Crying In The Rain [Chapt 3]

Dimana tempat paling aman menyembunyikan daun? Di tengah hutan. Dimana tempat paling aman menyembunyikan tangisan? Di bawah hujan.

Sembunyikan daun di tengah hutan, ia akan tersamarkan. Sembunyikan tangismu di bawa hujan, maka tak ada yang tau.

Kurang lebih seperti itulah kalimat yang saya taruh di dua tempat. Ternyata bola bergulir sampai pernyataan I do my crying in the rain, yang ternyata adalah lirik lagu πŸ‘Ώ Untunglah tante Itikkecil mengingat lagu lawas tersebut, yang liriknya… duh… 😐 Kemudian ada mas Jensen dengan selera rock-nya :mrgreen:

Nah, sekarang bola kembali bergulir ke saya. Tidak ada lagu yang ingin saya tambahkan, hanya ingin menanyakan sebuah pertanyaan; “sinting ya menangis di bawah hujan?”

Saya pribadi pernah kok menangis di bawah hujan. Ide ini pun cukup menarik, karena no one ever sees the tears when you’re crying in the rain. Airmata bukan sesuatu yang mesti dibanggakan sehingga harus dipamerkan kan? πŸ˜‰ Tapi itu hanya sebatas ide. Bisa terbantahkan kok. πŸ™‚

Ya jelas terbantahkan laahhhh.. Sinetron banget kalo setiap nangis mesti menunggu hujan dulu, atau setiap turun hujan mesti nangis hujan-hujanan lalu ketabrak mobil kesamber petir πŸ˜†

Lalu kenapa tetap nanya pertanyaan di atas?

Iseng aja. Siapa tau masih ada orang yang cukup sinting untuk tidak menyintingkan ide sinting ini πŸ˜› Lagipula, weekend gak boleh serius-serius ah bos!

Yuk ah mari! πŸ˜‰

17 thoughts on “Crying In The Rain [Chapt 3]

  1. kalau lagi ga bisa nahan tangis dan kebetulan lagi hujan tapi ga mau kelihatan nangis, silahkan nangis di tengah hujan. kalau ga ada hujan ya pande2 aja biar ga kelihatan nangis. use the environment as your weapon

  2. Hujan itu (terutama malam hari) enaknya jalan2, payungan. Menikmati jalanan yang relatif sepi, orang2 dan motornya yang berteduh, cipratan air dari mobil2, tumbuh2an yang segar, selokan2 yang meluap, dan perasaan bahwa alam mengerti isi hati kita…

    • aish…
      dalemnya.. tapi kadang kita nya saja yang mencocok-cocokkan dengan alam :mrgreen:
      dan kalo malam-malam hujan itu enaknya tidur bergelung selimut setelah minum cokalat panas πŸ˜€

      lama-lama saya merasa post kalo ini lebay sekali ya? Ah, sudahlah πŸ˜†

  3. *curcol*
    saya pernah merasakan menangis sambil hujan-hujanan. tapi entah kenapa, suasananya malah tambah membuat saya menangis lebih keras. justru sekarang saya berusaha untuk tidak menangis di depan siapapun termasuk di depan di pacar.

  4. Hujan-hujan, enaknya minum secangkir kopi hangat sambil duduk di balik jendela menandangi derasnya hujan. Atau melihat dari balik jendela mobil yang tengah melaju kencang.. *intinya, “di balik jendela”* :mrgreen:.

    Eh tapi kemarin saya mau ikutan takodok hujan-hujanan πŸ™„

    • normalnya memang kegiatan di atas yang dilakukan, tapi kadang pikiran di luar normal ingin juga nangis hujan-hujanan seperti di sinetron :mrgreen:

      yuk, mbak yuk! πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s