Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Ya, Saya Mengerti

Acara gosip pagi menayangkan mantan artis cilik yang terjerat kasus narkoba. Pengacaranya berkata, “Ya… mbak Anu kan tidak terbukti sedang memakai. Hanya kedapatan membawa barang itu saja”

What the

Variasi lain; “Mas Ini kan cuma pemakai, bukan pengedar. Kita sedang berusaha mendapat keringanan hukuman. Lagipula ada pasal blabla yang menyatakan negara harus memberikan kesempatan rehabilitasi bagi tersangka yang hanya sebagai pemakai.”

Oh. Mungkin saya hanya salah dengar atau salah kutip. Tetap saja berbagai pikiran sinis berseliweran.

“Sudah berbuat mesti berani bertanggungjawab dong!”

DEG!

Apa saya sudah mengamini kalimat di atas dengan perbuatan? Belum. Belum bisa sepenuhnya. Bahkan tawar menawar peraturan telah saya lakukan.

Pada akhirnya saya cuma bisa bengong sambil bergumam, “Ya, Saya mengerti.” Saya mengerti rasanya berusaha membengkokkan peraturan demi kesempatan kedua, ketiga, ke-sekian. Saya mengerti rasanya tidak bisa menjawab ketika orang bertanya alasan mengapa sampai berbuat salah. Saya mengerti rasanya ingin berteriak ke orang-orang “Urus saja masalah kalian sendiri! Jangan liat saya yang kalian cap bersalah ini. Senang kan melihat orang yang punya kesulitan lebih parah dari yang kalian punya? Selamat. Sekarang, balik kanan sana! Shoooo!”

Halah lebay curangnya. Curang. Curhat terang-terangan. Curahan hati terang-terangan. << Kalau ada yang tidak tau apa artinya.๐Ÿ™‚

Begitulah cerita hiburan pagi saya yang lagi-lagi berujung agak menyesali diri sendiri. Kasian ya? Hibah kulkas dong. *teuteup*

12 comments on “Ya, Saya Mengerti

  1. Chic
    August 8, 2011

    Saya mengerti rasanya berusaha membengkokkan peraturan demi kesempatan kedua, ketiga, ke-sekian.

    Kuliah Hukum, kamu akan tambah mengerti makna sesungguhnya.. Hihihi:mrgreen:

  2. evillya
    August 8, 2011

    kalimat penutupnya itu memang curahan hati yang sebenarnya dari lubuk hatimu yang paling dalam ya? :))

    saya mengerti… kita bisa dengan gampang bilang hukum dia seberat-beratnya, tapi kalo kita di posisi dia tentu saja melakukan hal yang sama.

    jadi… nyinyirin orang dikurangi sebanyak-banyaknya deh sekarang๐Ÿ™‚

  3. udarian
    August 8, 2011

    yang benar bisa salah. yang salah bisa benar.

    semoga bisa segera dapat donatur kulkasnya

    *salah fokus*๐Ÿ˜†

  4. Takodok!
    August 9, 2011

    @ Chic
    mauh! *eh*
    bahwa itu ‘wajar’ dan jamak?๐Ÿ˜€

    @ evillya
    iya. Saya mau kulkas. Buat bikin es potong.
    Kalo soal nyinyirin orang… mmmm… dalam hati saja masih boleh kan?:mrgreen:
    Susah el, susah mengendalikan yang satu itu. Gajah di sebrang lautan nampak. Liat pake teropong canggih. Semut di pelupuk mata tak nampak. Soalnya merem. Kan pedih.:mrgreen:

    @ udarian
    amiiiinnnn…
    plus HD external dih?๐Ÿ˜†

  5. Nona Shinra
    August 9, 2011

    Saya mengerti rasanya berusaha membengkokkan peraturan demi kesempatan kedua, ketiga, ke-sekian. Saya mengerti rasanya tidak bisa menjawab ketika orang bertanya alasan mengapa sampai berbuat salah.

    Kalimat ini bisa jadi #awmoment deh. Ngomong-ngomong soal nyinyirin orang, sepertinya akhir-akhir ini berkurang. Bukannya karena insaf sih, tapi karena bingung mau nyinyirin siapa, wong jarang ketemu orang. Paling banter ya nyinyirin orang ga dikenal yang dandan kayak Syahrini *tuh kan malah nyinyir lagi* :))

  6. Asop
    August 9, 2011

    Kalimat2 pembuka di atas itulah yang membuat saya kurang suka dengan pengacara. Terutama pengacara yang membela orang yang jelas2 salah.๐Ÿ˜ก

  7. Akiko
    August 9, 2011

    kalau saya jadinya, “ya saya ngerti, tapi tetep saja….”

    Tapi, kalau ngintip cerita di kicau-kacau, dan percaya isinya, sepertinya itu obat sudah kayak life-syle atau apalah bagi mereka.

    jadi, siapa artinya Des? *ditimpuk*

  8. Akiko
    August 9, 2011

    kalau saya jadinya, “ya saya ngerti, tapi tetep saja….”

    Tapi, kalau ngintip cerita di kicau-kacau, dan percaya isinya, sepertinya itu obat sudah kayak life-syle atau apalah bagi mereka.

    jadi, siapa artisnya Des? *ditimpuk*

  9. TamaGO
    August 10, 2011

    ya hukum di negara ini memang rada aneh sih, maling ayam hukumannya bisa lebih berat dari koruptor. harga ayamnya trilliunan kali ya๐Ÿ˜

  10. warm
    August 13, 2011

    dari rendang ke artis narkoba,
    endingnya tetep aja hibah kulkas ckckck
    *lempar es batu*

  11. Baju Tanah Abang
    August 16, 2011

    numpang mampir…salam kenal…

  12. Anggie
    August 20, 2011

    Inilah hukum di Indonesia๐Ÿ˜€
    Semua bisa diatur dan kita hanya bisa mangut2 mengerti saja, mau gimana lagi?๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 8, 2011 by in D Private and tagged , .
%d bloggers like this: