Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Lagi-Lagi Tentang Sukses

Semoga Anda belum bosan mendengar saya berceloteh tentang sukses. Ya.. masih berkaitan dengan buku yang saya sebut pada postingan sebelumnya, Outliers. Ini adalah buku kedua Malcolm Gladwell yang saya baca. Sebelumnya adalah Blink, sedangkan The Tipping Point belum saya baca. Kalau ada yang mau menghibahkan, akan saya terima setulus hati:mrgreen:

Outliers

Paruh pertama membaca Outliers, sisi sinis saya lah yang mendominasi. Pendapat saya bahwa sukses bukan milik semua orang  seakan dikuatkan oleh kupasan Gladwell terhadap kesuksesan orang/sekelompok (tim hoki Kanada, Bill Gates, Bill Joy, Joe Flom). Fenomenal di permukaan, tapi ketika kita mau melebarkan jarak pandang, maka kesuksesan mereka adalah sesuatu yang sangat, sangat, sangat lah wajar.

Dengan tidak bermaksud mengecilkan usaha dan bakat mereka, ternyata faktor X lah yang sebenarnya sangat berperan. Tahun berapa mereka dilahirkan, dari ras apa, bagaimana kebudayaan negara masing-masing, miskin atau kaya kah, seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk berlatih ternyata saling terkait dan menentukan.

Tidak ada orang sukses yang muncul begitu saja atau karena usahanya sendiri. Tidak perduli seberapa pintar, jenius, berbakat, atau seberapa keras usaha seseorang, tanpa “kesempatan” atau “keberuntungan” atau “uluran tangan nasib” (you named it lah), maka tidak mungkin mereka dikenal sukses! Contoh? Dalam buku ini ada Chris Langan. Siapa dia? Baca sendiri bukunya😛

Ah, penjabaran yang biasa ya? Anda mungkin sudah sering mendengar hal yang saya ceritakan di atas. Sekali lagi, baca sendiri lah bukunya (kalau berminat). Mungkin saya saja yang kurang pandai retelling.

Yang jelas, sejak bab satu saya sudah jatuh cinta pada gagasan buku ini, karena terus terang saja, saya sudah cukup muak, maaf, bosan dengan cerita-cerita indah lagi memabukkan tentang kesuksesan seseorang. Benar, mereka berusaha super duper keras untuk mencapai posisi mereka sekarang. Benar, mereka pintar, berbakat, bahkan ada yang jenius. Tapi sesungguhnya yang membuat saya kesal tentang cerita di balik kesuksesan adalah kultus individunya.

Anak orang kaya, sukses –> biasa.
Anak orang miskin, sukses –> luar biasa!
Padahal, bila si pemuja mau melebarkan pandangan, kesuksesan mereka ditopang begitu banyak kebetulan dan keberuntungan! Rasanya tidak pantas saja mengalamatkan pemujaan terhadap satu individu dan menjadikannya maskot keberhasilan dalam upaya menjual mimpi.

Tuh, saya sudah makin berapi-api. Kalau diteruskan, bisa jadi banyak umpatan dan protes yang berpotensi menyakiti hati beberapa pihak akan keluar dari mulut saya. Tapi tenang saja, paruh kedua buku dan epilog ternyata cukup “adem” (sebenernya dari awal juga sudah adem, saya-nya saja yang menyulut api sinis sendiri:mrgreen: ).

Bab-bab terakhir menampilkan kesimpulan sederhana yang sayangnya sering diabaikan. Kesempatan.

Bukan orang yang paling pintar yang meraih kesuksesan. Atau kesuksesan bukan hanya serangkaian keputusan dan usaha yang kita lakukan. Namun kesuksesan adalah hadiah. Outliers adalah mereka yang telah diberikan serangkaian kesempatan — dan mereka yang memiliki kekuatan dan kegigihan untuk meraihnya.

Akur? Pasti dong! Itu kan sudah sering kita dengar🙄

Bagaimana kalau yang ini;

Outliers adalah produk sejarah dan masyarakat, produk kesempatan dan warisan. Kesuksesan mereka tidak luar biasa atau misterius. Semua itu dibentuk dari serangkaian keuntungan dan warisan, beberapa berhak mendapatkannya, beberapa tidak, beberapa diperoleh dengan perjuangan, beberapa hanya karena beruntung. Tetapi semuanya penting untuk membuat mereka seperti sekarang ini. Pada akhirnya, outlier bukanlah outlier samasekali.

Nah, yang ini saya suka. Maka akan saya tambahkan, orang sukses sejati adalah mereka yang tidak lupa pada pilar-pilar penopang kesuksesannya, sekecil apapun peristiwa/orang tsb. Tapi, saya maklumi, akan lebih heroik kalau si orang mengangkangi kesuksesan atas nama pribadi. Manusiawi sih ya…😉

24 comments on “Lagi-Lagi Tentang Sukses

  1. Chic
    May 6, 2009

    berarti kalo sirik juga manusiawi ya Des?😉:mrgreen:

    • Takodok!
      May 6, 2009

      Sangat manusiawi:mrgreen:
      Saya juga nulis ini juga mungkin berlandaskan “sirik”😉

  2. deeedeee
    May 6, 2009

    Baru tauk sedikittentang bukunya, terutama di bagian tim hoki kanada yg rata-rata lahir antara bulan januari-maret (kalo ga salah) krn bla,,bla,,bla,, –> tp bagian ini cukup masuk akal..😀

    Bagian yg lain gak tauk juga, soalnya lom baca.. hehehe

  3. mas stein
    May 7, 2009

    saya masih nerusin baca buku “the battle of student council”, blom sempet baca buku yang sampeyan bahas ini.
    *bingung, ini buku kok banyakan gambarnya daripada tulisan*
    eh maap, ternyata yang saya baca komik…😆

    • Takodok!
      May 15, 2009

      ada2 aja sih😆
      asik tah komiknya?

  4. -GoenRock-
    May 7, 2009

    mengangkangi kesuksesan atasnama pribadi tapi tanpa nginjek2 orang lain kan Des?:mrgreen:

    • Takodok!
      May 15, 2009

      ah, tetap saja atas nama pribadi pegimana caranya tidak nginjek2 orang lain yaom mojoh?

  5. warmorning
    May 8, 2009

    Bagi saya sukses adalah takdir

  6. ekaria27
    May 8, 2009

    Sukses itu adalah ramuan dari keingingan, usaha, keberuntungan dan juga ridho dari Yang Maha Kuasa

    • Takodok!
      May 15, 2009

      ya, kira-kira begitu menurut saya juga, dan satu kesatuan *halah*:mrgreen:

  7. avartara
    May 12, 2009

    Sukses memiliki arti yang cukup luas,….. setiap orang punya parameter sukses masing-masing,….. contohnya,.. saya sukses memberikan komentar di sini,.. hehehehe,….. Btw klu dah tamat ama buku yang ini,.. coba baca buku “fighting like a tiger, win like a champion”,.. lumyan des

    • Takodok!
      May 15, 2009

      ya.. yang saya maksud sih sukse syang fenomenal, dari tokoh2 yang katanya fenomenal. Tapi iya sih, parameter sukses bisa berbeda🙂

      belum baca bang, ini saja baru mulai menekuni buku2 genre begini, biasanya kan agak anti:mrgreen:

  8. Domba Garut!
    May 13, 2009

    dan jangan lupa satu hal:

    “be nice towards people on your way up…. as you will meet them on your way down..”

    Seneng udh bisa mampir kesini lagi.. salam hangat dari afrika barat!

    • Takodok!
      May 15, 2009

      aih, disamperin pak domba garut lagi😀

      Iya, benar, tak tau juga siapa yang ada di sekeliling saya nantinya saat jatuh, atau bangun🙂

  9. natazya
    May 14, 2009

    saya kok ga demen yah baca buku yang beginian wahuwhuhuh

    no wonder ga sukses2 :p

    • Takodok!
      May 15, 2009

      ahaha, saya juga cuma buku ini yang sukanya, teh
      biasanya juga agak “anti” sama buku2 motivasi-cara cepat sukses :mrgreen:

  10. robin septavyn
    May 15, 2009

    “Maka akan saya tambahkan, orang sukses sejati adalah mereka yang tidak lupa pada pilar-pilar penopang kesuksesannya, sekecil apapun peristiwa/orang tsb”

    setuju dengan kata2 ini.. orang yang dh ngalamain jatuh, pasti akan naik ketingkat yang lebih tinggi lagi kalau kita bisa ambil pelajarannya.

    baru kepikiran mau beli Outliers, menarik juga apa emang kesuksesan itu sudah bisa dirumuskan.

    • Takodok!
      May 15, 2009

      baca deh, menurut saya buku ini mengajak memandang kesuksesan dengan rendah hati. Karena pada akhirnya Outlier bukanlah outlier🙂

  11. robin septavyn
    May 15, 2009

    “Karena pada akhirnya Outlier bukanlah outlier”

    maksudnya apa kaka?

    • Takodok!
      May 29, 2009

      Saya rasa kutipan ini sudah cukup menjelaskan🙂

      Outliers adalah produk sejarah dan masyarakat, produk kesempatan dan warisan. Kesuksesan mereka tidak luar biasa atau misterius. Semua itu dibentuk dari serangkaian keuntungan dan warisan, beberapa berhak mendapatkannya, beberapa tidak, beberapa diperoleh dengan perjuangan, beberapa hanya karena beruntung. Tetapi semuanya penting untuk membuat mereka seperti sekarang ini. Pada akhirnya, outlier bukanlah outlier samasekali.

  12. iChaL
    May 16, 2009

    “Outliers adalah mereka yang telah diberikan serangkaian kesempatan’

    yup, salah jika dibilang kesempatan itu cuma datang sekali, tetapi sebenarnya dtg berulangkali, cuma kitanya yg kadang tidak mau meraihnya

    • Takodok!
      May 29, 2009

      mungkin tidak menganggap itu sebagai kesempatan:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 6, 2009 by in D Commento, D Reviews and tagged , , .
%d bloggers like this: