Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Retak

Ia pernah retak. Tak bisa diperbaiki lagi. Potongan serpihannya masih sempat tersimpan beberapa lama sebelum akhirnya dibuang karena memang tiada guna lagi.

Ia memang retak tapi terus ku pergunakan karena ia pemberian teman yang baik walau kadang menyebalkan.

Ia retak, cantik, dan bisa mengakibatkan luka. Tapi ia salah satu kesayangan. Ia tak akan ku buang.

Lalu retaknya bertambah. Lagi-lagi karena kecerobohan. Retak di dua sisi. Makin berbahaya. Tetap saja cantik, dan kesayangan.

.

.

Ia retak, cantik dan kesayangan. Tapi berbahaya. Tak apa. Aku hanya harus lebih berhati-hati memperlakukannya. Itu saja.

Mug

Mug Merah

15 comments on “Retak

  1. elia|bintang
    January 20, 2010

    oo kalo di gambar sih bukannya retak itu, cuma gompal aja *bhs indonesia yg ngarang*:mrgreen:

  2. christin
    January 20, 2010

    fragile. handle with care.

  3. warm
    January 20, 2010

    beli baru lagi saja😀

  4. darahbiroe
    January 21, 2010

    berkunjung n di tunggu ea kunjungan baliknya heheh makasih

  5. Chic
    January 21, 2010

    Ia retak, cantik dan kesayangan. Tapi berbahaya. Tak apa. Aku hanya harus lebih berhati-hati memperlakukannya. Itu saja

    kenapa ya kalimat ini rasanya gimana gituuuuu….
    *urek-urek muka desti*

  6. bearnuts
    January 22, 2010

    (pikir)@takodok sering minum sambil emosi (lol)

  7. Frederick Mercury
    January 22, 2010

    ia cantik, merah, retak, dan minta diganti😀

    btw, barang yang asal-muasalnya (pemberinya) ‘berharga’ bagi kita, maka gompel seperti itu bukanlah cacad. justru menunjukkan ‘kerapuhan’ kepada kita agar kita memperlakukannya dengan lebih hati-hati😐 *asal ngomen*

  8. san
    January 22, 2010

    ihhhh…. cantik bgt mug merahnya…
    tapi ada rompelnya..

  9. deeedeee
    January 23, 2010

    terus terang saya orgnya lebih memperhatikan fungsi dan bentuk fisik, kalo ga kepake saya buang atau ksh org atau taro di gudang *kadang sering sebal juga sm sifat kayak gini, kesannya ga menghargai tp niatnya cuman ga mo memenuhin lemari kamar*

  10. rianadhivira
    January 23, 2010

    bergumam…. emm haha kok kayal baca buku filsafat aja nih..
    numpang baca dan salam kenal ya !!

  11. theodora
    January 24, 2010

    palanta kagak ada makanya bantig2 gelas ya mpok…?ampe retak2 gitu…ha..ha.. buat perkumulan baru dong…yang lebih ok dari palanta… kwek..kwek… aja namanya..he..he..

  12. emyou
    January 26, 2010

    itu naruh mug-nya minggir banget des.. ngeri kesenggol tus pecah, bukan cuma retak lagi😀

    • Takodok!
      January 27, 2010

      itu cuma buat difoto kok pha, aslinya malah biasa ditaruh di lantai trus kesepak:mrgreen:

  13. Snowie
    January 28, 2010

    *like* =D

    Well said.

    Btw, jangan terlalu memaksanya. Biarkan ia istirahat dari tugasnya. Ia masih bs menemani mu dgn cr lain khan.😉

  14. Pingback: Retak dan Terbuang « Di Catatan Takodok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 20, 2010 by in D Private and tagged , .
%d bloggers like this: