Takodok, tekotek, cit cuit, tok petok!

“Ada kodok tekotek, tekotek, di pinggir kali tekotek, tekotek, mencari makan, tekotek, tekotek…”

Pertama, saya mau bilang terimaksih kepada sodara-sodara sebangsa dan setanah air yang telah bersedia berpartisipasi dalam kuis Takodok! Ditunggu saja piring dan gelas cantiknya, atau paper, atau malah tandatangan saya-nya :mrgreen:

Kapan? Ya…tunggu sapi mengeong! 

Kedua, saya sudah dapat liriknya.

“Ada kodok tekorek, tekorek, di pinggir kali tekorek, tekorek, mencari makan, tekorek, tekorek…”

Selamat untuk bung Gerry! Haha  😆

Memang ada beberapa versi : Takorek, rekorek, bahkan takodok (yang diungkapkan oleh mencit satu ini). Itu saya dapatkan ketika pertama kali saya show nyanyi di depan labor.  Langsung direvisi oleh teman-teman saya yang baik hati lagi tidak sombong yang sama gila, aneh dan narsisnya. Hidup Processor!  😀

Ketiga, saya mo tanya, siapa sih yang sebenarnya menyanyikan lagu ini? Joshua? Bukan ya? Si Tika bilangnya Melissa malah.

Keempat, saya punya satu lagi lagu favorit anak TK. Mau denger?  :mrgreen:

“Cit cit cicit cuit, cit cicit cuit burung bernyanyi. Tok tok toktok petok tok toktok petok ayam bertelur. Wek wek kuwek kuwek wek kuwek kuwek wek bebek berenang, Kambing tenggelam sapi pun ikut senang…” *Nah lho?!*

Ada yang salah? Ada. Tapi kali ini saya yakin yang nyanyi Joshua.   😀

Oya, saya punya satu (lagi) lagu favorit. Ini jingle iklan playgroup yang sering ngider di radio. Okey, beybeh! Check it out!   😆

“Wake up wake up wake up, wake up at five o’clock. Get ready for praying, get ready for breakfast. Get ready for Planetkids. With dress, with hat, we need an Aspirin *Nah lho?!!*…..let’s go to Planetkids!*    😆

Ahahahax! Naluri anak hiperaktif saya benar-benar merajalela, maka jadilah anak hiperaktif yang narsis! 😀

Hehe, maafkan kejayusan keanehan keajaiban saya. Saya tergerak memposting tulisan aneh ini karna percakapan tadi sore dengan teman-teman, ketika pulang dari praktikum. Begini, ketika saya (lagi-lagi) menyanyikan jingle lagu iklan tadi disambung Takodok lalu Tokpetok (medley ceritanya 😀 ) spontan teman-teman membungkam mulut saya teringat masa kecilnya.

Wehehe, lucu-lucu!

Ada yang dulunya cuma hapal lagu cK cicak-cicak di dinding. Jadi, mulai jam 8 malem sampe jam 10 dia “konser” diiringi petikan gitar oleh oomnya. Setiap malam, sodara-sodara! Weleh, weleh, weleh, itu oomnya kurang kerjaan ya?  😀

Ada juga yang lagunya rada elit sedikit. Twinkle-twinkle little star. Weleh! Umur 4 taon saya mah baru bisa ngomong, “Ibu, oom itu cakep!” 😛 alias cuma bisa bahasa Indonesiaraya yang nge-jambi sekali.

Setelah itu, semuanya mulai menyanyikan satu per satu lagu yang masih diingat. Sebangsa Old McDonald (iaiaoooooo…!!) , My Bonny (is over the Ocean….My Bonny is over the seaaaaa…!!). Hehe, kali ini saya tidak nyanyi sendirian, tapi beramai-ramai mirip paduan suara yang asli kacau.

Lalu bahasan pun beralih pada Kasihan deh anak jaman sekarang, yang tidak punya lagu indah untuk dikenang. Hoho, pasti sudah banyak yang ngebahas masalah ini.

Saya setuju, kasihan juga kalo mereka cuma kenal lagu semacam TTM, Bang sms siapa ini bang?! (apa ya judulnya?), Peterpan, atau malah Radja (yang sering saya sebut “lagu bus kota”). Ho…saya tidak mencela mereka. Tapi saya kira lagu mereka aneh kalau dikonsumsi anak umur 5 tahun!

Bahkan lagu-lagu BuSet (Budi Setiawan)!

Sodara-sodara mungkin belum pernah dengar. Lagu-lagu BuSet ini berbahasa Minang dan sepertinya tidak beredar ke pelosok Nusantara. Memang, liriknya lucu, membuat saya tertawa malah. Khas lagu Minang yang lucu-lucu, seperti Edy Gampo. Anda tahu siapa dia (Edy Gampo)? Tidak? Saya juga tidak terlalu tahu. Yang pasti dia salah satu penyanyi Minang yang cukup terkenal, bahkan sudah main sinetron katanya (katanya lho, katanya!)

Bayangkan kalau anak-anak usia 5-8 tahun saling teriak di pinggir jalan, “Ma tau den, waden tenggen!“(Mana saya tau, saya gila-red). Itu salah satu lirik lagunya si BuSet tadi. Lucu sekaligus miris kalau dinyanyikan oleh anak-anak yang lucu dan imut tadi.

Huff…tidak adakah lagu yang bersahabat dengan anak-anak lagi? Ada. Lagu-lagu Sherina (Petualangan Sherina), Tasya (feat Duta). Tapi entah kenapa anak-anak di kampung (maaf, karena memang benar-benar kampung) tidak kenal Sherina ataupun Tasya. Dan mereka sepertinya memang lebih suka “lagu-lagu bus kota” tadi.

Hiaa! Saya memang hanya bisa menghujat, karna saya prihatin. Saya punya adik yang masih bayi. Tidak terbayang lagu macam apa nantinya yang akan jadi teman masa kecilnya. Lagu-lagu indah yang akan selalu dikenangnya sampai tua atau lagu tipe “short term memory” macam “lagu bus kota” itu!

Sepele, ya cuma lagu. Tapi bukankah musik adalah bagian hidup manusia, yang cukup berperan. Tanpa musik dunia akan “kering”. Kalau musik yang bergema benar-benar (pake sangat) kering kerontang bin gersang, mau jadi apa jiwa manusia? Berpikir lebih parah (*sok jadi Queen of Black emotion*), jadi seperti apa kepribadian manusia nanti?!

Karena itu, dibutuhkan : masyarakat berjiwa indah yang bisa menularkan keindahan pada para penerusnya! Saya-kah? Anda-kah? Silahkan berkarya!

ps. Howee…nanti kalau punya anak, saya ajarin shalawat plus lagu-lagu masa kecil saya plus ciptaan sendiri dah! Liriknya, “Oh….bundaku yang manis, ayah yang bijak, anakmu akan berangkat sekolah. Mohon doa restu….dst dst(belum kepikir 😀 )”

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Commento, D Plus, D Private. Bookmark the permalink.

11 Responses to Takodok, tekotek, cit cuit, tok petok!

  1. gerry says:

    yeeee jadi menang nih gw ceritanya? asiikk…eh ga asik ding ga dapet apa2. eh gw tau tuh Nedy Gampo ato Edy Gampo ya? tu orang mang “sabana tenggen”. Paniang wak kok mandanga lagu-e huahaha gw ingat salah satu lagunya “Manang Buntuik”..
    “Aden bali baruak gadang, tuk kawan den bamain kowa” wakaka lah kanai paja tu mah.
    ngomong-ngomong pas yang ini:
    “Jadi, mulai jam 8 malem sampe jam 10 dia “konser” diiringi petikan gitar oleh oomnya”
    gw bacanya:
    “Jadi, mulai jam 8 malem sampe jam 10 dia “konser” di dinding petikan gitar oleh oomnya”
    ampe ngangak gitu, jadi baca 2x
    btw, salam balik buat Eva nya…hiks yg namanya Eva buanyak banget pas gw SMU

    ______________________________________________
    Dapet dong! Dapet ucapan terimakasih plus senyum manis dari saya 🙂
    Makanya, suruh tuh sapi mengeong baru saya kirim hadiahnya 😆

    Ahahahaha! Yo sabana santiang uda ciek ko mah! Indak tau juo wak mah da, Nedy ato Edy Gampo. Yo itulah inyo pokoknyo. Wehehe, uda Gerry fans inyo yo? 😀
    Oke, beko pas sobok ambo sampaian salamnyo. Btw, ingek ndak iko Eva yg ma? Hayooo? 🙂

    Hehe, bagi yang roaming, maap ya? Sanang basobok urang awak, jadi kalua bahasonyo 🙂

  2. jurig says:

    hehehe … betul itu … akan jadi seperti apa ? …

    “Ma tau den, waden tenggen!“

    wah … dapet quote baru nih … 😀
    *siap-siap kupipes*

    ____________________________________________
    Hoho…masih lanjut nih “jurig is in da house”-nya? Tapi, boljug tuh! 🙂

  3. kurtubi says:

    beginikah jika seorang kakak yang peduli pada adiknya. BEgitu pusingkah mencari nyanyian yang cocok buat mereka… Ada ape sih ni, mau kau jadikan apakah adikmu itu??? menyanyilah dengan suara hatimu… saat kau berpacaran di pantai itu…. menyanyilah buat dia apa saja lagunya. Karena si kecil pasti akan ketawa-ketiwi dalam hatinya, membayangkan bagaimana tingkah polah dan jinkrak2mu kalau sedang dilanda asrama … eh salah ding… tolong betulkan.. 🙂
    ______________________________________________
    Tentu saya peduli, bukan hanya karna saya seorang kakak. Tapi sebagai seseorang yang pernah merasakan indahnya masa kecil beserta lagu-lagu indah yang menyertai pertumbuhan saya. Saya berterimakasih pada mereka, yg sudah menciptakan dan menyebarluaskan lagu2 itu. Dan saya ingin adik2 (sedarah dan tidak) juga merasakan hal yang sama.

    *MODE gila ON*Siapa yg pacaran? Siapa? Hayooo, jgn pacaran kalo tak bernyali!

  4. Ny. Neo-49 says:

    sedihnya…

    saat tman2 seusia saya, saat mereka menikmati indahnya lagu2 eno lerian, trio kwek kwek dll, saya malah mau gak mau kudu ngonsume Lagu2 Guns n Roses, Queen, Skid Row, Megadeth, Metallica, White Lion, Scorpions, Beatles, bon Jovi

    aahhh…andai kakakku sebaik mba Desti…
    _______________________________________________
    Wah, kalo lagu2 itu mah keren mbak. Yang saya maksud yah yg lagu2 “aneh” itu. Liriknya itu..hhh!
    Dan percayalah, saya tidak sebaik yang Anda kira. Tapi kalo manis, iya sih! :mrgreen:

  5. jgn khawatir. saya segera rekaman. rencananya mau rekaman album reliji juga habis itu
    _______________________________________________
    Lho? Bukannya jadi kapten timnas Indonesia? Kerja sampingan yah? Wah kereeeenn! :mrgreen:
    😆
    😆

  6. cK says:

    walah…desti kok masih hafal?? btw jadi keliatan nih angkatan kelahirannya tahun berapa hehe :mrgreen:
    _______________________________________________
    Keliatan masih muda-nya kan? :mrgreen:

  7. aping says:

    tolong BANGET Doenk…ada lagu kodok kaya teks yang diatas gak….?
    g pingin banget donload tugh lagu kodok..buat seseorang yg g sayang bgt…g manggil die kodok…tapi g lom berhasil2 dapat tugh lagu kodoknya…

    kalo ada yang tau donlod di mana….tolong bget yaa..kirim ke email g….

    windhyz1989@yahoo.com

    thanx bget yaaaaaaaa
    ____________________________________________
    Kalo donlot dimana saya gak tau, maap ya. Smoga ada yg baca ini dan bisa bantu kamu.
    Thanks for visiting 🙂

  8. Jei-Yo! says:

    Yang bikin gua seneng sama si BuSet, waktu lagu Radio Si BuSet. No. telepon sama judul lagunya gile benerrrrr!!!

    92387465 1786 8381 7427 53284 3176 5217 4327

    Tabujua lalu tabulintang patah aso hilang duo terbilang Maju Terus Pantang Mundur, Sekali Merdeka Tetap Merdeka….

    Mau yang agak sendu? Di albumnya BuSet yang berjudul Bagurau dalam Lagu, di track 12. Tapi musiknya agak “unik” dengan instrumen alat dapur (sendok, gelas, nampan kaleng) plus 3 gitar. Coba aja….

    Merdeka!

  9. badroez says:

    Anak saya umur dua tahun, namun kalau nyanyi begitu serius dan lantang dengan suara cadelnya. lagunya gini…
    atu kali…akiti atimu asih maapkaan….
    ua kali akiti atimu, asih maapkaannn…..
    api angan…iga kali….angan.oh angann…
    sampai habis…
    katanya yang ngajarin nyanyi itu kakeknya, soalnya dia selalu tiap hari dibawa jalan ma kakeknya naik mobil dan muter lagu itu terus.

  10. warm says:

    mau komen disini ah, biar telat 😀

  11. Rethia Syahril says:

    Yang bener: ada kodok rekotok, rekotok, dipinggir kali, rekotok rekotok, …. Ini judulnya si kodok, yang nyanyiin Ria Enes & Susan. Bisa didapat di youtube, cari aja, ada kok.

    Kalo cit cit cit cuit…itu emang lagunya Joshua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s