[Film] Letter From Juliet

Dear Claire,
What and If are two words as non-threatening as words can be. But put them together side-by-side and they have the power to haunt you for the rest of your life.

What if? What if? What if?

I don’t know how your story ended but if what you felt then was true love, then it’s never too late. If it was true then, why wouldn’t it be true now? You need only the courage to follow your heart.

I don’t know what a love like Juliet’s feels like; love to leave loved ones for, love to cross oceans for. But I’d like to believe if I ever were to feel it, that I will have the courage to seize it. And, Claire, if you didn’t, I hope one day that you will.

All my love,

 

Juliet

 

Letter To Juliet

Letter To Juliet

Awalnya saya tidak terlalu berharap banyak pada film ini. Akhir cerita yang tertebak, sedikit bumbu komedi sana-sini, chemistry para tokoh utama, dan mungkin selipan kutipan menarik (menurut selera saya tentunya). Semua “syarat” ada. Tidak perlu mencari-cari nilai lebih karena ini jenis film untuk dinikmati sebagimana adanya.

Berkisah tentang Sophie (Amanda Seyfried) seorang pemeriksa fakta di The New Yorker. Bersama tunangannya, Victor (Gael Garcia Bernal), ia berlibur pra-bulan madu ke Italia. Sesampainya di sana mereka malah sibuk menikmati kesenangan masing-masing. Tidak ada titik temu kegembiraan di antara keduanya. Yang ada hanyalah kompromi dan pengertian, terutama dari pihak si wanita.

Satu kegiatan yang paling menarik perhatian Sophie adalah kelompok yang menamakan diri Secretary of Juliet. Empat orang wanita membalas surat para wanita yang telah menempelkan curhatnya di Juliet’s Wall. Masing-masing surat curhat tsb dikirimkan ke alamat masing-masing lho. Kurang kerjaan ya? Eh, romantis maksudnya :mrgreen:

Suatu hari secara tak sengaja Sophie menemukan surat yang tersembunyi di balik batu bata yang ditulis 50 tahun lalu oleh seorang gadis bernama Claire (Vanessa Redgrave) asal London. Sophie pun membalas surat tsb.

 

English men, they’re as cold as fish.

Tak disangka beberapa hari kemudian muncul seorang pria yang mengaku cucu Claire. Ia menemani neneknya ke Italia untuk menemui cinta pertama sang nenek, Lorenzo. Si cucu yang diperankan oleh Christopher Egan “sangat berterima kasih” atas surat Claire yang mendorong segala kegilaan sang nenek. Bisa ditebak karakter si cucu yang bernama Charlie ini tipikal bocah Inggris; pemarah, skeptis dan menjengkelkan.

 

I’m sorry, I didn’t know love had an expiration date! -Sophie-

Karakter Sophie sangat berlawanan dengan Charlie. Rumus utama film romantis; tokoh utama sangat bertentangan. Sophie yang bercita-cita jadi penulis masih sangat percaya dengan cinta sejati sedangkan Charlie realis berhati lembut. Halah.Β Cerita selanjutnya silahkan dibayangkan sendiri. Dari sebal jadi cinta. Dari benci jadi rindu. Halah lagi. Yang pasti panorama Siena memanjakan mata. Keunikan karakter lelaki Italia dan perbandingannya denganΒ English Man memancing tawa.Β Happy ending pastinya. Kurang apa lagi, eh?

.

What if you had a second chance to find true love?

Tagline penuh janji dan mimpi :mrgreen: tapi.. boleh lah. Kalau anda disodorkan pertanyaan di atas, bagaimana? Ambil/tidak?

Saya? Saya sih ngeri berandai-andai. Mengambil kesempatan itu berapa banyak yang harus dilepaskan? Ada yang dirugikan ndak? Kalo bisa sih win-win yes? πŸ˜† (kalau sudah nonton filmnya pasti ngerti letak lucunya :mrgreen: )

Oya, jadi kepikiran aja sih. Kalimat “it always been you” yang diucapkan kaum yang kembali dekat dengan mantan itu agak tidak adil ya? Apalagi kalo baru beberapa minggu/bulan sebelumnya mereka bersama seseorang lain. Jadi selama mereka bersama itu masih kepikiran mantan? Atau perasaan bercabang? Adil ya? Eh, tapi kalo ngomongin keadilan di “urusan hati” memang gak nyambung sih ya? Bukan berarti saya bukan pelaku lhooo…

Udah ah. Kalau ada yang merasa tersentil jangan marah ya. Empat kali empat sama dengan enam belas, sempat tak sempat silahkan dibahas. Tapi ga pake marah. Mwah!

 

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Commento, D Reviews and tagged , . Bookmark the permalink.

18 Responses to [Film] Letter From Juliet

  1. Ina says:

    Sama euy, awalnya saya juga tidak terlalu berharap banyak ama film ini. Alur cerita yang pasti udah kayak pada umumnya. Tapi ternyata tetap ada yang bisa dipetik kok. πŸ˜€ Walaupun cukup bikin ‘uji nyali’… Hehehe…apa itu?? Ah sudahlah.

  2. mauritia says:

    aku belum nonton!
    Tapi beberapa hari yang lalu sempet liat surat buat Claire ini di notes temen, dan cengar-cengir miris pas bacanya.

    Buatku, what if itu mengerikan.. πŸ˜€

  3. midcool says:

    Wah, pengen nonton,
    Kata temen saya bagus… πŸ™‚

  4. emyou says:

    aku belum nonton. tapi besok kalo ke ratu plaza brarti harus masukin ini film ke daftar.

    hidup dvd bajakan!

  5. Kimi says:

    Tuh kan. Mesti deh. Tokoh utama si cewek yang udah punya pasangan, terus liburan, terus ketemu tokoh utama si cowok. Terus, mereka lama2 jatuh hati. Terus, pasangan si cewek ditinggalin deh. Bosen

    Plis deh. Semudah itu apa meninggalkan yang lama dan mencari yang baru? Hanya karena si baru ini dirasa lebih baik, lebih mengerti perasaan, lebih yang… “I’ve never met someone like you before.” Asem.

  6. devieriana says:

    wah kayanya mesti nonton nih akunya.. film-film ber-genre kaya begini ini kesukaanku :mrgreen:

  7. Takodok! says:

    @Ina
    Metik apel na?
    Hehehe.. Ga ngerti bagian uji nyali, tapi seperti dirimu bilang, ya sudahlah~
    πŸ˜€

    @mauritia
    What if itu racun yang susah dicari antidotumnya. Mending ga usah main-main dengan kalimat berawalan what if ya πŸ˜‰

    @midcool
    selamat menonton!

    @emyou
    Selamat berburu dan selamat menikmati perburuan 😈

    @Kimi
    aih, sepertinya ada aroma kisah pribadi ini. πŸ™‚

    @devieriana
    kalo suka film romantis memang layak tonton mbak πŸ™‚

  8. pilemnya bedarah-bedarah gitu gak sik? kurang seru ah kalo gak ada darahnya, minimal darah muda :p

  9. tenma says:

    Harus bepergian jauh, melakukan random stuffs, dan bertemu pria yang hawanya ngajak berantem *catet* Jadi begitu ya rumus dapat cinta yang baru, lebih fresh, dan “tak pernah bertemu yang macam begini sebelumnya”?

    So, what if I go on travelling to a very unknown and exotic place, finding a very cool exotic guy who I’ve never met someone like him before… Ah, sounds good, let’s try πŸ˜›

  10. warm says:

    ulasanmu itu ya
    selalu saja rapi, runut dan keren
    bikin saya penasaran pengen ngopi film ini
    *eh ngopi ?
    :mrgreen:

  11. The Crow says:

    ‘What If’ bukannya sudah jadi hal yang jamak dilakuin, jeng?

    dan kalo inget lagi, track-back beberapa tahun silam, ke belakang, ke beberapa kejadian, ada kalanya What If itu menari-nari di kepala saya, dan memaksa saya mengarang ending yang paling oke buat si What If ini… 😐

    dan sepakat sama Warmorning… as usual, tulisan kamu selalu rapi, tertakar macam pas kamu kudu meramu obat sesuai persentase bobotnya :mrgreen:

  12. Takodok! says:

    @Farijs van Java
    ada tuh, pemeran Clairenya darah muda kok :mrgreen:

    @tenma
    Padang-Mekkah-Jogja?
    Jogja-Fukuoka-Rusia?
    Padang-Jogja-Bangkok-Tangiers?
    :mrgreen:

    @warm
    di rentalan pasti banyak film ini om
    πŸ™‚

    @The Crow
    saya pun sering what if, sudah tau cuma bakal bikin sakit hati tapi ya tak kuasa menahan diri 😐
    soal urusan meramu obat, ah di praktikum resep dulu saya lumayan teliti, kurang resik dan lamban πŸ˜†

  13. itikkecil says:

    learning from my past… saya menyadari kalau tidak ada what if. segala sesuatu memang harus dicoba agar tidak ada penyesalan…
    segala sesuatu pasti ada akhirnya… bisa akhir yang sedih, atau akhir yang bahagia… tapi tidak akan berhenti pada pikiran, seandainya….

  14. wiskira zarq says:

    romantis bgt filmnya, menyentuh.. *agk berlinang air mata pas nonton* ( :
    pas di awal2 sempet ngrasa bosen, karna alur ceritanya trasa datar. bgtu peran Charlie masuk, br kerasa seru. udh bs ditebak ending-nya; they’re falling in love each other, so sweet πŸ™‚

  15. ozmin says:

    baru nonton kemaren, habis nemu filenya di warnet πŸ˜€
    Saya kurang suka dengan cerita2 cewek yang mutusin tunangan karena nemu yang baru.
    Tapi endingnya lucu juga πŸ˜€

  16. Takodok! says:

    @itikkecil
    what if itu semacam ranjau darat. Tidak disadari terperangkap sampai sangat terlambat lalu hancurlah kita berkeping-keping. Cieh. :mrgreen:
    what if itikkecil spent a whole day with me… 😳

    @wiskira zarq
    memang asik sekali ditonton bagi penyuka film romantis ya πŸ™‚

    @ozmin
    nah ituuuu.. what if beberapa tahun kemudian ternyata kecocokan mereka berakhir? cari yang baru lagi. Tapi pop corn movie ga usah dipikirin panjang-panjang kan ya? Pokoknya asal menghibur saja πŸ˜€

  17. @nonaedda says:

    hehee gw jg sempet bahas ttg film ini di blog
    ntah knpa yah,, mgkn krna gw orangnya sentimentil kali,, jd suka bgt ama film drama romantis kyak gini,,
    eh tp jujur,,gw ga suka sama keromantisan *aneh ya? :D*
    buat gw ini film romantis yg ga neko2, jd gw suka πŸ˜€
    apalagi kata2 di dlamnya itu tuh penuh makna,,hehehe,, jd suka bgt deh,,sampe gw jadiin koleksi film gw segala :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s