Menu yang Membuat Saya Bosan Tapi Tetap Saya Usahakan untuk Menghabiskannya Karena Merupakan Manifestasi Kasih Sayang Ibu..

… itu berupa

Alasan bosan?

Untuk merasa bosan perlu alasan ya? Baiklah. Saya akan coba menjabarkan perasaan bosan saya.

Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan.

Hus! Di luar sana masih banyak yang kelaparan mungkin seumur hidup belum ketemu rendang lho.

Oh maaf. Tidak ada maksud sama sekali untuk menyinggung perasaan orang-orang lapar maupun orang-orang yang peduli akan kelaparan. Bila bertemu orang lapar atau orang-orang yang peduli kelaparan dan mau serta tau cara menyalurkannya, dengan senang hati akan saya sumbangkan rendang penyebab kebosanan saya ini.

Serius.

Tapi sayangnya kenyataan tidak selalu bersahabat baik dengan keinginan mulia. Pun tetap menyumbangkan sebagian rejeki, tetap saja ada rejeki yang tersia-sia, terbuang percuma karena tidak mampu menghabiskannya sendiri. Contohnya ya rendang tadi.

Hus! Riya’!

Maaf. Balik bahas rendang saja ya?

Bagi segelintir orang, rendang bak makanan surga. Bahkan ada yang sampai kesal bukan kepalang pada negara tetangga yang mengklaimnya.

Hus! Bahasan basi!

Baeklaaaaahhhhhhh… Toh saya cuma mau pamer kalo saya punya persediaan rendang berlebih. Tidak ada teman berbagi karena saya sedang sendirian di rumah dan/atau para teman serumah saya juga punya rendang masing-masing. Terus terang saya bosan makan rendang selama waktu buka-sahur beberapa hari ini. Ingin mengganti menu dengan makanan lain tapi sayang juga kalau bentuk manifestasi kasih sayang ibu sampai terbuang percuma.

Lho, rendang kan tahan lama? Paling lama 2 hari, lalu mesti dipanaskan dengan api kecil (magic com saja tidak cukup, tonto!) atau dimasukkan ke dalam kulkas. Saya tidak punya kulkas. Kasian ya? Hibah dong.

Hus! Malah minta-minta!

Namanya juga usaha. Dan saya akan tetap berusaha menghargai manifestasi kasih sayang ibu ini. Lebay? Tidak. Dalam setiap kelapa yang terpakai dalam pembuatan rendang ini ada cucuran keringat ibu ketika mempersiapkannya.

Errrrrr…. nyoba romantis kok malah aneh 😐

Pokoknya anak rantau jangan belagu soal makanan. Prinsip i’ll take what i can get harus diterapkan dan dihayati dengan seksama. Gitu…

Iya. Gitu.

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Private and tagged , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Menu yang Membuat Saya Bosan Tapi Tetap Saya Usahakan untuk Menghabiskannya Karena Merupakan Manifestasi Kasih Sayang Ibu..

  1. Rizma says:

    Begitu dapet kiriman rendang lagi, ajak temen-temen buka bareng di rumah aja. Dijamin cepet abis.

    Eh btw Ma suka banget rendang, bisa bikin Mama Ma ga panik masak gara-gara stok rendang masih ada. Tapi rendang kalo lagi bulan puasa harganya naek. πŸ˜₯ #curcol

  2. evillya says:

    rendang kalo secukupnya itu nikmat, tapi kalo kebanyakan juga ga bagus πŸ˜€ ajak yang laen buka bareng, tapi yang diajak juga bawa makan sendiri-sendiri, jadi ntar bisa tukar menu. ehe

  3. Takodok! says:

    @ Rizma
    yuk ma yuk sini bukber sama saya ^o^
    saya biasanya doyan-doyan saja. Tapi sejak insiden ketipu daging babi beberapa tahun lalu jadi agak males.
    Alasan cupu memang.
    :mrgreen:

    @ evillya
    itu diaaaaaaaa…
    yang mau diajak bukber sedang tak bisa. 😦
    yuk evillya kita bukber. Via skype 😐

  4. Nona Shinra says:

    Kakak, aku mau rendang, Kakak. Dari kemarin aku cuma makanin ayam mulu, Kakak. Etapi kompor di sini rusak, kulkas pun tak ada sih. Sumbang kompor sama kulkas dong!

  5. Takodok! says:

    @ Nona Shinra
    ih kamu ikut minta sumbangan di sini, bayar sewa dulu! [-(
    πŸ˜†
    ini masih ada 2 potong rendangnya. Jemput?

  6. Chic says:

    Sini kirim ke Jakarta aja! 😈

  7. Haha. Senangnya yang punya persediaan rendang. Aku malah hampir tiap hari harus rela berlaukkan telor dadar. πŸ˜€

  8. Takodok! says:

    @ Chic
    Ah, sayang. Sudah tinggal dedak-dedaknya saja
    *munch-munch*
    :mrgreen:

    @ Farijs van Java
    tuh kan, setiap manusia punya kesulitan masing-masing. Kemarin saya pengen telor dadar-nasi putih pulen hangat-sambal lado-sedikit kecap.
    Puasaaaaaa deeeesss πŸ˜†

  9. TamaGO says:

    rendang masih sering makan di resto padang tiap minggu. skrg lagi ngidam masakan rumahan semur daging + kentang, ga pernah liat ada yg jual

  10. opathebat says:

    inget dulu pas ngekos pernah ngerequest dibawain rendang top bikinan nenekku. pas udah mulai agak2 curiga takut mau basi, satu suap nasi, satu potong rendang πŸ˜€

  11. Asop says:

    Errrrrrrr judul yang fantastis. πŸ˜€

    Mbak, minta dong dibuatin ke ibu makanan yang lain. 😐

  12. warm says:

    paketin kesiniiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s