Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Pedestrian

pedestrian n a person walking in the street, not sb in a vehicle (Oxford Advaced Learner’s Dictionary)

Sudah jadi rahasia umum bahwa kenyamanan pejalan kaki berada di urutan ke-sekian. Jangankan meminta trotoar yang layak, bahkan trotoar yang seadanya pun sering diserobot untuk berbagai kepentingan. Kalau berjalan di jalan tanpa trotoar, yah… harus ekstra hati-hati karena beberapa  pengendara, baik motor atau pun mobil, merasa urusannya lah yang paling penting sedunia. Semua minggir! Beri saya jalan! Begitu kendaraan mereka menyerempet tubuh kita yang cuma seonggok daging ini, umpatan kasar yang keluar bukannya permintaan maaf.

Ah, tidak semua kok. Saya juga tidak hendak menggeneralisir. Masih banyak pengendara santun yang patuh peraturan dan tidak kesetanan maupun kecanduan adrenalin jalan raya. Saya yakin itu. Kali ini saya juga tidak bermaksud mengumpat lagi. Anggap saja yang di atas keluh kesah tak berujung:mrgreen:

Jumat sore saya sempat JJPS di seputaran Jalan Sudirman dan Jalan A. Yani. Suasana saat itu adem dan basah. Maklum, sedang hujan. Ketika itulah saya menyadari bahwa trotoar di sini sama seperti kerabatnya di belahan lain muka bumi, masih kurang ramah terhadap pejalan kaki.

Jl. Sudirman

Trotoar di Jalan Sudirman berubah menjadi kolam kecil sedalam mata kaki. Menarik, kita bisa mendinginkan kaki di sini. Beberapa anak sekolah yang berpapasan pun memanfaatkan kolam dadakan ini sebagai sarana bermain. Bila kering jadi trotoar, saat hujan jadi trotoar plus plus.

Jl. A. Yani

Nah, trotar di Jalan A. Yani ini lebih bersahabat. Rindang pepohonan juga sangat membantu kala panas terik menghantam bumi Minang. Halah.

Apakah berlebihan kalau saya bermimpi bisa JJPS di daerah yang ramah pejalan kaki? Trotoar layak dan bersahabat, pepohonan rindang, laju kendaraan tidak seperti maling dikejar setan, dan minim bising klakson, apakah itu semua mustahil didapat? Tidak juga. Kampus saya amat sangat ramah pejalan kaki kok. Tapi.. kalo di sana mah bukan JJPS namanya😆

ps. JJPS=Jalan-Jalan Penghilang Suntuk

23 comments on “Pedestrian

  1. rian
    May 15, 2010

    PERTAMAX!!!!

    lama ga mampir disini kak.. sori oot😀

    • Takodok!
      May 15, 2010

      Argh! Spam nih spam!😈
      iyan main yuk! Heheh

      • amy_si
        May 15, 2010

        hapus…hapus…hapus
        (devil)

  2. amy_si
    May 15, 2010

    trotoar yang seperti itu sedang susah dicari kak….
    pa lagi di padang…

    kalo ada yang kek gtu (baca nyaman)
    mau deh amy jalan kaki dari tumah ke gramedia…
    hehehehe

    tapi sayang eh sayang,….
    (ngeluh lagi)

    hehehe

  3. rian
    May 15, 2010

    yang depan kantor gubernur juga bagus tu trotoarnya kaaak..🙂

  4. amy_si
    May 15, 2010

    haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………
    kakakkkkkk
    ada yang gituuuuu tuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….

    hapus…hapus…hapus
    (lirik komen di atas amy dan tretnya kak desti)

    (evilsmirk)

  5. galeshka
    May 15, 2010

    harusnya sih bukan mimpi tapi ya di republik ini pedestrian emang warga negara kelas dua sih😦

  6. Dins
    May 15, 2010

    saya benci sama trotoar yang dipake buat parkir n dagang. bentar2 turun. trus naik lagi. trus turun lagi. madesu. ~~

  7. Hey, Jude!
    May 15, 2010

    ini hasil pencarian keywords ‘pedestrian’ di mobile dictionary E63 saya:

    pedestrian (noun) : a person who travels on foot

    sudah?

    belum!

    disamping definisi tersebut ada CONTOH penggunaan kata pedestrian:

    Three pedestrians were hit by the car.

    bahkan kamus pun menggunakan percontohan yang menyudutkan posisi pedestrian yang cekak fasilitas dan minim kesejahteraan di lantas…😐

  8. Ina
    May 16, 2010

    Kebayang waktu masih di kota besar itu.
    Jalan kaki di pinggir jalan pada waktu tengah hari bolong.
    Fiuh…berharap sinar matahari bisa sedikit bersahabat tp apa daya,serangan langsung tanpa ada pepohonan sbg pelindung.

    Nice post,dok.
    Semoga makin bangsa ini dan org2nya menyadari pentingnya penghijauan.

  9. orangekusuka
    May 16, 2010

    JJPS..
    dapet dari mana ini..
    haha

  10. Pingback: Tweets that mention Pedestrian « Catatan Takodok -- Topsy.com

  11. morishige
    May 17, 2010

    kalo di Padang kawasan yang paling enak buat dijajal jalan kaki ya Jl. A. Yani. lainnya panas terik.
    tapi dulu tiap sore waktu smp saya jalan kaki dari SMP 7 ke minang plaza.:mrgreen:

    di jogja daerah pedestriannya adalah Jl. Pangeran Mangkubumi. tepat di sebelah utara Jl. Malioboro. tiap malam minggu di sana juga banyak klub-klub yang ngumpul. mulai dari klub motor, vespa, sampe onthel. meskipun begitu, siang-malam Jl. Pangeran Mangkubumi tetap enak buat dilewati.

    Malioboro? udah padat banget. terutama oleh turis dan kendaraan tanpa mesin (andong, becak, dll).

  12. TamaGO
    May 17, 2010

    kalo lagi macet, kadang motor2 ga sabaran juga mengambil alih trotoar😀

  13. Juminten
    May 17, 2010

    kompleks perumahan rumahku di Riau sono, pedestriannya asik buat JJPS.
    kayaknya pedestrian yg ga layak itu kebanyakan di Jakarta, deh.
    emang di Jakarta ini, apa2 susah. kebanyakan orang. kebanyakan yg diatur. jd banyak yg terbengkalai dan luput dr perhatian pemerintah. =,=’ *komentar sok tau*
    yg paling enak kalo mau jalan di pedestrian itu diiiii… singapur!
    beuh… belum ada tandingannya so far menurutku, sih. X)

  14. tukangobatbersahaja
    May 17, 2010

    apalagi di Jakarta, trotoar jadi rebutan antara pejalan kaki dan pengendara motor.
    Motor suka seenaknya sendiri.
    kalo pejalan kaki ga mau minggir langsung diklakson kenceng…. sambil teriak MINGGIR MINGGIR

  15. devieriana
    May 17, 2010

    trotoar di Jakarta sudah berubah fungsi jadi tempat dagangan & bahkan mtorpun suka jalan di trotoar..

  16. suandana
    May 18, 2010

    Trotoar layak dan bersahabat, pepohonan rindang, laju kendaraan tidak seperti maling dikejar setan, dan minim bising klakson, apakah itu semua mustahil didapat?

    Tidak tuh, tidak ada yang mustahil… Trotoar di Eropa hampir semuanya kayak gini lho😀 (kecuali trotoar di Amsterdam yang mirip sama trotoar di Jakarta)

  17. Catra
    May 20, 2010

    Pengen jalan-jalan di sudirman ahhh…. cek tkp. ngeliat apakah bener pic di atas di sudirman.. hehe becanda.
    Tapi memang benar, untuk mewujudkan kota yang asri harusnya pemko mewujudkan pedestrian yang nyaman buat berjalan kaki. Menanami pohon pelindung. Dan mengefektifkan angkutan umum. 🙂

  18. Eru
    May 20, 2010

    Jadi inget trotoar di bandung.

    Yang kadang trotoarnya jebol2 jadi kalo hujan berisi tanah basah yang lengket2, pas nyampe kampus sepatu berlepotan tanah seakan-akan baru jalan-jalan ke sawah.

    Atau motor-motor yang semena-mena menembus trotoar dan uda tau itu jalannya pejalan kaki tapi ga tahu diri dengan menglaksonin dari belakang >_<

    Trotoar😦

  19. Ceritaeka
    May 22, 2010

    Kamu tinggal di kota apa sih Des?

  20. Takodok!
    May 23, 2010

    @amy_si
    kalo dari pasbar ke gramed tetep milih naik angkot dah. Capek, tua di jalan😆

    @rian
    iya yan, bagus, tp bukan daerah jelajahan🙂
    yg di jalan ujung gurun juga lumayan sih🙂

    @galeshka
    warga kelas tiga dari 2 kelas:mrgreen:😦
    tp di kota ini masih jauh lebih lumayan daripada di kota-kota besar..

    @Dins
    betul.. mesti rajin-rajin liat ke belakang biar ga disamber mobil😐

    @Hey, Jude!😯
    contoh yang sangat mengacu pada realitao_O

    @Ina
    gimana ya na, emang kota besarnya kelebihan penduduk, jadi mesti saling sikut😐
    kalau kota besar mau dirombak habis-habisan sepertinya susah, nah yg kota kecil jangan sampai nantinya mengikuti jejak si kota besar tsb..

    @orangekusuka
    yaa.. istilah bikinan sendiri sih:mrgreen:

    @morishige
    eh, jalan pangeran mangkubumi itu yg mana ya? Yang ada bank bangunan lama itu ya?:mrgreen:
    sepanjang jalan A. Yani memang enak, terutama yg setelah persimpangan Selaguri sampai simpang jalan Veteran. Lebih sepi, jadi tidak berisik😀

    @TamaGO
    betul betul betul😦

    @Juminten
    belum pernah ke Singapur sih, tapi negara itu memang contoh nyata keberhasilan penyelenggaraan peraturan. Di Indonesia? Entah kenapa pesimis ya:mrgreen:

    @tukangobatbersahaja & devieriana
    begitulah, mbakyu..
    makanya saya ogah ke Jakarta *eh*:mrgreen:

    @suandana
    yailah, mas adit.. ibaratnya pengen roti coklat dikasih obeng ini namanya -__-
    masa mesti pindah negara untuk dapat kenyamanan seperti itu?

    @Catra
    ditunggu kiprah Catra sebagai walikota:mrgreen:
    kota ini masih berpotensi banget lho, cuma belum optimal. Jangan sampai nantinya sepeerti Bandung saat ini lah😐

    @Eru
    iya ya, Bandung seperti Jakarta, sudah sangat padat dan banyak jalan yang berlubang ya? Benar-benar sayang sekali😦

    @ceritaeka
    di Padang, mbak🙂

  21. orange float
    May 24, 2010

    paling sebel trotoar digunakan untuk jualan para pedagan kaki lima, yang ada pejalan kaki terpaksa jalan di pinggir jalan raya sambil was-was takur keserempet mobil dan motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 15, 2010 by in D Plus and tagged , , , .
%d bloggers like this: