Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

We Talk about The F Things

Perhatian : Postingan mellow dan naif! Sampah™! (Emang kapan sih gw gak nyampah, eh?!!)

tired.jpg

Picture from here

Saya akan memberikan beberapa ilustrasi, berupa beberapa gambar dan tulisan pengantar. Kalau berkenan, mohon dilihat dan dibaca terlebih dahulu

.kucing   sist.jpg   hands

de.jpg

Sudah dibaca? Oke. Lalu saya ingin bercerita. Apa? Bosan? Gak papa, langusung tutup aja. Gak usah membaca apa yang anda tak suka, cuma bikin pusing kan?🙂

 Anda sudah diperingatkan lho! Yah..silahkan lanjut kalau yakin😉

Terbilang seorang anak muda, sebut saja si Bodoh. Si Bodoh ini murid kelas tiga sebuah SMA swasta berasrama. Menjelang saat-saat kelulusan, salah seorang teman si Bodoh ini mengedarkan buku, yang sebut saja Buku Kenangan. Masing-masing murid kelas tiga, yang jumlahnya tak seberapa, diberi kesempatan untuk menulis kesan-pesan tentang pemilik buku, kata mutiara, tentang diri sendiri, apa sajalah, di Buku Kenangan itu.
Tiba giliran si Bodoh. Dia menuliskan sedikit kesan-pesan untuk si empunya buku. Lalu, karena kebanyakan teman menulis tentang persahabatan plus kata-kata “Don’t Forget Me”, si Bodoh pun menulis sekelumit apa yang ia rasakan tentang persahabatan.
Setelah itu, giliran teman lain yang menulis di buku itu. Tulisan si Bodoh pun dibaca oleh si Teman ini, sebut saja D. And guess what? Dari raut mukanya, kelihatan bahwa D merasa kecewa atas apa yang ditulis si Bodoh.
Apa yang ditulis oleh si Bodoh? Kurang lebih begini,
“Aku merasa teman dan sahabat itu berbeda. Dan, sampai saat ini, aku belum merasa menemukan sahabat. Kalau teman sih, banyak. Sahabat itu punya arti mendalam. Tapi, entahlah kalau orang menganggap diriku sebagai sahabat. Itu terserah mereka…”

Anda lihat? Wajar saja si D kecewa terhadap si Bodoh. Memang benar-benar bodoh karena dengan gampangnya dia menyakiti hati orang yang sudah mempercayai dan menganggapnya sebagai sahabat. Bodoh!Dan saya akui, sayalah si Bodoh itu. Saya tak mau membela diri dengan mengatakan itu dulu, atau apapun alasan tentang definisi sahabat bagi saya.

Entah kenapa, belakangan ini saya banyak berpikir tentang hubungan antar-manusia yang ternyata tidak sesederhana yang saya kira. Tapi kalau dibilang terlampau kompleks, toh kita juga bisa menjalaninya sehari-hari.

Dan ingatan saya langsung tertuju pada masa itu, ketika secara tidak sengaja saya menyakiti hati seorang teman. Dengan entengnya, dan terselip sedikit rasa bangga karena merasa tak butuh orang lain. Saat itu, saya akui, bahwa saya merasa harus hidup dengan kekuatan sendiri. Jangan pernah terikat pada orang lain. Pokoknya, begitu bangga pada diri sendiri. Ah, sulit menjabarkan bagaimana isi kepala saya saat itu.

Dan sekarang, prinsip saya itu berubah?

Hmm.. gak tau juga. Saya cuma bisa bilang, mudah-mudahan saya bisa jadi orang yang tidak menyakiti hati orang lain, sebisa mungkin tidak. Sebisa mungkin jangan berbuat jahat pada yang lain. Saya tidak mau mengkotak-kotakkan mana yang teman, mana yang sahabat. Terus-terusan berpikir, apakah benar dia teman sejati saya, tidak akan mengkhianati saya?

Capek, waswas seperti itu. Namanya juga manusia, pasti pernah berbuat salah. Dan kalau ternyata nanti ada yang menyakiti, yah… liat saja nantilah.

Ah, terlalu mellow dan sok romantis..😦

Biarlah. Terakhir, saya ingin meminta maaf pada teman saya itu.

Maaf ya… 9 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah hubungan antar-manusia. Dan, untuk waktu selama itu, untuk apa yang sudah pernah terjadi, baik-buruk, senang-sedih, marah-kecewa-bahagia, untuk semua cerita yang sudah pernah kita bagi, untuk semua airmata yang pernah kamu tumpahkan, untuk airmata yang tak pernah mau kutunjukkan padamu, AKU MINTA MAAF… Maaf..

Dan, untuk semua teman yang baru ataupun sudah beberapa lama saya kenal, lewat WP, chat, saya juga minta maaf, untuk segala kesalahan, perkataan yang menyakiti, Maaf..

Untuk semua, Temans, Maaf Atas Segala Kesalahan… Maaf…

 

14 comments on “We Talk about The F Things

  1. itikkecil
    August 9, 2007

    pertamax…..
    banyak orang yang kuanggap sahabat ternyata menganggapku bukan siapa-siapa. Tapi ya, mungkin juga salahku karena memang aku suka sekali mencela orang…..
    Dan yang namanya sahabat pasti tahu kalo yang namanya manusia pasti pernah buat salah.
    _______________________________________________
    Kalo cela-celaan untuk bergurau kayaknya biasa itu mbak. Mempererat persaudaraan malah:mrgreen:
    Pokoknya saya mau minta maaf sama smuah! Maaf ya mbak..🙂 Maukan maafin saya? Mbak Ira baek deh!🙂
    Saya tidak ingin lagi berbuat bodoh & nyakitin orang..

  2. Joerig™
    August 9, 2007

    kalo memang sahabat punya arti yg lebih mendalam drpd teman, pasti seorang sahabat selalu membukakan pintu maaf-nya bagi sahabatnya.
    _______________________________________________
    Sebesar apapun kerusakan yang diakibatkan kesalahan itu? Uhmm.. mudah2an dia mau maafin saya ya, teh..

  3. sagung
    August 9, 2007

    ya saya maafkan. TEnang aja, jangan panik, apalagi histeris.

    Sahabat selalu saling memaafkan koq.
    _______________________________________________
    Hehe, makasih deh udah dimaafin🙂

  4. caplang™
    August 9, 2007

    sahabat sejati bukan teman sehati [Netral]

    ya seperti yg udah ditulis itu
    sahabat sejati yg bisa ngertiin baik buruknya
    kalo yg sehati ya cuman setia sesaat
    _______________________________________________
    Sehati setia sesaat? Wah.. kirain sehati itu pasti sejati *halah!*

  5. dnial
    August 9, 2007

    Memang, swikee lebih enak dinikmati berdua…😈
    _______________________________________________
    *hajar daniel, tendang, siram pake saos, panggang!* Masih eneg tau, liat yg kemaren👿

  6. talkwithme
    August 9, 2007

    hmh si D itu sapa yah hehe?penasaran
    aduh terharu deh des.
    emang kadang suka bingung ya soal begituan. tapi gini deh,bukan maksudnya kalo kita ngotak2in mana yang temen mana yg sahabat.
    tapi gini, yang namanya sahabat itu pada akhirnya nanti bener2 terseleksi sendiri.oleh apa?oleh waktu tentunya.
    kalo temen itu juga bisa dibilang sahabat,tapi kalo sahabat itu kaya punya porsi sendiri..ibaratnya yah,kalo kita punya satu ruang,yang bener2 private,cuma sahabat aja deh yang bisa masuk. gitu
    masalah ngaku sahabat ato enggak itu no big deal kan, belum tentu juga si kipot itu nganggep aku sahabat ato wathever-lah,yang jelas sejauh pertemanan versi aku,dia itu sahabat yang baik.
    yang penting dinikmatin-lah..

    duh kok aku brasa ngeblog di blog kau yo des?
    hihi.des aku dak jadi KP di krinci!mepet nian.sial
    _______________________________________________
    D itu yg sering pulang pesiar bareng aq itu lho, Vit. Pasti kenal lah.
    Itulah, Vit. Aq gak mau ngelabel2in apapun, yang penting tidak nyakitin dan berusaha tulus sama mereka. Yg baek2 dan enak2 ajah. Jadinya bisa nikmatin…
    Hehe, bukan ngeblog di blog-qu, tapi berkomentar yg membuka wawasan *halah! GeeR nanti nih anak*
    Krinci? Mo deket2 mamahmu ya? Kalo gak bisa, ke Padang ajah! *saran gak mutu*:mrgreen:

  7. talkwithme
    August 9, 2007

    tapi prinsip “HIDUP DENGAN KEKUATAN SENDIRI”,aku setuju nian-lah.
    walaupun kadang2 harus dilengkapi dengan kekuatan temen2+sahabat.
    kan di PPKN *ahuy taun kapan tuh,kita harus hidup saling tolong menolong dan membantu nyahahaha.
    _______________________________________________
    Jawaban paling sering kutulis pas ulangan PPKn itu : tenggangrasa, tolong-menolong, dan sejenisnya:mrgreen:

  8. Rizma
    August 9, 2007

    Ma juga suka gitu lho dulu,, bilang kalo orang yang ada di sekeliling Ma itu temen ato kenalan,, dan ga pernah bilang sahabat, tapi Ma ga pernah bilang di depan orang orang masalah itu,,
    Masalahnya buat Ma label sahabat itu big deal banget,, masalahnya juga buat sebagian orang mereka seneng bilang sahabat dan pastinya pengen buat dianggep sahabat balik, tapi ga bersikap selayaknya sahabat,, makanya Ma suka males,,

    Sekarang jaman kuliah ini, Ma jadi agak lebih terbuka masalah temenan dan sahabat ini,, emang jadinya lebih sering sakit,, karena Ma bakal berlaku kaya sahabat sama orang yang Ma bilang sahabat, tapi mereka yang ngaku sahabat ga segitunya sama Ma,,

    emang kesel,, tapi Ma jadi banyak belajar,, Desti juga bakal banyak belajar kok dari itu,,😀
    ________________________________________________
    Iya mbak Ma. Mungkin karena perubahan waktu, ketemu berbagai macam orang, sedikit banyak pendapat saya tentang berbagai hal juga sedikit-banyak berubah. Salah satunya masalah ini.
    Thanks ya mbak Ma *masih butuh banyak belajar*🙂

  9. Akbar Kadabra
    August 9, 2007

    susahnya ya kayak gitu, kadang ada kejadian kita nganggep seseorang tuh temen biasa tapi ternyata orang itu nganggep kita sahabat, juga sebaliknya.
    counfusing confusing… (a la shahrukh khan dalam film kuch kuch hota hai)
    _______________________________________________
    Ha.. ini anak penggemar pilem India jg ya?🙂
    Makanya, daripada capek mikir mereka ini sahabat ato temen, mending berbuat baik, tulus dan tidak nyakitin mereka sajah.. *wish can do it*

  10. Mrs. Neo Forty-Nine
    August 10, 2007

    Ah, mba Desti Hebat kok…
    minta maaf bukannya hal yang mudah bukan?

    *aah…gambar kucingnya…*
    _______________________________________________
    Memaafkan juga bukan hal yang mudah..
    *mdh2an saya dimaafin*
    Untung Siwi gak inget utk nyiksa kodok lagi:mrgreen:

  11. mataharicinta
    August 10, 2007

    sahabat..sahabat….
    dikampus tercinta juga punya 9 orang temen kesayangan.s aking deketnya sampe-sampe kami dibilang tim roket lantaran formasinya yang memang mirip roket kalo lagi jalan. aseli sobatan dari taun 1 sampe udah pada mau wisuda ini.
    meskipun begitu, bukan berarti kami gak pernah bermasalah.
    dan hari ini, saya baru sadar saya baru aja menyakiti salah satu sobit saya itu.

    *sibuk sms, buat minta maaf*
    _______________________________________________
    yak! Smoga langgeng trus sama sahabat2nya itu🙂

  12. suandana
    August 12, 2007

    teman dan sahabat… T_T
    _______________________________________________
    Knapa? Inget kenangan lama ya mas?😀

  13. undercover
    August 19, 2007

    Bahan renungan yang menyentuh dan menohok mba.
    Tapi saya percaya, yang namanya sahabat itu berlimpah maaf untuk sahabatnya. Jika kita memang tidak bisa menyenangkan semua keinginan orang lain meski dia sahabat sekalipun, sahabat akan mengerti bahwa menyenangkan orang lain terkadang tergantung kepada kepentingan. Dan sahabat biasanya toleran terhadap kepentingan sahabatnya.
    _______________________________________________
    yah..smoga dia emang mau maafin saya. Tapi, saya jg ngerti kalo kesalahan itu nantinya gak bs dilupainnya, krn hatinya udh terlanjur luka dan bisa aja ninggalin bekas.. *mellow*
    Thx ya🙂

  14. Pingback: Lo Buat Malam Indah Gw Berantakan!! « Mahasiswa Dalam Tempurung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 9, 2007 by in D Private.
%d bloggers like this: