Mempertanyakan Keputusan

Ada kalanya seseorang mempertanyakan keputusan yang telah dijalaninya. Bukan menyesali, hanya meninjau kembali keputusan tsb. Menikah, mempunyai anak, mengadopsi anak, menunda kelulusan demi pekerjaan dan/atau hobi, beralih profesi, pindah kerja, dan seabrek contoh lain dimana selalu ada persimpangan yang mengharuskan seseorang memilih jalur yang akan dilaluinya.

Bila di tengah jalan tiba-tiba ia mempertanyakan jalur yang telah diambilnya, bukan berarti ia orang yang peragu. Jangan pula langsung menuduhnya menyesal. Bisa saja ia hanya mengevaluasi (kemampuan) diri untuk bertahan pada pilihannya agar usahanya tidak sia-sia belaka. Perkara apakah ia sampai pada tujuan atau tidak, tiada seorang pun yang akan tau sebelum waktunya. Suatu akhir bisa jadi awal yang baru.

Pun ternyata penyesalan menyeruak, itu manusiawi. Hanya perlu diingat, terlalu banyak penyesalan tidak lah sehat. Dosis optimis-pesimis-skeptis-pede sebaiknya seimbang.

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

28 Responses to Mempertanyakan Keputusan

  1. itikkecil says:

    ahem… jadi, mempertanyakan keputusan apa dok????

  2. almascatie says:

    kata orang kalo buat keputusan hati2 biar ga dipertanyakan lagi belakangan hehehhe

  3. Huang says:

    thx..

    saya memang sedang skeptis, ragu, optimis, dan pesimis..

  4. hwehe… dalam islam pun diajarkan untuk hidup dengan seimbang.

    v(^_^)

    jadikan pengalaman dan pengamalan sebagai guru! /halah/

  5. jensen99 says:

    Yang penting diperhatikan adalah apakah mempertanyakan keputusan itu akan menyakiti orang lain atau tidak… πŸ˜‰

  6. dnial says:

    Tetep… bertanya itu perlu… masih relevan nggak jalan yang dipilih dengan situasi dan kondisi. Jangan2 nyasar lagi πŸ˜›

  7. grace says:

    mempertanyakan keputusan itu normal, asalkan dengan tujuan meyakinkan diri sendiri bahwa yang di ambil itu sudah benar πŸ˜€

  8. warm says:

    jadi keputusanmu untuk menikah dan mempunyai anak serta pindah profesi ditinjau ulang dest ? :mrgreen:

  9. Asop says:

    Setuju, dosisnya harus seimbang… πŸ™‚

  10. Akbar says:

    yaya.. saya sering tuh mempertanyakan keputusan, soalnya nggak terlalu sering mempertimbangkan. singkat kata, saya seseorang yang penuh penyesalan. haha…

  11. avartara says:

    Dalam setiap keputusan yang diambil, harus diikuti dengan kesiapan menerima konsekuensi atas keputusan tersebut, konsekuensi baik maupun buruk. Namun didalam perjalanan, setiap keputusan itu musti harus direview, krena keputusan itu tentunya mempunyai parameter-parameter yang perlu untuk selalu disempurnakan.,……….. Btw,.. dah lama ga berkunjung kemari,… wah ada yang baru dari gaya tulisannya,… tambah mantap and cemerlang πŸ™‚

  12. Chic says:

    jadi dirimu sedang mempertanyakan keputusan ngga ini? :mrgreen:

  13. mas stein says:

    yang saya tau semakin lama pilihan kita semakin sedikit, misalnya sampeyan lulus SD bingung milih SMP, lulus SMP bingung milih SMA, karena memang pilihan hidup semakin terbatas. jadi mumpung masih ada pilihan pertimbangkan dengan bijak, jangan sampe suatu saat kita tersentak dan bertanya, “ngapain saya di sini?”

  14. imoe says:

    antara keptusan dan konsekwensi bagai dua sisi mata uang. berani memutuskan berani dengan konsekwensi, tidak satupun keputusan yang benar-benar membuat semua pihak senang….

  15. Arm says:

    Dosis optimis-pesimis-skeptis-pede sebaiknya seimbang.

    ::jempol::

    sip ^^

    hidup memang bagaikan buku PSP πŸ˜›

  16. mfier says:

    yup..harus seimbang.. kaya dosis obat..hehehe
    tapi di dunia ini semuanya emang mesti seimbang kok..
    *salam kenal..

  17. Pertanyaan says:

    Salam kenal dari pertanyaan.com, sebuah media tanya jawab online, kamu bisa bertanya berbagai macam hal dan berbagi ilmu disini, dan aq rasa tidak ada ruginya bagi kamu untuk memberi blogroll buat penyebaran web ini … Thanks and yuk berbagi ilmu disini

  18. deeedeee says:

    Aku sering bgt ney mempertanyakan keputusan aku. Contohnya waktu ambil TA… ternyata judul yg aku ambil susah nian,,, bikin nangis bombay… Dan apa yg selanjutnya terjadi ? aku tetap bertahan pada pilihan awal tersebut, pas bgt ma tulisan kamu yg ini –> bertahan pada pilihannya agar usahanya tidak sia-sia belaka

    Hasilnya..?! Lulus juga kok walo sempet stress abis sama proses yg ada.. fuuih!

  19. iChaL says:

    terlalu banyak penyesalan tidaklah sehat, ya harusnya sih gitu, namun susah jg untuk tidak menertawakan diri sendiri dari kebodohan yg dilakukan sebelumnya, apalagi kesalahan itu sudah diprediksi dan diperingatkan sebelumnya.

  20. Asop says:

    Eh, Mbak, udah lulus?? Wisuda?

    Selamat!! πŸ™‚

  21. nie says:

    suatu akhir bisa jadi awal yang baru… hmmm..
    tiba2 saya jadi ingat perkataan seorang teman…

  22. Irfan says:

    segala sesuatunya emang harus seimbang. jalan aja baiknya harus seimbang ya, apalagi yang laen….

    salam.

  23. Kadang, penyesalan yang datang membuat kita jadi tidak bisa berdamai dengan masa lalu..

    *langsung ngumpet, merenung.. πŸ˜€

  24. easy says:

    yang sudah berlalu ya sudahlah. jadikan pelajaran…

    semoga selalu lebih baik di hari esok

  25. deeedeee says:

    Des,, ditunggu postingan selanjutnya…
    btw, da award buat kamu… diambil ok!

  26. mas stein says:

    waduh, dobel deh jadinya… πŸ˜†
    ada award titipan dari mbak deeedeee di tempat saya, silakan diambil…

  27. zulhaq says:

    malu bertanya sesat dijalan
    banyak tanya berarti bodoh

    keputusan adalah pertanyaan coz jawaban dan hasil akhirnya selalu muncul dalam bentuk yang unpredictable

  28. Pingback: Maju Terus! Boleh Mundur, Sekali-Sekali… | D Articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s