Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Berbuat Baik Itu.. Sulit Ya?

Percaya tidak, berbagi kasih, cinta dan kebaikan itu membuat kita bahagia? Tak heran banyak pihak yang berlomba-lomba berbuat “kebaikan”😉

random-acts-of-kindness

Sudah lama saya ingin mengomentari hal-hal semacam ini. Sewaktu pemberitaan tragedi zakat di Pasuruan, masyarakat yang antre di depan rumah pejabat saat Idul Fitri karena berhembus kabar si pejabat akan bagi-bagi “THR”, sampai yang baru-baru ini terjadi, antri pembagian daging kurban, yang kisruh maupun yang berjalan lancar.

Inti permasalahannya menurut saya sama : lemahnya Budaya Antri dan kuatnya Budaya Gratisan. Dimana ada kabar ada pembagian sembako gratis lah, thr lah, kaos lah, apapun yang gratis, pasti akan ada saja yang berbondong-bondong datang, walau kebenaran beritanya masih belum jelas (seperti antrian di rumah wapres saat Idul Fitri lalu).

Uang/barang/daging yang dibagikan tak seberapa, tapi kok ya mau-maunya ngotot berebut seperti itu..

Ya, komentar semacam itu pernah terbersit di benak saya. Tapi suara lain di otak saya bilang, “Des, kamu kan ndak tau perasaan orang yang belum pernah makan daging karna ndak mampu beli, belum pernah megang uang lebih dari 30 ribu sehari, pakaian baru saat Hari Raya cuma mimpi, atau lebih memilih ngelem ketimbang makan karna sudah sangat ketagihan.. Kamu ndak tau kan? Berempati kamu bisa, tapi yang seberapa kuat motivasi untuk berbuat ‘hal (yang menurutmu) konyol’ kamu ndak tau. Jangan keburu menghakimi!”

Degradasi moral kah? Sebegitu parahnya kah dampak kemiskinan? Atau.. ah tak tau lah saya. Sampai saat ini, saya cuma bisa miris😦

Di sisi yang berbeda, ada para pemberi/donatur/si kaya (terserah istilahnya). Untuk pihak ini, saya sempat berpikiran negatif ;

Kalo mau berbuat baik/sedekah/zakat jangan riya’ dong! Apa salahnya sih kalo zakatnya/sedekahnya diantarkan saja ke rumah masing-masing fakir miskin. Perkara sulitnya sarana, ya ampun.. ente kan kaya! Jumlah yang disedekahkan berkurang  gpp asal jangan jadi kisruh dan malah menimbulkan korban! Bayar orang kek untuk meng-organize, kalo perlu sewa EO!😛

Itu murni komentar spontan, yang rasanya juga kurang tepat, main emosi sih:mrgreen: Nyatanya, memang tak segampang itu. Tidak semua orang yang mau berbuat tahu bagaimana menyalurkan kebaikannya dengan baik dan benar. Tidak semua orang juga perduli bagaimana menyalurkan “kebaikan”nya dengan sungguh baik dan benar. Bahkan, ada yang sudah berusaha dengan cara benar, tapi hasilnya kurang baik (di mata orang lain).

Tuh.. berbuat baik itu.. sulit ya? Karena niat saja, belum tentu cukup. Untuk berbuat baik pun kadang perlu “ilmu”. OKI, saya menyarankan bila ada yang akan menyelenggarakan kegiatan amal, tolong diatur sedemikian rupa. Bila belum mampu, bisa serahkan saja pada pihak yang lebih berkompeten. Saya belum tau pasti, tapi kan ada tuh Rumah Zakat yang menyalurkan daging kurban yang telah diolah. Pun memang ingin menyelenggarakan sendiri, sekali lagi ya pelaksanaannya bisa lebih tertib. Sewa aparat banyak-banyak kalo perlu:mrgreen:

—————————————-

Ada dua hal lagi;

  • Di tempat saya, pembagian daging kurban ndak sekisruh itu. Panitia sampai menunggu orang yang mau ambil, bahkan ada yang sampai diantar ke rumah si penerima. Berita seperti ini kok ya terpusat di daerah tertentu saja ya? Tanya kenapa?😐
  • Saya sempat punya pikiran konyol, gimana kalo untuk mengatasi orang-orang yang tidak sabar ngantri itu, mereka dibuat betah saja. Dirikan tenda supaya mereka tidak kepanasan, kalo perlu sediakan kursi plus televisi biar mereka ndak bosan. Air minum ato cemilan mungkin perlu kali ya… lumayan buat mengganjal perut😛 Apa? Rugi? Seperti kata saya di atas, gpp keluar duit “dikit” daripada timbul kejadian gak enak yang malah mencoreng publisitas, ya tho?😆

Duh.. tetep aja ndak tahan untuk komentar macem gini, padahal awalnya niat posting agak seriyus:mrgreen:

ps. Sewaktu-waktu postingan mungkin di-update, karena saya masih mencari link-link yang terkait😉

10 comments on “Berbuat Baik Itu.. Sulit Ya?

  1. adit-nya niez
    December 11, 2008

    Saya pernah jadi panitia pembagian qurban. Itu emang mustahiknya pada gak sabaran. Malah ada yang kurang ajar, ngambil 2 jatah sama ada yg pake kupon palsu.

    Makanya tahun berikutnya pembagiannya disebar ke beberapa titik dan yang bisa ngambil cuma orang2 yang udah kedata aja di panitia.

    Dirikan tenda supaya mereka tidak kepanasan, kalo perlu sediakan kursi plus televisi biar mereka ndak bosan.

    Nanti malah TV nya yg diembat…😆

    Btw, itu niez udah posting tuh…😉

  2. jensen99
    December 11, 2008

    Budaya antri? Gak salah Des? Bukannya kalo antri malah gak bakal ricuh/saling injek?
    Budaya susah ditertibkan dan menertibkan diri…😐

    Untuk berbuat baik pun kadang perlu “ilmu”.

    Jelas sekali itu. Setidaknya si pemberi harus tau siapa sasarannya, bukan metode “siapa duluan dia yg dapet”.😛

  3. warmorning
    December 12, 2008

    niatnya bagus dan baik,
    kenapa ga dibagiin langsung saja ya ?
    seperti khalifah Umar yang rela menggendong sendiri sekarung gandum buat rakyatnya yg kelaparan …

  4. suandana
    December 12, 2008

    Mungkin memang sulit…😦

  5. dnial
    December 12, 2008

    Saya sempat punya pikiran konyol, gimana kalo untuk mengatasi orang-orang yang tidak sabar ngantri itu, mereka dibuat betah saja. Dirikan tenda supaya mereka tidak kepanasan, kalo perlu sediakan kursi plus televisi biar mereka ndak bosan. Air minum ato cemilan mungkin perlu kali ya… lumayan buat mengganjal perut😛

    Trus kalau mau nonton tipi, duduk dan makan cemilan harus antri lagi…

    Dooohh!!!

  6. itikkecil
    December 12, 2008

    Mungkin juga karena ada ketidakpercayaan, kalau orang lain bisa melaksanakan sesuai kehendak mereka. atau yang paling parah, takut ditilep…

  7. indra1082
    December 15, 2008

    Berbuat baik itu mudah…Kalau Niat!! hehehehe

  8. Takodok!
    December 15, 2008

    @adit-nya niez

    Makanya tahun berikutnya pembagiannya disebar ke beberapa titik dan yang bisa ngambil cuma orang2 yang udah kedata aja di panitia.

    sepertinya memang lebih baik begitu dit, jadi lebih tepat sasaran. Permasalahannya kalau jumlah yang dibagikan itu memang besar-besaran, panitianya harus lebih siap🙂

    Nanti malah TV nya yg diembat…

    sewa aparat dumz😛

    @jensen99
    eee.. maksudnya saya kurangnya budaya antri.. udah diedit, tengkyu ya🙂

    Setidaknya si pemberi harus tau siapa sasarannya, bukan metode “siapa duluan dia yg dapet”.

    maka budaya antri adalah solusinya😉 berhubung susah diterapkan, maka pihak donor-nya harus lebih “galak”, cerdas dan “gahar” daripada pengantri yang bandel itu:mrgreen:

    @warmorning
    ya itu om.. sayangnya keterbatasan sarana adalah hambatannya, katanya..😦

    @suandana
    iya, tapi beberapa daerah ndak serusuh itu mas. Apa distribusi masyarakat kurang mampunya tidak merata ya?😦
    Sulit, tp setidaknya harus berusaha dicari solusinya kan?😉

    @dnial
    kalau membludak, emang iya.. makanya mereka harus pilih, santei2 ato jatah kurban?😛
    Gak lah, metode pengalih begini memang kedengaran konyol, saking sebalnya saya melihat berita semacam ini😕

    @itikkecil
    nah itu! Mau tak mau kadang saya jadi su’udzon sama mereka mbak.. contohnya pembagian dana alokasi subsidi bbm itu (lupa namanya:mrgreen: ). Kata tante saya, “Ngapain mereka rebutan di hari pertama gitu, padahal kan pembagiannya ada beberapa hari, dan kalo sudah dapat kartu kan memang sudah ada jatahnya. Takut benar kehabisan,”
    Miris..

    @indra1082
    niat yang dibarengi “ilmu” menurut saya😉

  9. warmorning
    December 19, 2008

    kalo soal alesan, ndak ada habis2nya
    ah manusia manusia.. ck ck kck

  10. Takodok!
    December 19, 2008

    ah.. orangtua satu ini memang bijak..:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 11, 2008 by in D Commento and tagged , , , .
%d bloggers like this: