Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

[Film] Darah Garuda

Libur lebaran kali ini kembali diisi dengan menonton film(-film) yang sedang tayang di bioskop. Dua tahun lalu Laskar Pelangi, tahun kemarin Get Married 2, dan kali ini Darah Garuda alias Merah Putih II.

Melanjutkan film sebelumnya, Darah Garuda berkisah tentang kelanjutan perjuangan Letnan Amir (Lukman Sardi), Thomas (Donny Alamsyah), Dayan (T. Rifnu Wikana), dan Marius (Darius Sinathrya)—para prajurit yang tersisa dari sekolah tentara yang hancur diserang Belanda pada malam kelulusan mereka. Tujuan utama mereka tentu merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Dengan bumbu pengkhianatan, percintaan, keapatisan pada revolusi sampai isu persatuan vs agama film ini mengalir lancar meski nuansa perjuangan Indonesia-nya kurang terasa. Ganti nama negara maka film ini bisa berkisah tentang negara mana saja.

Yah, tapi saya cukup menikmati ledakan di sana sini, akting pemain-pemainnya yang bagus (T. Rifnu Wikana keren!), dan selipan humornya. Cukup menghibur. Mau mencari makna? Ah di mana saja bisa dapat kok. Belajar sejarah? Di buku teks banyak! Datang, duduk, nikmati filmnya bersama pop corn anda.🙂

Oya, yang membuat saya sangat terhibur saat menonton film ini adalah reaksi para penonton yang berteriak gemas saat adegan kejar-kejaran, bersiul-siul saat adegan kissing-kissing-an, bahkan bertepuk tangan saat film usai. Kalau menonton dvd sendirian rasanya tidak akan seheboh ini. Bisa jadi malah ketiduran di beberapa adegan. Menonton di bioskop memang beda nuansanya:mrgreen:

8 comments on “[Film] Darah Garuda

  1. chiw
    September 13, 2010

    Ahay! Saya belom nonton!
    Bagusan mana dibanding yg pertama cyin?

    • Takodok!
      September 13, 2010

      seru yang ini cin, lebih banyak ledakannya:mrgreen:

  2. Juminten
    September 14, 2010

    iyaaa… setuju! kalo nonton di bioskop itu suasananya beda.😀
    btw, aku pengen banget nonton film ini. bikin penasaran.
    tp masalahnya aku ga nonton film yg pertamanya.
    kira2 bakalan ngerti ga, tuh?😦

  3. warm
    September 15, 2010

    belom nonton
    bioskop satu2nya di kampung saya penuh total😥

  4. Arm Kai
    September 16, 2010

    belom nonton, temen ga ada yg mau kalo diajak nonton film lokal di bioskop😆

    *paling nungguin RE Afterlife aja :P*
    (ninja)

    • Kurology
      September 17, 2010

      belom nonton, temen ga ada yg mau kalo diajak nonton film lokal di bioskop

      bener, men. nasionalisme saya seuprit, jadinya, saya paling enggak demen nonton begituan :LOL:

  5. devieriana
    September 16, 2010

    belum nonton😀
    abis baca resensi kalau film itu begitu-begini-anuh-itu.. jadi yaa..nggak nonton-nonton deh, hihihih😀

  6. Takodok!
    September 17, 2010

    @Juminten
    ngerti-ngerti aja sih, toh banyak ledakannya *teteeeeppp*:mrgreen:

    @warm
    di Jogja aja om🙂

    @Arm Kai, Kurology
    Bukan perkara nasionalisme sih, tapi perkara iseng dan rame-rame nonton dengan temen-temen. Kalo sendiri saya ogah pun. beda dengan Sang Pencerah, sendirian juga tetep nonton:mrgreen:

    @devieriana
    tunggu di teve aja kalo gitu, mbak:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 13, 2010 by in D Reviews and tagged .
%d bloggers like this: