Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Topeng, dan Perjalanan 31 Mei

Pernahkah teman merasa bahwa bahagia dan kesenangan itu menguras energi? Letih yang terasa setelah tawa riang, apakah pertanda lelah semata atau kah.. sesuatu yang lain? Sesuatu seperti.. sebuah kepura-puraan, sebuah usaha untuk terlihat bahagia sehingga membutuhkan energi ekstra untuk menghasilkan tawa. Pantas saja merasa lelah hati kalau begitu…

Dan di sana lah saya berdiri. Di stasiun yang mulai sepi setelah keriuhan para penumpang yang turun dari kereta. Di depan teman-teman yang masih tersisa, saya tetap tertawa dan bercanda sembari mulai merasa aneh. Euforia wisata bagai mimpi yang baru saja berlalu masih pekat tetapi saya merasa keragu-raguan mulai merasuk seperti serbuan Dementor, perlahan tapi pasti menyerap kebahagiaan yang hanya segelintir.

Sepanjang perjalanan pulang, mulai dari dalam angkot, berputar-putar di Pasar Raya demi titipan teman, kembali ke kos, bahkan sampai hari ini saya berusaha menelaah apa yang sebenarnya saya rasakan. Senangkah saya? Apa saya sudah mulai jadi orang yang suka berpura-pura? Munafik kah saya? Maka ada baiknya saya telusuri kembali jejak kenangan hari itu, setidaknya berusaha memahami apa yang terjadi.

Palanta BTT

Palanta BTT

31 Mei itu dimulai dengan keterlambatan (lagi-lagi🙄 ) saya tiba di Stasiun Simpang Haru, tempat keberangkatan kereta yang menuju Pariaman. Ohya, hari itu adalah hari jalan-jalan yang telah saya informasikan sebelumnya. Saya menduga teman-teman Palanta sudah ramai berkumpul di sana dan saya bersiap melihat pasukan berbaju putih mengejek keterlambatan saya. Tapi… benar bahwa apa yang kita harapkan tidak selalu sesuai kenyataan, karena… SURPRISE! Yang menyambut saya ternyata lautan baju merah plus wajah-wajah yang tidak saya kenal. Crap! Efek ngos-ngos-an karena takut ketinggalan kereta combo panik takut jadi anak hilang cukup dahsyat, teman!

Uh oh, celingak kanan, celinguk kiri, akhirnya saya menemukan dewa penyelamat wajah familiar pak Ketua yang membantu mendapatkan kostum merah jrengjreng sehingga saya batal jadi anak hilang:mrgreen: Tebak, setelah resmi jadi anggota Laskar Merah Jrengjreng, apa lagi kejutan yang akan saya temui hari ini?
.
.
.

Yup! Seperti yang telah disebut-sebut sebelumnya, ternyata si merah jrengjreng ini sumbangsih dari sponsor. Daaaannnn… SURPRISE! Ternyata perjalanan ini pun disponsori secara penuh alias gratistististis! Syaratnya : memakai kostum merah jrengjreng tadi itu. Wow! SURPRISE lagi, satu gerbong disewa untuk Laskar Merah Jrengjreng. Wow Wow!

Layaknya acara besar-besaran lainnya (walau saya tidak menyangka akan seheboh ini jadinya), tentu ada pidato sedikit dari petinggi PT. KAI Sumbar, pak Hussein apaaa gitu (maap, gak inget lagi namanya:mrgreen: ). Info penting dari pidato ini: si bapaknya ganteng😆

Oke. Skip pidatonya. Saya masih inget sih apa isinya, tapi fakta di atas lebih menarik, tak iye?😛

Ketika memasuki gerbong, lagi-lagi, SURPRISE! Ternyata perjalanan kali ini dikawal oleh kru-kru dari salah satu radio di kota Padang. Ugh yaaaa… bayangkan sepanjang perjalanan yang 2 jam itu dihibur, atau bermaksud menghibur:mrgreen: , oleh duo penyiar plus lagu LIVE dan games. Saya pribadi lebih menghibur diri dengan plurking😆 Tak banyak yang saya ingat dari perjalanan pergi, selain sedikit rasa kehilangan suasana gerbong biasa..

Dua jam dari keberangkatan, sekitar jam 11, SURPRISE! Ternyata sudah disiapkan area khusus acara, tentu dengan aksesoris merah jrengjreng pula. Ah, itu tak seberapa, teman, karena kejutan sesungguhnya adalah suasana pantai.

FYI, trayek Padang-Pariaman ini berstasiunkan *halah bahasanya* tepat di depan area wisata Pantai Gandoriah. Di pantai ini pula lah sering diadakan tradisi Tabuik setiap tanggal 1 Muharram. Apa istimewanya pantai ini? Makanannya doonggg! Bila teman sempat berkunjung kemari, coba lah bermacam makanan yang ada di sana, termasuk Nasi Set/ Sek (= SEribu Kenyang). Eh, yang seribu itu nasinya thok lho, lauknya sih lebih mahal😆

Selain makanan, apalagi kelebihannya? Pemandangannya? Menurut saya bagus, tapi tidak luar biasa. Pasirnya cukup putih, cukup bebas sampah, apalagi tampaknya Pemda telah mengadakan renovasi besar-besaran terhadap kawasan ini karena 2 tahun lalu keadaan pantai ini masih cukup semrawut. Yang menyenangkan bagi saya dari pantai ini adalah banyaknya anak kecil yang berlarian dan keluarga besar yang bercengkrama sembari menikmati makanan. Pantai Gandoriah memang sangat cocok untuk wisata keluarga. Lengkap pula! Anda mau apa? Baju? Ada! Permainan anak-anak? Ada! Makanan? Bejibun! Laut? Ya eyaalaaahhhh🙄

Yang terpenting, ada mesjid di dekat pantai bila anda ingin sholat. Itulah yang saya sukai dari Sumbar, kemudahan mengakses mesjid yang bersih sangat besar. Senang-senang tentu tak melupakan ibadah bukan?😉 Ohya, kamar mandi untuk membersihkan diri setelah cebur-ceburan di laut ada di luar areal mesjid. Kondisinya… cukup paspasan:mrgreen:

Ada yang tertinggal tentang pantai? Cukup tampaknya. Kembali ke kereta. Waktu pulang kereta adalah jam setengah dua siang. Dan saya masih penasaran dengan keadaan gerbong istimewa ini. Masih seheboh sebelumnya kah? Ternyata.. kelelahan fisik yang menang. Cukup banyak shot-shot menarik yang saya tangkap. Sebagian bisa dilihat di facebook saya, flickr,  atau di blog sebelah. Maaf jika ada yang kurang berkenan atas keisengan saya *menjura*

Itu… sudah, des? Belum kawan. Saya masih penasaran dengan perasaan gamang saya tadi. Bukan cuma tentang suasana gerbong “normal” yang tak bisa saya dapatkan hari itu, bukan cuma tentang kecanggungan saya berbaur di tengan keriuhan, bukan juga tentang ketakpuasan saya melahap pemandangan selama perjalanan (yang sebenarnya cukup menarik, tetapi sebagian adalah salah saya sendiri karena terlalu sibuk plurking🙄 ). Bukan..

Bila ditanya apakah saya senang? Oh, tentu! Kepura-puraan? Munafik? Rasanya berlebihan menuduh diri munafik, karena saya tidak ingkar janji, tidak berkhianat, tidak berdusta. Oh, sudahlah! Tak usah diperpanjang. Saya menyenangi perjalanan lalu. Itu cukup. Karena kenyataannya memang cukup merefresh otak yang terlalu mumet belakangan ini.

Ya.. mungkin gara-gara itu.. dan mungkin.. sebagian karena topeng yang telah terbiasa saya kenakan. Tapi tak mengapa. Perjalanan 10 hari lalu itu nyata. Rasa senangnya nyata. Ganjalan sesudahnya pun nyata. Seimbang, kan ya?😉

23 comments on “Topeng, dan Perjalanan 31 Mei

  1. Takodok!
    June 10, 2009

    ow maimeeennnn, in sih curcol🙄

  2. bearnuts
    June 11, 2009

    yaya… dan panitia ndak bilang bakalan ada hotspot di sana! grmbl grmbl

  3. bearnuts
    June 11, 2009

    btw… kamu itu orangnya sadar kamera bener yak =))

    http://www.flickr.com/photos/13107531@N03/3592276697/

  4. Takodok!
    June 11, 2009

    Guweeee😆
    Eniwei, orang jelek selalu terdeteksi sbg spam hihihi😛

    Pun tau, males ah nenteng2 leptop yg batreinya cuma tahan sejam🙄

  5. warm
    June 11, 2009

    dan.. itu link plurk-nya malah undangan isinya😀
    yah yah pokoknya jauh dari rutinitas, walaupun musti brtopeng sjenak😀

  6. morishige
    June 11, 2009

    saya juga sering merasa begitu..
    tapi apa mau dikata, kita diem suasana jadi garing…
    ngorbanin diri untuk kesenangan orang lain cukup mulia bukan?

  7. Arm
    June 11, 2009

    hmm.. jadi memang kita butuh topeng kalo berhadapan dengan orang banyak, kan ya..?
    eh, btw, kalo make provider kuning bakal gratis juga ngga?🙄:mrgreen:

  8. Chic
    June 11, 2009

    wooogh penasaran kayak apa pantai itu sekarang.. terakhir ke padang tahun 94 boooo….😆

  9. deeedeee
    June 12, 2009

    kayaknya ada sesuatu yg mengganjal ya, Des… *sok menganalisa*

    I hope you feel better and better🙂

    eniwei, saya dah delete account plurk.. *info ga penting, hehehe*

  10. Billy K.
    June 12, 2009

    asik dong bisa jalan2.. daripada ga jalan2 sama sekali..😉

  11. pincurantujuah
    June 12, 2009

    mantap….

  12. bayusaja
    June 12, 2009

    wa keren..
    ada kereta keretanya..keren😀

  13. anda
    June 13, 2009

    kunjungan………..

  14. Ziadi Nor
    June 14, 2009

    Sebuah topeng kepura puraan bisa menjadi sangat berharga dalam lakon seni, tapi akan sangat jelek dalam dunia nyata.

  15. mas stein
    June 15, 2009

    bener-bener postingan yang penuh dengan surprise:mrgreen:

  16. avartara
    June 15, 2009

    Surprise,… dari pembukaan yg kalem,… h jadi meletup2 ditengahnya,.. mantap

  17. imoe
    June 15, 2009

    bilo wak ulang liak des…ka sawahlunto wak lai lah…

  18. kawanlama95
    June 16, 2009

    aduh inget pulang kampung neeh. wah aku jadi inget pantai arta, pantai ulakan, jangan lupa ke maninjau

  19. frozzy
    June 16, 2009

    perempuan bertopeng ??? welcome to d’club darling….

  20. Snowie
    June 16, 2009

    OMG!😯
    *pingsan berkali-kali*

    What did you say? PA? padang? PARIAMAN?

    And you just came to MY beach? Gondoriah. *halah lagaknya*

    Did you know, I always looking 4 blogger who stayed in SUMBAR. Dan ternyata… We’re so close. *menahan napas*
    *berlagak pingsan lagi*

    • Takodok!
      June 18, 2009

      coba main ke palanta.org , banyak kok yang dari Sumbar di sana🙂

  21. reallylife
    June 18, 2009

    o, jadi gara2 itu ya??

  22. zulhaq
    June 21, 2009

    ternyata PSK juga
    PSK = Perempuan Sadar Kamera hi hi hi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 10, 2009 by in D Private, D Reviews, D Vacation and tagged , , .
%d bloggers like this: