Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Haru Biru

Agak sulit memang memperkirakan interpretasi orang terhadap beberapa baris kalimat yang (secara sieng-tak iseng) saya lontarkan. Bisa jadi keterbatasan saya lah faktor utamanya. Ya, saya memang sering kesulitan menyampaikan maksud hati sebenarnya. Cenderung berputar-putar, berlebihan dan tidak teratur dalam merangkai kalimat. Lihatlah… paragraf ini saja sudah bisa jadi contohnya😐 Tapi.. sudahlah. Toh saya memang tidak bisa memaksa mengubah imajinasi orang lain🙂

Beralih topik, awal minggu ini dimulai dengan hujan di pagi hari. Tumben. Ternyata hujan cuma salah satu kejutan. Kejutan berikutnya saya terima sesaat setelah sampai di kampus, bahwa salah seorang junior saya, Yusuf Wicaksono (Farmasi ’07) meninggal dunia akibat kecelakaan pada pagi ini. Satu orang temannya masih dirawat di IGD. Wajar saja sepagian ini warga jurusan terlihat suram. Bukan apa-apa, ini kedua kalinya kami kehilangan anggota himpunan. Tahun lalu juga ada junior saya, Farmasi ’08, yang meninggal akibat kecelakaan di daerah yang sama. Duh.. entah sudah berapa banyak korban di daerah tikungan pertanian tsb😦

Kejadian ini tak urung mengingatkan saya pada topik kematian. Tidak teman, saya bukan mau bunuh diri. Postingan sebelumnya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya mempertanyakan diri saya sendiri. Saya akui saya punya kecendrungan BD, dan saat ini saya berada pada tahap tidak mau menghakimi para pelaku BD. Setiap manusia punya batas toleransi. Alhamdulillah saya masih aman berada dalam ambang batas tsb. Tapi saya tidak mau sombong berkata bahwa saya tidak akan menyentuh titik batas tsb, melainkan hanya bisa berusaha hidup bahagia dan sehat🙂

Ohya, saya baru saja menonton La Maison en Petits Cubes (part1 & part2) setelah membaca postingan christin. Kriyis, bukan kamu saja yang nangis, aku juga😥

Bagaimana hidup saya nantinya? Apa kenangan yang akan saya ingat bisa membuat saya bertahan hidup sendiri? Apakah saya telah mengisi perjalanan saya dengan benar? Berapa banyak waktu yang telah saya sia-siakan? Dan.. pertanyaan yang mengganggu saya beberapa hari terakhir ini ;

If to get some things i have to lose the other things, may i have  doubt about it? If it’s worth or not?

ayayayah..

26 comments on “Haru Biru

  1. itikkecil
    March 16, 2009

    postingan ini membuat saya merenung Des…

  2. Chic
    March 16, 2009

    well ga gampang memang membuat semua orang mengerti apa yang kita maksud, dan tidak memaksakan semua orang untuk dapat mengerti apa yang kita maksud dalam tulisan. setidaknya, pengalaman saya sih ada aja yang salah tangkap lalu menuduh yang tidak-tidak. picik sekali!😐

  3. Farijs van Java
    March 16, 2009

    tergantung cara pandang kita aja itu… kita anggap ujian, oke. kita anggap musibah, oke. kita anggap azab, oke.

    v(^_^)

    yang jelas, hidup harus terus berjalan, boi. //halah, ngomong apa aku ini…//

  4. jensen99
    March 17, 2009

    Kecelakaan di tempat yang sama ya…

    Yaa.. saya sih percaya kalo Desti gak bakal BD sekarang segampang itu.😉

  5. dnial
    March 17, 2009

    Do or do not, there is not try.
    – Yoda, Star Wars.😛

  6. deeedeee
    March 17, 2009

    Sebelumnya turut berduka cita atas meninggalnya salah satu rekan di kampus mu, des…

    Postingan kmrn aku juga mikir dari awal kalo it wasn’t dedicated to yourself, you are too worthed to die young😀
    Moga batas toleransinya ga terlawi ya, hehe

    Enjoy your life😀

  7. Billy Koesoemadinata
    March 17, 2009

    hmm… yang terpenting kan bagaimana kita bisa mengambil apa yang baik dan mempelajarinya..😉

  8. Catra
    March 17, 2009

    yang tahun kemarin kecelakaan, anak farmasi 08, adik kelas catra tuh. sedih banget. oh ya, kok sering banget kecelakaan disana ya? dulu waktu main2 kesana emang terkesan angker. hhiiiii…

  9. frozzy
    March 19, 2009

    woopz…..kalimat terahirnya jadi pas banget sama yg saya rasakan sekarang.

  10. nie
    March 21, 2009

    aku bacanya jadi melamun…bagaimana ya hidup aku nantinya….

  11. nee
    March 21, 2009

    waduh… turut berduka cita yah atas meninggalnya temen mu itu…😀

  12. blue
    March 21, 2009

    Diam.

  13. Emina
    March 22, 2009

    innalillaah, kematian selalu memberikan pelajaran juga.

    bagaimana hidupku nanti, di masa depan? ah, ini juga sering terpikirkan oleh saya. tapi yang saya ingat adalah, bahwa hari ini harus terus selalu lebih baik krn hari esok itu blm pasti. maka mestinya kta selalu berusaha yang terbaik hari ini…
    krn hidup itu masa karya, kata Anis Matta, kita akan dikenang dgn karya kita, bernilai krn karya kita.
    semoga saja kita ke depannya bs lebih manusiawi…

  14. Bagindo
    March 23, 2009

    ngeri juga tikungannya…
    btw, hidup ini terlalu indah untuk disia-siakan…
    enjoy it!!

  15. emyou
    March 23, 2009

    you got me thinking..

    *sighs*

  16. tukangobatbersahaja
    March 23, 2009

    sambil mikir…
    Saya pernah punya pengalaman yang hampir serupa.

  17. abee
    March 23, 2009

    hmmm…..sama des…..
    *baru mampir* 😀

  18. mas stein
    March 23, 2009

    where did we come from, why are we here, where do we go when we die

    *spirit carries on – dream theater*

  19. Arm
    March 25, 2009

    turut berduka cita buat junior-nya😐

    soal BD,

    Do or do not, there is not try.
    – Yoda, Star Wars.😛

    QFT😛

  20. Huang
    March 26, 2009

    Selagi masih ada kesempatan dan waktu…

    Penyesalan selalu terjadi belakangan :p~~

  21. warm
    March 28, 2009

    turut berduka cita,
    hidup dan mati memang hak prerogatif-Nya kan ?

  22. imoe
    March 28, 2009

    postingan des sangat merefleksikan diri kita masing-masing….

  23. casual cutie
    March 30, 2009

    hidup masih panjang…masih banyak kesempatan…

  24. Artha
    March 31, 2009

    Menjalani sisa hidup kita dengan kebaikan serta iklas mungkin sia membantu kita kelak

  25. Asop
    April 3, 2009

    Kematian emang ga bisa ditebak kapan datengnya…

    Terbukti, yang muda pun bisa kapan saja diambil nyawanya oleh Tuhan..

    Manfaatkan waktu hidup kita ini dengan sebaik mungkin dan jangan jadi orang2 yang merugi dengan hanya berfoya-foya untuk kehidupan dunia…

  26. akbar
    April 3, 2009

    oh come on!
    nggak adil kayaknya kalo harus menukar nyawa untuk masalah yang seharusnya bisa kamu selesaikan dengan sedikit berusaha!
    dan saya setuju sama dnial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 16, 2009 by in D Private and tagged , , , , .
%d bloggers like this: