Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Catatan Awal Tahun : Antara Dementor dan Lingkar Teman

Peringatan dan Perhatian : Panjang lhooo:mrgreen:

Ilustrasi :
Beberapa minggu lalu seorang teman yang sudah lama tidak kedengaran kabarnya tiba-tiba menghubungi saya. Dulu kami lumayan berteman akrab. Dia tau cerita saya, saya pun sering menjadi pendengar keluh kesahnya. Namun, semenjak pertengahan saya duduk di bangku kuliah kami sudah jarang berkomunikasi. Faktor jarak, kesibukan, juga yah… masing-masing dari kami berubah. Itu pasti dan wajar.

Nah minggu siang itu, dia, yang mengirim sms pun jarang, menelpon saya. Lumayan lama lho, sekitar 1 jam-an lah. Awalnya sih canggung, percakapan hanya sekedar basa-basi, berputar-putar dalam pengulangan. Dugaan saya sih, dia sedang merasa bosan, sepi dan tiba-tiba teringat teman lama lalu menghubungi saya. Bisa ditebak, ujung-ujungnya ya.. curhat.

Sebagai mantan bantalan curhat, saya iya-iya aja mendengar ceritanya. Tanggapan paling ; oh ya? Uhuh.. gitu ya? Trus?:mrgreen:

Sampai pada satu titik dia berkata seperti ini ;

“Enak lah kamu, masih bisa kuliah S1 dibiayain orangtua,”

WHAT?!

Helloooooo! Excuse me , Lady! Hal semacam itu bukan lah sesuatu yang bisa dibanggakan kayaknya. Apa coba, kuliah, S1? Sarjana udah bejibun, bos! Dibiayain ortu? Oh my, kalo bisa mandiri mah aku juga mau. BANGET! Manja gak pantes dipamerin deh! Nambah beban perasaan di hari minggu aja sih!👿

Terus terang, saya jadi panas demi mendengar sebaris kalimat tsb. Lontaran kata-kata bak air bah pun meluncur dari mulut saya. Saya yang mulanya kalem aja tiba-tiba dicurhatin jadi berbalik galak dan sok nasehatin, padahal saya tau dia cuma ingin cerita dan melepaskan rasa sepinya.

Semestinya saya cukup berperan jadi pendengar saja karena itu yang dia butuhkan. Saya tau itu. Tapi.. ya gak bisa. Sorry menyori yah, orang yang TA nya kacau memang lagi agak sensi sekarang😛

Sekarang saya agak menyesal sudah sebegitu galak ke dia. Bahkan telpon darinya pun saya putuskan dan tidak saya angkat-angkat ketika dia mencoba menghubungi lagi. Panas bo’, sumpah! Permasalahannya masih yang lama, itu-itu juga. Kurang percaya diri dan menganggap diri rendah.

FYI, dia sudah kerja, PNS, masa depan kalo saya bilang bisa cerah deh. Apalagi dia anaknya ulet, bertanggungjawab, dan rajin. Dia aja sudah bisa membantu ekonomi keluarganya sekarang. Pendidikan ‘cuma’ D3? Hayyah, itu bisa disiasatin lah. Mau kuliah lagi nanti juga bisa. Harusnya tuh AKU yang IRI sama SITU. Kurangnya dia ya itu; kurang percaya diri dan rendah diri, karena sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Okelah, itu masalah dia. Saya sudah cukup memberikan pandangan ke dia, selanjutnya ya terserah. Tapi dari percakapan itu, ada beberapa catatan untuk diri saya sendiri. Mudah-mudahan bisa saya terapkan, minimal untuk diri sendiri dulu deh, syukur-syukur kalo bisa bermanfaat bagi yang lain:mrgreen: ;

Pertama, alhamdulillah ternyata masih ada yang kagum dengan hal yang seharusnya-tidak-dikagumi-dari saya😛 . Berarti saya masih beruntung, sangat malah. Masih punya ortu yang jarang menuntut dan sangat percaya pada anaknya. Alhamdulillah, dan saya harus lebih rajin bersyukur. Penyakit kurang bersyukur sudah akut nih dan susah menghilangkannya. Maunya liat lebihnya orang dan cenderung mengasihani diri😐

Kedua, berkaitan dengan profesi bantalan curhat:mrgreen: Selama ini, sadar atau tidak, saya sering menghibur partner curhat yang sedang down dengan metode “pamerin semutnya orang”[i].

Contoh nih ; si A curhat kok dia susah banget mau lulus (yaelah contohnya🙄 ) sedangkan si B kok cepet banget ya. Si C juga, mulus-mulus aja jalannya. Atau si D, teman dari univ lain, beda jurusan, juga sudah lulus, sudah dapat kerja malah, padahal dulu dia kan gak pinter-pinter amat. Kalimat, “Semua Indah pada Waktunya” tidak selalu mempan loh. Kadang dengan mencela objek iri hati, si partner bisa sedikit lebih ceria.

Maka keluarlah kata-kata jahat macam, “si B kan emang gampang bidangnya. Lah, 2 minggu aja kelar kok kerjanya. si C? Bapaknya kan kaya (apa hubungannya?🙄 ), si D? Please deh, anak **** (anggap aja sensor😛 ) kok disebut-sebut sih?” Lalu dua makhluk ini tertawa dan sedikit terhiburlah hatinya.

Yang paling parah kalau malah mengumbar “semut” sendiri. Maksud hati mau menghibur si partner dengan menunjukkan kurangnya saya, eehhh.. malahan desperate sendiri jadinya. Padahal, tanpa disadari kami sudah menjadi Dementor! [ii]

Ini yang musti saya ubah. Daripada mengumbar kejelekan (yang malah sering tidak berdasar), lebih baik hibur hatinya dengan hal-hal positif. Atau, diam aja! Mending gak usah ngomong apa-apa. Lebih bagus lagi gak usah curhat-curhatan sekalian! Hahaha, makan tuh susah hati sendiri!😈
Gak deng, becanda:mrgreen: Pokoknya ya Des, stop talking negative things!

Ketiga, tentang lingkar pertemanan. Tanpa bermaksud membeda-bedakan, secara alami teman itu terklasifikasi. Ada yang cuma kenalan, teman semusim, teman having fun, teman curhat dan waktu senang dilupain, teman kapan butuh, sampai teman yang dianggap soulmate. Sah-sah aja. Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan mereka mau anggap saya teman macam apa. Saya cuma mau jadi orang baik, kepada siapa pun. Amin. Tapi harus saya akui, saya juga punya lingkar pertemanan, sebuah lingkaran dimana saya nyaman berada di dalamnya. Wajar kan ya?

Nah, kembali ke topik awal, teman saya tadi punya kecenderungan membandingkan diri dengan orang-orang di luar lingkaran pertemanan kami. Orang-orang tsb memang cukup kami kenal, berasal dari tempat yang sama, tapi.. ya tadi, tidak satu pergaulan. Saya juga pernah merasa minder dengan mereka. Itulah sebabnya saya tidak bisa terlalu akrab dengan beberapa di antaranya, tapi lumayan bisa bercakap-cakap dengan sebagian lain. Wajar kan ya?

Oke. Terus? Ya.. terus, menurut saya bodoh kalau merasa tertekan dengan orang yang bukan siapa-siapa kita. Membandingkan diri dengan mereka yang entah-kenal-entah-tidak dengan kita rasanya mah USELESS! Oke, kalau bisa memotivasi, kalau sebaliknya? Siapa dia emangnya? Ngasih makan ndak, ngasih duit ndak, pacar bukan, teman gak tau deh iya apa bukan:mrgreen:
Kecuali nih, situ punya something special dengan dia. Secret admirer yang bersangkutan misalnya? Atau punya kecenderungan berkompetisi dengan orang yang diam-diam ditaksir? Hihihihi😆

Pokoknya lagi ya Des, jangan biarkan orang asing mengganggu ketenanganmu! Membandingkan diri itu tidak sehat! Lebih baik belajar dari “kesuksesan” mereka. Kalau tidak bisa, ya sudah. Toh kalian berbeda jalan. Kamu gak bakalan bisa buat semua orang suka padamu. Kenapa juga bercapek-capek hati karena orang yang bahkan tidak sadar kamu ada, oke?😉

Maaaakkkkk.. panjang buener curcolnya!😆

Notes:
[i] disadur dengan sembarangan dari pepatah “Semut di sebrang pulau keliatan, Gajah di pelupuk mata tidak keliatan”. Definisi bebasnya ; semut = kejelekan, kelemahan

[ii] courtesy to mbot ^^

19 comments on “Catatan Awal Tahun : Antara Dementor dan Lingkar Teman

  1. adit-nya niez
    January 9, 2009

    Emang lebih enak ngeliat ke bawah yah. Dengan ngeliat ke bawah pasti kita jadi lebih mudah bersyukur…:mrgreen:

  2. Takodok!
    January 9, 2009

    tapi harus balance sih dit. Musti hati-hati juga, salah2 malah bisa sombong🙂

    Pengennya sih jangan sering membandingkan diri dengan orang, lebih baik belajar dari mereka, tapi bukan membandingkan. Bingung ya? Hehehe, tau lah maksud saya:mrgreen:

  3. dnial
    January 9, 2009

    Double post?
    Wekekekeke……..

    Nggak kesepet tuh…
    Biasa aja. Tarik napas, hitung sampai sepuluh, jika masih kesepat ya tonjok saja..

    Rasanya aneh aja kalau sudah membandingkan hidup, dan rasa syukur dan lebih baik yang semu gara-gara ada orang yang nasibnya lebih jelek juga nggak baik.

    Kata orang Belanda sih, setiap orang memikul salib sendiri, maksudnya hidup semua orang itu ada susah dan senangnya. Ngapain dibanding-bandingin?

    Trus… gimana TA-nya?😈

  4. Takodok!
    January 9, 2009

    Makasih ya udah perhatian sama aku😈

    Poin jgn membandingkan itu aku setuju. Tapi, susah jg lho kadang.. *komen pake hape males pjg2*😛

  5. chrisibiastika
    January 9, 2009

    Aku kangen chatting geblek gak penting ama kamu des T_T kangen ketawa2, biarpun belom pernah ketemu. Huhuhuhu

    *peluk peluk*

  6. warmorning
    January 10, 2009

    Gile aja ya, tp intinya kita punya kelebihan & kekurangan masing2 yg sebenernya ga valid utk dibanding2in, wong udah trademark masing2,
    eniwei sudut pandang ttg semut itu Dahsyat, non !!
    Soal TA mu, no komen dulu deh, ente pasti bs menyiasatinya, kan ente sendiri ahlinya. Ok

  7. jensen99
    January 12, 2009

    Kalo sedang punya masalah, orang kadang cenderung merasa dirinya yang paling susah dibandingkan orang lain. Padahal selain tiap orang pasti punya masalah (sperti kata dnial), kemampuan nanggungnya juga beda2. Hal yang sama bisa ringan buat Desti, tapi bisa berat buat dia. Lha wong levelnya emang segitu?😉

    Tapi kesimpulan Desti oke banget deh, yang penting bisa disampaikan tanpa grumble-grumble™, status sebagai bantalan curhat top emang layak kok.:mrgreen:

  8. Takodok!
    January 13, 2009

    @chrisibiastika
    iyah.. jadwal kita bentrok terus ya *halah*
    mudah-mudahan taun ini kita bisa ketemu ya kriyis, amiiinnnn! ^^

    @warmorning
    ah, entah kenapa di saat orang lain percaya bahwa say bisa, saya nya sendiri yang tidak yakin😐
    anyhoo, thax om ^^

    @jensen99
    saya malah tidak bangga menyandang predikat itu😆
    yup, saya sadar juga pernah bergitu. Dan ternyata, kebiasaan membandingkan kesulitan ini susah bener hilangnya😦

  9. kocu
    January 14, 2009

    memang yg tepat itu menjaga keseimbangan,

    disaat susah mari kita melihat ke bawah untuk bersyukur dan ke atas untuk memotivasi,

    tapi disaat berhasil mari kita melihat ke bawah untuk berbagi dan ke atas agar tidak sombong (^_^)

    Saya jg setuju kita tidak perlu jg sampai membanding2kan, karena toh memang tidak ada yang sama🙂

    salam kenal,

  10. Ina
    January 15, 2009

    ini postingan soal apa sih???

    Kok panjang amat.. *nga merhatiin peringatan*
    😛

  11. anji_en
    January 16, 2009

    stlh lama g mengunjungi halaman mu teman..aq mmbaca curcolmu itu cinta..aq turut prihatin dgn apa yg kmu alami.. GAK enak bgt emg klo di banding-bandingin..(siapa elo ngebandingin hidup gw dgn hidup elo, lebih baik jalani hidup masing-masing aj..pengen bgt dh aq bantuin drmu blg seperti itu sm teman mu itu..) tapi yah, mw gmn lg kan des..namanya juga teman..mereka datang untuk sekedar meminta dukungan..gpp lah sdikit sakit hati demi kebahagiaan temanmu..(walaupun cuma kebahagiaan sesaat bwt dia). tp jgn sering2 dh, blg lgsg aj des klo dia (again) bersikap kyk gt lg.. bisa maen hati.. (maksudnya:bisa2 qt sensi terus stiap kali dia curhat)

  12. Takodok!
    January 16, 2009

    @kocu
    Yup, idealnya memang seperti itu. Nah, melaksanakannya yg agak ribet (bagi saya pribadi). Kadang membandingkan diri sbg pembenaran ketika gagal. Ini yg kacau -_-
    Salam kenal jg, tengkyu sudah mampir🙂

    @Ina
    *tendang Ina ke pangkuan para brondong*😈

    @anji_en
    Bibik ku chayaaankkk, gt dong, blog nya ditulisi ^^
    Better you know full version nya deh. It isn’t about love, but attitude😉
    Soal berkorban demi teman, oh.. lagi dak mood wkt itu bik, agak ringam kalo disentil soal kuliah skrg ni😆
    Kangen euy! ^^

  13. dhilacious
    January 17, 2009

    haiah. kirain ada harry potternya.
    udda di baca sampe akhir, yah, ternyata, cuma kesebut dementor doang. itu pun skali…hiks..kirain…

  14. Akbar Kadabra
    January 18, 2009

    fiuh..
    selesai juga bacanya..😀
    nah, saya paling sebel kalo ada orang curhat tapi cuhatnya tentang masalah yang sama. itu ituuuu terus yang dibahas, kayak gak ada hal lain yang bisa diurusin aja!

  15. lily
    January 21, 2009

    apa sih!!!!!

  16. fietha
    January 22, 2009

    Salam kenal…
    Sering-sering mampir yakss…🙂

  17. Takodok!
    January 23, 2009

    @dhilacious
    ehehehe.. baca bukunya mbot itu deh baru ngerti kenapa saya sebut Dementor:mrgreen:

    @Akbar Kadabra
    wedew, sifat jelek saya begitu tuh bar.. temen mungkin ada yg bosen kali ya denger aku curhat dia lagi-dia lagi:mrgreen:

    @lily

    @fietha
    salam kenal jg fietha🙂

  18. ManusiaSuper
    February 1, 2009

    Expecto Patronum!!!

    *baru baca judulnya sudah mau koment*

  19. Takodok!
    February 1, 2009

    jyaaahhhh om mansup -__-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 9, 2009 by in D Commento, D Private and tagged , , .
%d bloggers like this: