Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Kesalahan Yang Telah Diramalkan

Api membakar apapun di sekitarnya dengan syarat adanya oksigen. Bila saya julurkan jari ke arah api kompor tentu ia akan terbakar. Sakit. Itu saya tau. Tidak akan saya lakukan dengan sengaja. Saya tidak sebodoh itu.

Bahan kimia apapun jenisnya mesti diperlakukan hati-hati sesuai aturan. Saya tak bisa sembarangan menuangkan asam sulfat 8 N di luar lemari asam. Nyatanya kelompok saya pernah mengencerkan 8 N jadi 0,1 M saja di luar lemari asam. Bukan uji nyali cuma perlu hati-hati dan teliti juga kemujuran. Kami, atau minimal mereka, tidak sebodoh itu.

Kepercayaan dan janji wajib dijaga. Jangan dilanggar. Itu kita tau. Sayangnya kadang kita terpaksa melepasnya karena satu dan lain hal. Entah demi kebaikan lebih besar ataupun keegoisan semata. Bagi pihak yang telah dikhianati, dibohongi, apapun latar belakangnya akibatnya akan sama saja: sakit hati. Itu kita tau, tapi kadang, atau seringkali kita memang bodoh.

Pengetahuan akan apa yang akan terjadi, kehati-hatian, ketelitian maupun niat untuk tetap berjalan tegap lurus kadang tidak cukup untuk mencegah kita jatuh pada lubang kesalahan yang telah diramalkan. Kadang kita jadi begitu bodoh seakan sengaja menjatuhkan diri ke dalamnya.

 

Ya, saya sebodoh itu. Dua kali. Dan harga yang mesti dibayar mahal. Mahal sekali. Jadi pengalaman? Dua kali tentu saja jadi pengalaman. Apapun yang sudah berlalu akan membawa hikmah dan pelajaran. Pasti. Pertanyaannya apakah saya akan lagi-lagi jatuh ke lubang kesalahan yang telah diramalkan? Bisa jadi. Saya memang sebodoh itu kok.

Ya, kan?

11 comments on “Kesalahan Yang Telah Diramalkan

  1. venus
    December 22, 2010

    kamu gak bodoh, desti. kadang hati lebih kuat dari otak. kita tau otak memerintahkan kita menolak sesuatu, tapi kita milih lebih dengerin kata hati, dan itu normal🙂

  2. TamaGO
    December 22, 2010

    biasanya sih karena sudah ada pengalaman maka jadi merasa ‘masa sih jadi kaya dulu lagi, kali ini lebih hati2 lah’ dan coba dilakukan lagi dan akhirnya jadi kesalahan kedua deh (dan karena pikiran serupa bisa jadi yang ketiga) hehehe.

  3. Chic
    December 22, 2010

    itu karena memutuskan pake hati atau pake kepala Des?:mrgreen:

  4. Asop
    December 22, 2010

    Sulit banget mendapatkan dan mengembalikan kepercayaan yang udah kita khianati….😥

  5. Ina
    December 22, 2010

    hmmmm…dilema berkepanjangan nih.

  6. Ceritaeka
    December 22, 2010

    Tapi kalau soal hati siapa yang gak jadi bodoh si Des?
    Its ok.. yg penting bangkit lagi yah, jgn berkepanjangan..
    Hugz

  7. warm
    December 29, 2010

    bodoh ?
    ah suka merendah.😐

  8. hendra
    February 5, 2012

    itu namanya ilmu padi gan, semakin berilmu semakin merendah,,,

  9. obat kelenjar getah bening
    February 25, 2012

    pengalaman itu guru terbaik gan,,
    smoga sukses selalu gan…

  10. everything it’s oke,,,
    jangan terlalu terbawa,,,

  11. purti
    March 28, 2012

    semoga saja tidak kembali jatuh kelubang yang sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 22, 2010 by in D Private and tagged , .
%d bloggers like this: