Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Tidur

Beberapa hari lalu saya mendapat link ke cerpen-cerpen Haruki Murakami. Sudah cukup lama saya dengar nama beliau dan kehebatannya. Norwegian Wood pun sudah cukup lama di-download. Sayang, belum juga beranjak dari halaman pertama. Nah, berhubung cerpen tidak perlu waktu lama untuk dibaca, saya mulai membaca cerpen berjudul On Seeing The 100% Perfect Girl. Saya langsung jatuh cinta padanya. Oh, saya memang cinta pada kesedihan. Lalu beranjak ke Honey Pie, setelah diyakinkan oleh nona Shinra bahwa ini cerpen ini berakhir manis. Memang manis. Manis-manis menghantam jantung *halah*. Dua cerpen ini sudah cukup membuat saya berikrar untuk berburu karya-karya Murakami yang lain. Telat ya?:mrgreen:

Berlanjut ke Sleep yang sejauh ini jadi juaranya. Pernah merasa sulit tidur? Atau malah selalu mengantuk? Saya pernah mengalami keduanya. Herannya, di saat butuh konsentrasi penuh, kantuk selalu datang menyapa. Ehhhh… di saat butuh istirahat cukup malah mata tak mau terpejam. Sleep lah yang jadi teman insomnia saya malam itu. Teman yang jahat.

  • I was, very simply, amazed. At the lack of demarcation between the days. At the fact that I was part of such life, a life that had swallowed me up so completely. As the fact that my footprints were being blown away before I ever had a chance to turn at look at them.
  • All happy families resemble one another, every unhappy family is unhappy in its own way.
  • When had I really read a book last? And when had it been? I couldn’t recall anything. Why did a person’s life have to change so completely? Where had the old me gone, the one who used to read a book as if possessed by it? What had those days–and that almost abnormally intense passion–meant to me?

Tuh. Jahat kan? Membuat saya juga bertanya-tanya kapan terakhir kalinya saya begitu bersemangat membaca, bukan sekedar pengisi waktu atau mengejar target. Ke mana perginya kemampuan menceritakan ulang sebuah cerita bukan hanya mengutip sana-sini. Bahkan blog buku saja sudah tak terurus lagi. Harus diakui ada yang hilang. Saya rasa saya punya teori tentang ini. Bahwa setelah punya banyak pilihan saya akan lebih mudah menyepelekan mereka. Lagipula 24 jam selalu terasa tidak cukup untuk menyayangi mereka. Dulu Eragon bisa saya baca berulang-ulang di akhir pekan. Sekarang? Bahkan nama tokohnya saja lupa😐

Ketika tokoh dalam cerpen ini berkisah tentang Anna Karenina yang dibacanya setiap malam, sontak saya teringat buku-buku yang pernah saya baca tapi kemudian saya lupakan. Atau ketika ia menceritakan hidupnya secara datar otomatis saya ikut “menoleh ke belakang” lalu tersenyum masam. Duh, baru umur segini kok sudah getir sekali😐 *curcol*

Ringkasnya, Sleep menceritakan seorang ibu rumah tangga yang punya kehidupan rahasia; menghabiskan waktu malamnya dengan membaca Anna Karenina. Selama beberapa minggu ia tidak juga bisa tidur. Hebatnya ia malah jadi makin bersemangat dan menjalani hari-harinya seperti biasa. Di siang hari ia tetap jadi istri dan ibu yang baik, tapi di malam hari ketika suami dan anaknya sudah tidur ia akan bangun dan memulai kehidupan rahasianya.

Ingin tau lebih lanjut tentang Sleep? Silahkan baca ini. Lumayan panjang dan jangan dibaca kalau anda sedang galau. Penulis Jepang itu jago bikin galau. Begitulah kesimpulan ngawur saya sebagai pembaca awam😀

19 comments on “Tidur

  1. Kimi
    January 28, 2011

    Kemarin aku sudah beli novel Murakami yang Norwegian Wood, tapi baca halaman pertamanya saja belum. Entah lah kapan bisa baca tuh buku.😦

  2. TamaGO
    January 28, 2011

    meluncur ke TKP, lagi butuh bahan bacaan biar ga ketiduran di meja

  3. Takodok!
    January 28, 2011

    @Kimi
    apalagi ada antrian jurnal ya kim? >:D<

    @TamaGO
    silahkaannn *sodorin kopi*

  4. Shinra
    January 28, 2011

    Asyiiiik bertambah lagi penggemar Murakami-nya🙂

    Mengutip ucapan temanku soal Murakami (dan beberapa novelis Jepang lainnya) : sebahagia apapun ceritanya, ada resah yang muncul ketika membaca. Ditambah lagi banyak cerita yang open-ending, tanpa kesimpulan pengarang dan seolah menggantung begitu saja. Banyak yang ga cocok sih sama gaya cerita yang seperti itu.

    Penulis Jepang itu jago bikin galau

    Sejauh ini sih iya. Bahkan komik (atau yg lebih pantes masuk kategori novel grafis) pun sering bikin galau u___u

  5. Farijs van Java
    January 28, 2011

    … maka bacalah dongeng pengantar tidur, niscaya tidak lupa bagaimana cara membaca.😀

    Baca Nagabumi II aja!😛

  6. TamaGO
    January 28, 2011

    baru selesai baca dan menghasilkan 2 kesimpulan
    1. ternyata cukup berbobot, bukan cerpen ringan
    2. ini cerjang bukan cerpen >_<

    kayanya perlu baca sekali lagi biar ngerti apa yg mau disampaikan penulisnya, masih ga yakin sama makna di balik endingnya

  7. Juminten
    January 28, 2011

    Woooohh… Tampak menarik bacaannya.😀
    Aku sendiri lg ga punya waktu banyak utk kembali membaca buku lg. TT__TT

  8. Ms. Plaida
    January 28, 2011

    Baru baca paragraf2 awal.
    Jenis-jenis yang harusnya masuk 100 Kalimat Pertama Terbaik..😀

    This is my seventeenth straight day without sleep

  9. Takodok!
    January 29, 2011

    @Shinra
    beberapa tahun lalu mungkin aku ga bakal ngelirik tulisan model menggantung begini. Sekarang lagi suka bitter sweet story😀
    Komik jepang itu bahasannya kadang lebih berat daripada genre teenlit/chicklit/metropo ya *yaiyalah*

    @Farijs van Java
    belum kuat mas baca buku setebal itu😀

    @TamaGO
    oya, lupa memberi peringatan kalau cerpennya betul-betul panjang, maaf😀
    Saya sendiri sampai memprint dan baca berulang-ulang. Agak terobsesi juga sih jadinya *doh*

    @Juminten
    lagi banyak kerjaan dan jetlag liburan ya nil?:mrgreen:

    @Ms. Plaida
    kalau yang “One beautiful April morning, on a narrow side street in Tokyo’s fashionable Harujuku neighborhood, I walked past the 100% perfect girl.” masuk ga?

  10. evillya
    January 29, 2011

    Saya pernah membaca yang Norwegian Wood. gloomy emang, apalagi maraton dengan The Silent Cry – Kenzaburo Oe. semakin galau jadinya *sigh*

  11. rime
    January 29, 2011

    Ibu rumah tangga ini mengingatkan saya pada istri teman bos saya (duh, jauh amat) yang bernama Junko Edahiro. Beliau kini adalah politikus Jepang yang sangat disegani. Karirnya diawali dengan menjadi penterjemah buku-buku yang dianggapnya menarik. Setiap hari dia bangun pukul 2 pagi untuk menyelesaikan misi-misinya, baru di pagi hari beliau menjalani hidup seperti biasa.

    *Loh, kok jadi cerita Junko?* Gapapa ya:mrgreen:

  12. pink
    January 29, 2011

    ada kehidupan rahasia di malam hari, mirip sama pengalaman saya dulu. saya dulu sempet kena penyakit insomnia. anehnya, saya malah menikmati nggak bisa tidur tersebut.

  13. farandyryan
    February 1, 2011

    *ngantuk …… zzzzzz

  14. Penulis Cemen
    February 1, 2011

    kak ceritanya haruki ada yang versi bahasa indonesia nggak? penasaran nih pengen baca, tp karena bhs. inggris jadi males… hehehe😀

  15. sez
    February 2, 2011

    jangan beli buku dulu.. jangan beli buku dulu…
    *selesaikan yang menumpuk seeeezzzz*
    (merapel doa)

  16. Pak Guru
    February 3, 2011

    Tadinya saya kira ada hubungannya dengan tidur betulan, seperti yang baru-baru ini saya tuliskan.

    Murakami saya sudah cicip yang Kafka on the Shore dan Sputnik Sweetheart. Kayaknya prosanya gampang banget dicerna deh. Terlalu membosankan ya? Dan yang dua itu gak suram, kok.

  17. Takodok!
    February 6, 2011

    @evillya
    *mencatat*
    *mencari*
    *mengamankan untuk saat-saat sakaw galau*:mrgreen:

    @rime
    sungguh waktu insomnia yang sangat produktif. Andaikan saya bisa memanfaatkan seperti itu, bukannya cuma bolak-balik berguling tiada guna u__u
    *halah*😀

    @pink
    perasaan superior karena hanya orang-orang terpilih lah yang masih terjaga? *eh*:mrgreen:

    @farandyryan
    sana tidur. *keplak*

    @Penulis Cemen
    Ada. Di toko buku. Di luar Padang.😛

    @sez
    buku kan investasi, tanteeee😈

    @Pak Guru
    Mungkin karena Pak Guru sudah mencerna yang lebih suram dan lebih sulit. Saya masih bermain sebagai awam di ranah prosa suram😀

  18. Pak Guru
    February 6, 2011

    Eh, gak, bener, barangkali beda atmosfir walau pengarangnya sama.😀

  19. teru
    January 13, 2012

    Tolong terjemahkan cerpen2 sleep dan honey pie itu dan share ke sini donk
    dotacoholic23@yahoo.com

    please, ya! thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 28, 2011 by in D Commento and tagged , .
%d bloggers like this: