Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Di Sepatumu

Pernah berpikir seperti di atas? Sampai kalimat pertama saja lho :mrgreen:  Seberapa yakin saat memikirkannya, bahwa Anda tidak akan sama seperti “si pemakai sepatu sebelumnya”? Sangat yakin? Apa terbukti berhasil? Jawab dalam hati saja kalau mau🙂

Saya pribadi pernah. Ada yang berhasil, ada yang tidak. Ada hal-hal yang tidak bisa benar-benar bisa saya pahami sampai benar-benar dalam posisi persis sama dengan “si pemakai sepatu sebelumnya”. Sudah dua kali saya buktikan. Kejadian pertama sukses membuat saya ditertawakan oleh teman yang dulunya pernah meminta saran atas masalahnya. Kenyataan bahwa saya sendiri ternyata tidak lebih baik darinya dalam mengatasi masalah yang serupa, dianggapnya sangat lucu. Menyebalkan🙄

Kejadian kedua malah sungguh tidak lucu dan membuat saya tercenung cukup lama. Ternyata, saya tidak lebih baik dibanding orang yang dulu pernah saya pandang sebelah mata. Karma? Entahlah yaa..:mrgreen:

Jangan sombong. Jangan berpikir bisa mengatasi masalah lebih baik daripada orang yang sedang mengalaminya. You will never know ’till you put your feet into that shoes. Mungkin plin plan kesannya dan terlalu berhati-hati dalam menentukan sikap terhadap seseorang. Memang itu resikonya, tapi siapa lah saya ini sampai berhak menghakimi seseorang (meski cuma dalam hati), lalu merasa lebih baik dari si orang tsb. Sama saja dengan bersyukur menggunakan pembanding kan?😉

Tapi tidak bisa muluk-muluk juga sih.. Saya kan masih sering khilaf belanja dan pelupa tugas:mrgreen:

Gambar dari sini.

19 comments on “Di Sepatumu

  1. neng ucrit
    September 4, 2009

    apa sih apa sih

  2. Takodok!
    September 4, 2009

    yaa… gitu deh gitu deh
    *tendang ucrit*

  3. morishige
    September 4, 2009

    wow.. semakin bijaksana aja nih..:mrgreen:

  4. kapplak
    September 4, 2009

    wah,, bagus nih,,,

    betul tuh, jgn ga semua yg kita liat itu mudah…

    (applause)

  5. sez
    September 4, 2009

    ganti anuan ya?
    tapi katanya ya give a girl the right shoes and she can conquer the world -Marilyn Monroe

  6. Takodok!
    September 4, 2009

    ::morishige::
    oiya doms B-)
    *halah*

    ::kapplak::
    tidak semua mudah, tidak semua begitu sulitnya juga
    bingung?
    Sama!:mrgreen:

    ::sez::
    kalau sepatunya kesempitan, atau bahannya kurang baik, malah jadi lecet doms😛

  7. Ina
    September 4, 2009

    cin…postingan mu ini buat diriku meres otak tp kok yo nga ngerti maksudnya apa.😀 *lg dodol*

    Mwah mwah…

  8. Kurotsuchi
    September 4, 2009

    saya sudah baca dengan cara dibalik, sampe koprol lima kali di udara koq ya teteup saja ndak mudeng ya sama analoginya😦

    if i were in your shoes, i should know every steps you make, and the direction you take…

  9. Farijs van Java
    September 5, 2009

    maksudnya apaan sik? gak ngerti😦

  10. Chic
    September 5, 2009

    Before you critize someone you have to walk in their shoes.. So that when you critize them, you miles away and you have their shoes..😆 😆

  11. jensen99
    September 6, 2009

    Jangan berpikir bisa mengatasi masalah lebih baik daripada orang yang sedang mengalaminya.

    Soalnya orang yang sedang punya masalah, biasanya susah mikir. Oleh karena itu orang lain terkadang bisa mikir lebih baik.😉

  12. Yessi
    September 8, 2009

    ya..ya…talk is cheap ha? yang menurut kita easy..ternyata ga se easy itu…

    nice blog anyway..salam kenal…😉

  13. warm
    September 9, 2009

    saya cuma punya sepasang sepatu,
    coklat pula warnanya😀
    ya begitulah,
    sering merasa yg terbaik dibanding orang lain,
    padahal ?.. not at all

  14. TamaGO
    September 9, 2009

    ya begitulah,pernah mengalami juga :p. dari perspektif pemberi saran kadang sepertinya sebuah masalah bisa diatasi dgn cukup mudah tapi ketika menghadapi sendiri masalah yg sama ternyata memang tidak semudah yg dibayangkan :p

  15. nie
    September 9, 2009

    hm….wise🙂
    saya juga masih sering khilaf dan belagak. wah, musti diperbaiki nih.

  16. Takodok!
    September 9, 2009

    ::Ina, Kurotsuchi, Farijs Van Java::
    tidak usah dimengerti, yang penting diamalkan *lho?*:mrgreen:

    if i were in your shoes, i should know every steps you make, and the direction you take…

    nah, ini hampir mirip kok..
    ngerti doms berarti?😀

    ::Chic::
    True!
    takodok likes this!😆

    ::jensen99::
    bisa mikir, tapi cuma melihat dari sudut pandang yang cenderung sempit. Nanti pas dipikir ulang baru bilang, “Kenapa dulu begitu ya”:mrgreen:
    senangnya ada yang mengertiiii😆

    ::Yessi::
    begitulah..
    salam kenal juga🙂

    ::warm::
    tapi sering kejeblus ya om? 😀

    ::TamaGO::
    been there, done that.. dan gak enak bener rasanya ya?🙂

    ::nie::
    sama-sama memperbaiki, jeung😀

  17. The Great Rist Lawliet
    September 22, 2009

    In Your Shoes?

    bukannya itu umpatan ya??😕

    ups, itu “In Your Face“…😆

    *kabur*

  18. deeedeee
    September 22, 2009

    hehe.. saya kadang suka kayak gitu.. ngomong blablabla.. kalo gw jadi lo blablabla.. tp kalo ngerasain sendiri lum tentu ngelakuin yg di-blablabla sebelumnya *parah-payah😦

    kalo gt I just love my own shoes *eh, nyambung gak?! hehehe

  19. Takodok!
    September 26, 2009

    ::The Great Rist Lawliet::
    oh, “In Your Eyes” dong 😆

    ::deeedeee::
    i just know my own shoes, urus sepatu kalian sendiri😆
    *dilempar sepatu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 4, 2009 by in D Commento.
%d bloggers like this: