Things You Already Know #3: Sepele

Topik National Geograpic Indonesia bulan ini adalah Air, Dunia Yang Dahaga. Ada artikel tentang bagaimana sungai yang membentang melalui wilayah Yordania-Israel-Palestina bisa membawa sekelumit perdamaian. Ada pula cerita para wanita di Etiopia yang harus menempuh berkilo-kilometer untuk mendapatkan air bersih. Cerita langkanya air bersih juga tidak melulu dimonopoli desa nun jauh di Afrika sana. Penduduk Gunungkidul bagian selatan juga mengalaminya. Tanahnya yang berupa tanah gamping menyerap air di permukaan lalu menyerapnya ke perut bumi. Seberapa banyak curah hujan, air akan tetap kurang.

Data perbandingan penggunaan air antara daerah perkotaan dengan daerah langka air cukup membuat terkesima dan bisa mendorong siapa saja untuk terjebak euforia menyelamatkan bumi. Tapi mari tidak berpanjang-panjang membahas itu. Untuk menghemat sumber daya alam butuh faktor kesadaran yang tidak bisa dipaksakan, betul? :mrgreen:

Yang menarik adalah ide penanggulangan kelangkaan air yang nantinya bisa menaikkan taraf hidup masyarakat setempat. Bagaimana? Bila akses ke air bersih lebih lancar tentu waktu yang tadinya digunakan untuk si air bisa dialokasikan ke kegiatan berguna lain; bertani, sekolah. Masyarakat yang lebih maju tentu lebih efisien menanggulangi hal-hal sepele mereka bisa lebih produktif berkarya. Setuju?

Sekarang, definisikan sepele!

.

.

.

.

Baiklah. Saya butuh waktu lama untuk memilah mana yang sepele mana yang penting bagi saya. Penentuan skala prioritas sangat tidak saya sekali . 😐

Ujung-ujungnya malah curcol ya? πŸ˜† Baiklah. Selamat mengerjakan hal-hal sepele secara efisien. Selamat hari Senin (malam)!! πŸ˜‰

20 thoughts on “Things You Already Know #3: Sepele

  1. Lah, gak nyambung!! πŸ˜†
    Sepele: Hal yang kecil sampai-sampai hampir ga masuk ke dalam daftar prioritas.
    Sekarang udah hari selasa… :mrgreen:

  2. @itikkecil
    betul begitu, mbak. Tapi ada juga hal-hal yang sepertinya disepakati umum sebagai sepele. Contooohhhh… urusan air di atas bagi masyarakat yang terbiasa dengan mudahnya akses air. Err… liuer juga 😐

    @Asop
    Begitulah sop. Ga nyambung ya? @_@
    πŸ˜†
    Selamat Selasa! :mrgreen:

    @Chic
    Aish mamaaaaakkkk.. jangan buka kartu dooooongggg πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†
    Tadinya mau dibikin sok serius dan ilmiah gitu, tapi kehilangan ide di tengah jalan. Payah ya? πŸ˜†

  3. diakalinnya kan dengan disalurkan pipa2 saluran air, seperti di gunung2 dan hutan2 pada umumnya di Indonesia? πŸ˜•

    Sekarang, definisikan sepele!

    satu pele? (ninja)

  4. @Arm Kai
    dananya cin. Dimana? Di Gunungkidul setidaknya masih ada cadangan air jauh di dalam tanah, dari yang saya baca di artikelnya. Kalo nun jauh di Afrika sana? 😐

    satu pele? (ninja)

    *keplak*
    πŸ˜†

    @Tama GO
    Itu kan gunanya twitter, tamaaaaa *disepak*
    πŸ˜†

    @Treante
    pilek itu bisa jadi tidak sepele bila sudah terlalu lama πŸ™‚

  5. Sekarang, definisikan sepele!

    sepele adalah pikiran2 saya yang kompleks, namun bukan apa-apa bagi yang lain 😎

    Baiklah. Saya butuh waktu lama untuk memilah mana yang sepele mana yang penting bagi saya. Penentuan skala prioritas sangat tidak saya sekali

    saya selalu melakukan scalling, mulai dari prioritas tinggi ke rendah, meski buat orang lain saya selalu seolah melakukannya dengan klasifikasi yang terbalik 😐

  6. buat saya (munkin kita) yang biasa hidup dengan air berlimpah sih masalah air itu sepeleeeeeeee! jadi ya gak perlu pake accara hemat2 air segala… ya kan ya kan?? tapi buat orang2 yang kesulitan air…. errrrrrrrrrrr

  7. Saya gak setuju kalau air mata pegunungan, eh, mata air pegunungan dieksploitasi untuk jadi lahan air bersih warga dunia. Nanti kalo pegunungannya tak punya air mata, duh, mata air lagi, repot.

    Saya lebih setuju kita beli air kemasan aja (scenic)

    Nah, ini sepele, tapi ngawur πŸ˜€

    Intinya, ketika harus kita definisikan secara harfiah, maka sepele itu adalah sesuatu hal yang sering terlupakan, tapi terlalu naif untuk dinafikan.

    (haha)

  8. @warm
    mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang ya om? :mrgreen:
    ah.. si om lagi-lagi merendah nih ah πŸ˜‰

    @sez
    site yang keren! Terimakasih tante! πŸ˜€

    @venus
    waduh mbok.. 😳 πŸ˜†

    @Hey, Jude!
    saya juga melakukan itu.. Dan akhirnya hanya bisa meminta maaf dan pengertian kepada pihak-pihak yang dirugikan dengan segala urutan terbalik prioritas tsb -__- *curcol lagi*

    @Filarbiru
    halo salam kenal juga πŸ™‚

    @Donny
    yak! Sesuatu sering terasa paling berharga saat ia sudah hilang. Tapi untuk masalah air ini.. emm.. kalau hilang mati dong kita. Air kan sumber kehidupan :mrgreen:

    @suci
    hmm… saya pribadi sih lebih condong ke penggunaan secukupnya. Air, listrik, semua sumber daya. Bukan apa-apa, hemat biaya juga jadinya :mrgreen:

    @poetra
    ya mata air pegunungan jayawijaya jadi sumber air Haiti kejauhan juga sih ya πŸ˜†
    itu satu contoh untuk artikel gunungkidul di atas saja. Mungkin ditelusuri saja linknya. Cukup menarik πŸ™‚

    ..sepele itu adalah sesuatu hal yang sering terlupakan, tapi terlalu naif untuk dinafikan.

    plok plok plok! Nice definition kk πŸ˜€

    @eMina
    realitivitas? πŸ™‚

    @rime
    3pele, 4 pele, .. 11pele. menang piala dunia dong *kriuk*
    πŸ˜†
    santai mah di sini neng :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s