Less

Ini salah satu tags di sisi duplikat  saya. Biasanya isinya ya tentang yang less-less lah. Nah kali ini saya sedang less. Baru beberapa jam lalu saya post tulisan “menyenangkan” tentang weekend yang bakal saya songsong. Tapi beberapa saat lalu, hmm…. jadi sedikit gelisah.

mom 

Saya belum pernah jadi seorang ibu, karena itu saya tidak tau rasanya. Tapi saya punya ibu, yang sungguh saya kagumi. Saya bangga padanya. Memang sudah banyak kekecewaan yang saya beri padanya. Tapi sungguh, sebenarnya saya tak ingin membuatnya kecewa.

Sedapat mungkin, apapun permintaannya akan saya turuti. Terlebih ibu memang tak pernah meminta yang macam-macam pada saya. Malahan saya yang sering “macam-macam”. Dan kali ini, saya mengecewakan beliau lagi. Sungguh, saya sedih karna itu.

Memang hal yang mungkin sepele. Tapi rasanya tetap menyedihkan. Mendengar beliau seperti “memohon”, tapi saya tak bisa memenuhi apa yang beliau minta. Bu, saya cuma bisa meminta maaf…

Maaf bu. Maaf…

Sekarang pun, rasanya masih sakit, Bu. Sakit karena membayangkan ekspresi kecewa ibu. Suara ibu yang hanya berkata, “Ya sudahlah. Dak apo, iyo…”

Ya Allah…

Maaf, karna sepertinya saya belum bisa menjadi anak berbakti, yang berarti bahwa saya bukanlah hamba-Mu yang baik…

Maaf….

Update : Gambar saya temukan disini, yang ternyata berasal dari sini.

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Private. Bookmark the permalink.

19 Responses to Less

  1. anak ibu says:

    gara-gara ga mudik ya De`??? *sotoy*
    atau menolak dijodohkan dengan pilihan orang tua? *sotoy lagi* 😀
    ya udah telp aja ibunya, minta maaf. Atau pulang aja sekarang kan masih ada waktu nih hehehe…
    jalan2 kan bisa kapan-kapan tuh! orang libur panjang teteh aja kerja kok *ngomporin* wakakaka…

    Yang kedua, hehe…
    Udah teh, beliau bilang gpp. Tapi…. ya itu. Ternyata mengecewakan orang yang sangat dihormati+disayangi itu sakit bgt ya teh? 😦
    Sepele, tapi menyakitkan.

  2. jurig says:

    banyak cara buat berbakti kpd orang tua …
    *hikzzz… jadi pengen mudik …*

    Iya…mudah2an saya bisa selalu berbakti.

  3. dwi says:

    kalo emang ga bisa dipenuhin kali ni, mungkin besok2 bisa kan? toh banyak lagi jalan untuk berbakti pada ortu.. (eh uda disebut ya sama jurig hehe)

    Mudah2an masih ada hari esok..
    Aduh, kesannya saya nelangsa bgt ya? 😕

  4. santribuntet says:

    ooh jadi alasan dijodohin toh … hmmm berat memang yaa seganteng apapun pilihan orangtua seperti Pangeran Philip kek, pangeran Harry kek, pokoknya g demen! waaah pantesan ibumu marah jeng… pasti karena desti tidak suka pangeran philip lalu siapakah gerangan yang bikin desti mengerang: ehhmmm??? 🙂

  5. Domba Garut! says:

    Sing sabar yah, boss… 🙂
    Moga2 bisa dimudahkan usaha membahagiakan sang ibu..

    Kalau issuenya perihal perjodohan, well… keep walking.. walk further as you;d be bumped on to a nice-looking-decent-person at that very corner… yes!, that very corner.. so go on.. keep walking and smiling 🙂

    Have a great weekend, and kind regards from West Africa..

  6. junthit says:

    Cuma belum saja, masih ada kesempatan untuk berbakti kok..
    Salam buat ibu-nya D ya..?? 😆

  7. destiutami says:

    Diclaimer : Saya tidak sedang dijodohkan.
    Aduh..ternyata reply pd TetehX mengundang kesalahan interpretasi(bener gini ejaannya?). *halah!*

    Yang kedua, hehe…

    Itu mksd-na bercanda. Eh, tapi kalo ibu ada niat ngejodohin gpp deh 😆 *Ahxx!Tidaaaxxxxx! Jauhkan topik itu! Jauhkan!*
    @santribuntet
    yah, yg seganteng Prince William, iman, paras, hati, dan dompetnya *halah!*
    Bapak satu ini kalo comment bhsnya ajaib2 aja y?
    @DombaGarut!

    Moga2 bisa dimudahkan usaha membahagiakan sang ibu..

    Amiinn!

    well… keep walking.. walk further as you;d be bumped on to a nice-looking-decent-person at that very corner… yes!, that very corner.. so go on.. keep walking and smiling

    *Lirak-lirik setiap sudut, tinggikan antena, pasang detektor*Hehe, belom nemu juga. But..nice suggestion.Thank u 🙂
    @junthit
    Mudah2an akan selalu ada kesempatan itu. Seumur idup juga rasanya tak akan cukup, untuk berbakti pada ibu (orangtua).
    Ok, disampein. Hmmm… bisa jadi alesan nelpon utk minta maap skali lagi. Mukadimahnya, “Bu, ada temen blogger yg kirim salam. Truss…bla bla bla” Tuing! 💡
    @wargabaten
    saya tau kok
    Eh, Salam kenal! 🙂

  8. Rizma Adlia says:

    siapa yang dijodohkan,,?? siapa??
    *radar gosip dinyalakan* 😛
    Ma suka gambarnya,, 🙂

    ________________________________________________

    Siapa? Mana? Apa? *tengok kanan-kiri, kucek-kucek mata* Ooohh, Mbak Ma tho? Udah, kirim aja undangannya kesini. Saya rindu pempek lenggang nih! 😛

  9. cakmoki says:

    Hahaha, disuruh menikah ya, asyikkkk.
    Siap grak, baik kanan grak, ngacirrrr graaak 🙂

    _______________________________________________

    *pura2 budek* Apa? Ke Mekah? Iya… saya mau kok 😀

  10. susiloharjo says:

    gambarnya bagus searchnya pake keywords apa? 🙂 ngga nyambung yah 🙂 minta senyumnya donk 🙂 lam kenal
    _______________________________________________
    itu, Lukisan Kasih Sayang Ibu. Gpp, disini OOT gak dilarang kok. Soale saya sering begitu.
    🙂 🙂 🙂
    Salam kenal juga!

  11. xwoman says:

    teteh udah bisa dianggap provokator yang baik belum??? 😆
    asyikk… ada yang mau dijodohin nih!!
    **buru-buru ke pasar nyari kado**
    ___________________________________________________________________

    *buru-buru ke kantor polisi ngelaporin provokator*
    Asyik! Masuk tipi! *halah! Gak nyambung* 😆

  12. IBU says:

    menurutku semarah2nya ibu sama anak, ga pernah rasa cinta itu menghilang dari dirinya, ibu marah kadang alasannya ga mau kita itu terluka dia merasa tahu apa yg terbaik untuk anaknya, ya maklum dia merasa dia yg paling tahu bener anaknya bahkan setiap mm tubuh anaknya, jd dia pikir pilihannya adalah terbaik untuk anaknya itu, kadang anak ga paham pikiran semacam itu jd maunay ngelawan aja, tapi sebenrnya semau bisa diskusikan, aku sih biasa duduk bareng sama anakku, klo udah “mom we need to talk” pasti ada yg dia mau hihihi…ga pa pa minta maaf dan minta doanya aja desti
    _______________________________________________________________

    Hiks…iya, bu.

  13. telmark says:

    seperti udara, kasih yg engkau berikan. tak mampu kumembalas.. ibu.
    🙂

    ____________________________________________

    Nambahin,
    Tapi kan terus berusaha membahagiakanmu, Ibu…
    Insya Allah! *mengepalkan tangan*

  14. larashati says:

    ibu….*cinta pertamaku di dunya*
    ________________________________________________
    ah, ibu…yang merestui cinta-cintaku selanjutnya :mrgreen:

  15. Takodok! says:

    @jhellie maestro
    Silahkan aja, saya jg nemu di web lain kok 🙂

  16. inang's arigato says:

    hae sobat…..masalahnya apa dulu.
    apakah mungkin separah yang aku alami????harusnya b’syukur
    masih untung u masih bisa ketemuan ma ibumu…sedangkan aku hanya bisa mendengar suara lewat telpon…itu aja baru semenjak SMP bisa komunikasi.Dari kecil Q ditinggal ibu bwt cari nafkah smp sekarang umurQ 19th baru ketemu 2X….Q kluarga broken home….tahu g JIWA alias psikisQ separah apa??dah y C”maNGATTTTT……….CayOOOOOOOOOoo,key!!!!salam……

  17. Takodok! says:

    @inang’s arigato
    ya, saya masih sgt beruntung. Mslhnya mgkn sepele, tp tetap rasanya sakit menyakiti hati beliau…
    thanks ya, smangat jg! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s