebagai BHP. Itu tuh, jadi mahal kayak UGM, ITB, UI (He… nyebut-nyebut merek deh.. ).

Lah, sekarang kok malah nyangkut ke IPDN sih? Tenooooot! Di tengah ke-tenot-an saya, lewatlah salah seorang senior, anak 2001 yang dikenal sebagai aktivis.

“Lho, kok gak ikut demo, da?” tanya teman.

“Pilihannya kan dua, ke bawah (demo) atau ke atas (kampus). Nah, masa depan uda ada di atas.” Dan beliau pun berlalu.

Tuing! Iya ya, ngapain juga berdiri gak jelas begini. Kalo mo ikut demo ya langsung saja ke bus yang telah disediakan. Kalau tidak, ya segeralah beranjak ke kampus. Jalan sedikit tak apa-apa, hitung-hitung olahraga. Segera putuskan pilihan!

“Ayo teman-teman, kita sudah bayar mahal! Karena itu kita harus kuliah!” teriak teman saya, yang sempat mengundang lirikan, senyuman, cengiran bahkan cemoohan dari orang-orang di sekitar.

Hei! Dia sudah memilih. Hargai pilihannya dong. Hidup penuh pilihan. Tidak semuanya bisa diraih, ada kalanya harus memilih sesuai prioritas. Dan bila sudah memilih,  harus dijalani dengan penuh tanggungjawab dan tanpa penyesalan. Karena itu, pikirkanlah baik-baik sebelum memilih.

Dan saya sadar, saya sudah menghabiskan dua setengah tahun dengan kebimbangan. Saatnya memilih. Kaki pun melangkah menuju masa depan…

Yaelah! *MODE ngegosip OFF*

7 comments on “Selamat Hari Pendidikan Nasional: Hidup Harus Memilih

  1. deking
    May 2, 2007

    Wah terima kasih atas perhatian mbak Desti…
    Tapi jujur saja sedih juga nich karena harapan akan perenungan peresapan makna dan pengalaman hanyalah sebatas suatu pengharapan…
    Bangsa kita hanyalah bangsa yang hanya senang dengan upacara saja…segala sesuatu itu hanya berhenti di level seremonial, sedangkan follow up-nya sepertinya sudah menguap

    mmm.. gimana ya? Ah, kalo pemerintah orang lain bisanya cuma seremonial, mungkin kita saja yang mulai mencoba untuk menerapkan follow-up nya dari diri sendiri ngkali ya, Pak?🙂
    Aduh, sok skali kayaknya saya ya?🙂

  2. kurtubi
    May 2, 2007

    betul sekali hidup penuh dengan pilihan

    sebagaimana ada type pembimbang
    ia hanya malang melintang
    kanan kiri tak bisa seimbang
    maunya jadi pembimbing
    hatinya bercabang-cabang

    menjadi pelajar adalah kesempatan
    menjadi insinyur adalah pilihan
    menjadi dokter juga pilihan
    menganggurpun pilihan
    kawin muda pun juga pilihan

    terserah desti mau berbilang
    bukankah tersedia banyak pialang
    di kampus atau pun di padang
    bukanah kau harap hati tetap terang
    pilihlah yang benar-benar berhati tenang
    semoga hidup menjadi menang….

    …….. yaa mau diterusin dah ditungguin…..

    Seperti biasa, kata2 om satu ini memang “wah” deh!🙂

    semoga hidup menjadi menang….

    Amin!!

  3. Evy
    May 3, 2007

    Wah ada deno ya…ikut2 deh tapi jangan ngasal kudu ketemu ama dekan…duduk bareng minta penjelasan… hahaha jadi inget jaman mahasiswa … terserah sih mo milih cari aman atau ikutan paling juga di black list tapi puwass…toh akhire lulus juga meski rada2 di kerjain…😉

    Hehe, saya bukan mahasiswa tukang demo kok, bu. Seumur2 jg baru skali ikut demo. Blacklist? Untungnya ketua jurusan yg skrg dulunya raja demo, jadi aman2 saja hehe🙂

  4. klikharry
    May 3, 2007

    pokoknya pilih yang bener mnurut kita lah..
    memperjuangkan sesuatu tidak hanya melalui demo…

    dan apabila itu memang harus diperjuangkan…
    ada banyak cara… dan itulah yang membuat diri kita berbeda dari rekan seperjuangan kita yang lain..
    yang penting tujuanny tetap sama, tul gak?

    Betul! Pilihan yg sudah kita pertimbangkan dan siap dipertanggungjawabkan.

    Hidup kak Harry!
    Turunkan harga bakwan! Nah lho?

  5. Kang Kombor
    May 3, 2007

    Eh, Kang Harry, POKOKE itu milik saya… :))

    Bagi yang tidak percaya bahwa hidup adalah pilihan, tentunya dia harus membunuh dirinya sendiri.

    Tentang pendidikan, …
    Saya selalu saja prihatin memandangnya.

    Tapi kebanyakan orang saya masih sering pingsan tidak sadar bahwa hidup itu penuh pilihan, sampai tiba waktunya memilih. Makanya jadi kepepet, dan yang dipilih sering tak dipikirkan masak2. Ah…

    Smoga keprihatinan kita makin lama makin berkurang, alias pendidikan makin lama makin membaik. Amin!!

  6. talkwithme
    May 3, 2007

    wah des kalo aku sih kayanya kombinasi dari tipe2 itu deh.haha.maruk.kcuali tipe aktivis. aku mah anti ama yg bgituan des.
    emang UGM mahal ya,sapa bilang *nangis dalem hati x(

    Apa? Tipe tebar pesona? Haha!
    Mahal, Vit! Makanya aq gak jd masuk situ. *Alesan, padahal gak lulus UM*😛

  7. telmark
    May 3, 2007

    eh, postingnya lumayan juga ya.
    salam kenal. 🙂

    Salam kenal juga!
    Sring2 mampir ya?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 2, 2007 by in D Plus, D Private.
%d bloggers like this: