Lucky (I’m In Love With My Best Friend)

Saya sedang tergila-gila pada lagu ini ;

Lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we’re in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
(Lucky-Jason Mraz feat. Colbie Caillat)

Well, sudah agak lama sih tapi baru sukanya sekarang. Duh, romantiissss!Tapi saya bukan mau bicara atau mengeluh tentang cinta. Tsaaahhhh.. bosen lah situ denger saya ngomel panjang lebar cinta lagi cinta lagi, Rangga-nya kapan? wkwkwkw

Lucky. Itu yang mau saya bahas. Sebelumnya ada cerita ilustrasi dulu (biar panjang maksudnya πŸ˜› )

Semester lalu saya mengulang dua mata kuliah. Apa saja kah itu?Teknologi Farmasi III alias Steril dan Kimia Farmasi Lanjut. Ih, ngeri gak situuuuu? Hihihihi…

Seperti biasa, di penghujung semester diadakan UAS. Seperti biasa, dalam rangka UAS diperlukan kartu ujian (walau pengawas jarang patroli kartu tapi atas nama baik administrasi tentu saja kartu ujian penting!). Seperti biasa, kartu ujian ini keluar di waktu yang sangaaaatttttt mepet. Ujian dimulai hari Senin, Jumat siang baru keluar itu kartu.Seperti biasa lagi, saya santai saja tidak ikut-ikutan cemas menanti selembar kertas berkarbon tsb. Lah, jadwal ujian saya baru dimulai di minggu kedua pun πŸ˜›

Hari Senin saya masih cuek. Begitu pula hari Selasa. Rabu baru saya mulai kasak-kusuk mencari siapa yang memegang kartu ujian saya. Berhubung sudah partu (partai tua), tidak ada komting resmi yang mengurus tetek bengek macam kartu ujian dan absensi. Itulah tidak enaknya sudah tua tapi masih nekat mengambil mata kuliah T_T

Daaannnnn seperti biasa lagi, kedodolan mulai muncul. Kartu ujian saya tertahan di jurusan. Apa sebab? Gak tau. Maka pada hari Kamis saya temui ibu petugas administrasi (iya iya, ibu Ety). Ternyataaaaa… saya belum terdaftar di Jurusan. Dodol!

Oke. Bukan jurusan tapi fakultas. Tapi biar saya mudah ceritanya deh, toh sampe sekarang kita masih tetap mendaftar ke mipa kok. Apa? Bingung? Skip aja paragraf ini πŸ˜›

Seperti biasa lagi, keterlambatan pendaftaran ulang harus minta tandatangan kordik. Oh maaaannnnnnn… berurusan dengan kordik untuk perkara dodol macam ini sih ibarat melemparkan diri ke sumber air panas. Bukannya nikmat malah melepuh 😐 Tapi saya masih tetap nyantei kayak di pantei kok. Bukti bahwa kalem itu beda tipis dengan dodol πŸ˜›

Singkat cerita, sampai Senin saya masih belum mendapat kartu ujian padahal jam setengah dua siangnya ujian saya dimulai. Bok! Tetep aja saya masih santai! Umm.. sebenarnya hati ini sudah kebat-kebit. Gimana kalo pas ujian kartu ujiannya diperiksa? Atau lebih parah, nama saya tidak terdaftar di absensi ujian? Aduh gaswat ini gaswat!

Syukurlah drama kecil-kecilan ini berakhir bahagia. Kok bisa? Ehehm, rahasia dong ah! Hihihihi, pokoknya bisa diselesaikan tanpa melibatkan kordik sama sekali. Teman saya bilang saya beruntung. Kalo saya bilang mah Tuhan masih sayang sama saya.

Itu dia! Beruntung. Lucky. Cerita gak jelas di atas cuma salah satu contoh. Kalo mau dijabarkan akan membuat bosan yang baca… hiiiiihhhhh! Tapi sungguh, kalau diingat-ingat saya memang termasuk orang yang beruntung. Untuk beberapa perkara ribet (entah karena kedodolan sendiri ataupun memang ribet dari awal) alhamdulillah selalu ada kemudahan.

Tetap saja kalau cuma bergantung pada faktor “lucky” ini ya percuma. Saat ini saya mengartikan bahwa beruntung bukan hanya sekedar beruntung. Ada campur tangan Tuhan di dalamnya, melalui doa yang kita panjatkan saat sedang kesusahan.

Pengalaman pribadi, saat sedang dalam masalah pasti ingat Tuhan. Sebelum ketemu pembimbing aja komat-kamit baca doa, dan itu refleks! Fitrah manusia untuk meminta perlindungan pada kekuatan yang jauh lebih besar di atasnya, yaitu Tuhan. Maka selayaknya sopan santun dalam kehidupan, saya harus berterimakasih pada pihak yang telah membantu. Dalam kasus hubungan dengan Yang Di Atas, orang biasanya menyebut dengan bersyukur.

Alhamdulillah.

Mudah-mudahan saya masih bisa ingat bahwa keberuntungan bukan hanya “keberuntungan” semata. Ia adalah nikmat sekaligus pengingat bahwa ada campur tangan besar dalam seluruh aspek kehidupan saya.

Bila suatu saat nanti saya “beruntung” lulus kemudian bisa melanjutkan di tempat yang saya cita-citakan, Alhamdulillah Allah masih percaya kalau nikmat itu pantas untuk saya.
Bila suatu saat nanti saya “beruntung” kisah dalam lagu di atas benar-benar terjadi, Alhamdulillah.

Lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you, I promise you I will

Ujung-ujungnya teteeepppppp, hahahaha. Eh eh, di-amin-kan dong, tolong, ikut bantu doa gitu.. hihihihihihihi πŸ˜‰

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Plus, D Private. Bookmark the permalink.

17 Responses to Lucky (I’m In Love With My Best Friend)

  1. Takodok! says:

    seharusnya bukan di sini, tapi.. ya sudahlah πŸ™„

  2. jarwadi says:

    ada orang aneh bertanya :

    Bagaimana keberuntungan bermain dalam kehidupan seseorang?

    orang aneh lainya bilang :

    Dalam pertandingan tenis lapangan, ada suatu kala ketika bola menyentuh bibir atas net.

    Bila keberuntungan sedang bersama maka bola akan tergelincir ke seberang dalam artian anda menang

    Bila tidak bola akan terjatuh dan anda kalah

    Tidak ada persamaan yang bisa menjelaskan kemana akan arah bola dan hanya bahasa keberuntungan yang berbicara

    ***

  3. Ade says:

    Wakakaka
    Jd inget britney yg ada lucky2na juga

  4. Ina says:

    Hehehehe….sensasi deg-degannya bikin keberuntungan itu jd makin berasa. πŸ˜›

  5. dnial says:

    Mau ditaruh di FB juga?

    Nggak enak ngeblog di FB.
    [/oot]

    Intinya, lucky ?

  6. Takodok! says:

    @jarwadi
    Tetap ada campur tangan Tuhan di dalamnya (menurut saya) :mrgreen:

    @Ade
    Hayyah jendral ini malah nyambung ke situ πŸ˜€

    @Ina
    Kenapa deg2an na? Grogi sm gw? πŸ˜›

    @dnial
    Beda audience master, kadang tempat menghasilkan reaksi yg tepat πŸ˜›
    Intinya, yah sudah jelas kok itu πŸ˜‰

  7. Chic says:

    *teriak yang kenceng*

    AMIIIIIIIIIIN

    :mrgreen:

  8. Dy says:

    gara2 postingannya takodok..jd suka banget sama lagu “lucky” kereenn..
    menggambarkan suasana hati.. 😳

  9. Takodok! says:

    @Chic
    Amiiin 😳

    @Dy
    Cieh cieh, prikitiuwww πŸ˜†

  10. Jadi kapan keberuntungan yg “itu” datang?? :mrgreen:

  11. Takodok! says:

    insya Allah kalau sudah waktunya ya datang juga kok dit, πŸ˜†

  12. warm says:

    do’a2 itu terkabul, kan ? πŸ™‚
    dan itu sudah hak kaw, dest !

  13. Hee?? Jadi penasaran baca komennya oom warm… πŸ™„

  14. Takodok! says:

    @warm
    masih banyak doa yang laen om :mrgreen:

    @adit-nya niez
    gak ada yang perlu di-penasar-kan kok dit :mrgreen:

  15. haha.. emang sih, kadang2 lucky itu muncul gitu aja pas kita lagi kepepet..

    tapi yah, jangan kepepet terus, nanti luck-nya abis πŸ˜‰

  16. Takodok! says:

    @Billy Koesoemadinata
    ahahaha… luck abis=doa belum dikabulkan kali ya :mrgreen:

  17. RaRa Wulan says:

    iah dah amien..
    Semoga keberuntungan selalu ada buat kita semua πŸ˜€
    thankyu πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s