Am I Loser?

Hanya seorang pecundang yang bisa mengenali pecundang lainnya.

Bah!

Oke. Aku memang tidak bertanggungjawab. Menelantarkan hal yang nyata-nyata tak kusukai. Padahal dulu aku mati-matian mendapatkannya.

Moody? Bukan alasan brur! Tanggungjawab ya tanggungjawab. Ada hal-hal tertentu yang tak bisa seenaknya kau lepaskan. Hal yang mengatasnamakan pengembanan amanah.

Tak ada yang kurugikan, juga tak ada untung yang kucuri. Segalanya tetap pada titik nol. Tidak bergeser, sedikitpun.

Yakin tak ada yang bergeser? Sudahlah, jangan banyak alasan. Kamu ingkar, tidak bertanggungjawab. Mendekati ambang menjadi seorang pecundang, yang selalu mencari alasan untuk kesalahan, yang berujung pada pembenaran. Terima itu!

Ya, aku salah. Itu yang ingin kau dengar kan?

Pembenaran? Mungkin. Aku egois, seharusnya kau sudah tau itu.

Pecundang? Well, bukankah hanya seorang pecundang yang bisa mengenali pecundang lainnya?

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Private. Bookmark the permalink.

10 Responses to Am I Loser?

  1. cakmoki says:

    *tolah-toleh* Ini tentang apa ya …cinta ? *halah*
    Seperti kebanyakan pilem bollywood gak papa jadi pecundang duluan, belakangan si pecundang menjadi sang pemenang
    __________________________________________________
    Bukan, bukan cinta kok, cak. 🙂
    [MODE pesimis ON]Ah, itu kan hanya di pilem, yg terjun dari lantai 3 masih sehat, ditembakin sejuta kali juga tetep hidup *hiperbolis ah!*[MODE pesimis OFF]

  2. beneran neh bukan ttg cinta ? … sumpah ? …
    .
    .
    hehehehe
    .
    .
    sifat egois kadang kala diperlukan … tapi kalo pecundang … hmmm, itu mah jangan …
    _________________________________________________
    Uh, sumpeh deh, bukan ttg cinta. Eh, gak boleh pake sumpeh2an 🙂
    Hmmphh…they think i’m loser. Then i said,

    Hanya seorang pecundang yang bisa mengenali pecundang lainnya

    gitu…
    Yah… putus dah! 😦

  3. Kang Kombor says:

    Percakapan itu dilakukan dua orang pecundang atau satu pecundang dan satu pemenang? Aku bingung ngikutinnya.
    ________________________________________________
    Tebak? 😦

  4. telmark says:

    dan cuma seorang juara yg bisa mengenali jagoan lainnya ?
    pecundang, dilain waktu, bisa menjadi seorang master besar. 🙂
    _________________________________________________
    Yeah! Gak tau jg. Emangnya ada stempel di wajah orang ya apakah dia loser or winner?*halah, diperpanjang!*

  5. deKing says:

    Emang kodoknya belum ketemu? 😀

    they think i’m loser. Then i said,….
    gitu…
    Yah… putus dah!

    Busyet…ternyata Desti putus dengan mereka…
    Ini playgirl atau poliandri kakakakak….
    *lari dulu
    ______________________________________________
    *lempar bom ke om deking*
    Weee…bukan ttg itu 😦
    Oya, kodok saya lagi cuti, menikmati hasil show dia kemaren :mrgreen:

  6. suandana says:

    berarti, pencari kodok ini dibilang loser, terus balas menuduh yang tadi menuduh loser, sebagai loser juga?
    — kok ribet banget ya bahasanya?
    ________________________________________________
    Tebak? Sila disimpul sendiri *halah*
    ________________________________________________
    ah, anyway, loser atau bukan, semua tergantung pada cara pandang terhadap diri sendiri…
    **eh, ternyata mode sok bijak-nya sedang ON, matiin dulu ah…
    ________________________________________________
    Iyakah?*liat cermin* Hey, i’m not loser, dude!*ngomong ke cermin*

  7. kurtubi says:

    puas..? puas? puas? kok gak ada kata2 itu sih jeng…
    btw… ini sisa2 cerita dari pantai menuju lab-kah?
    ________________________________________________
    Bukan. Ini cerita lain. Yg itu mah hepi2 wae 🙂

  8. Ma!!! says:

    Menelantarkan hal yang nyata-nyata tak kusukai

    Ma sih dengan bangga dan senang hati -ga seseneng itu sih- meninggalkan yang Ma ga suka,, mo orang bilang apa kek,,
    egois ya?
    ______________________________________________
    Egois itu wajib perlu, seperti kata teh jurig 😀

  9. 9racehime says:

    sumhow saya stuju tuh,,,hanya pecundang yg mengenali seorang pecundang,,,
    dengan kata lain berarti saya ini pecundang sejati dong,,,?
    soalnya buat saya for sum reason smua manusia itu memang pecundang,,,,
    ____________________________________________
    Oya? Rela dibilang pecundang?
    Hmm…bener juga kayaknya yang bilang, tergantung bagaimana melihat diri sendiri. Tapi kalo boleh tau, kenapa beranggapan semua manusia itu pecundang?
    Bedewei, trimakasih sudah mampir, salam kenal! 🙂

  10. hmcahyo says:

    numpang mampir aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s