Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Hobi: Ngegosipin Film

Sewaktu belajar bahasa Inggris semasa SD dulu, hobi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan saat senggang. Bila ditanya apa hobi saya, biasanya saya menjawab, “Reading and watching TV, miss!”

Beranjak SMP jawaban atas pertanyaan hobi tadi terpangkas menjadi membaca saja. Terdengar pasaran memang, tapi mau apalagi.. kenyataannya memang demikian. Hobi resmi saya ini bertahan sampai SMA dan pertengahan kuliah. Sekarang? Nampaknya sudah bergeser menjadi menonton film. Lebih santai dan bisa dilakukan sambil menyetrika, masak indomie, mengerjakan laporan, atau jadi pengantar tidur:mrgreen:

Bila bisa dilakukan sambil mengerjakan berbagai pekerjaan maka film itu (bagi saya) masuk kategori film ringan atau film favorit (karena sudah diputar berulang-ulang sampai hapal dialognya).

Kategori berikutnya adalah film penyedot perhatian, yang tidak bisa di-multitasking-kan. Akhir-akhir ini saya jarang menemukan film kategori ini. Maka senang sekali rasanya saat bertemu film jenis ini. Dan berikut adalah tiga film plus dua serial yang masuk kategori penyedot perhatian:


Ketiganya pilihan acak dan sama sekali tidak mengecewakan. Dua film pertama, Haeundae/Tidal Wave & Fair Game, adalah pemanasan bagi film ketiga, Conspiracy.

Haeundae/Tidal Wave adalah film produksi Korsel, laris, bercerita tentang ancaman tsunami di kota wisata tepi pantai berbumbu konflik beberapa penduduk-turis-profesor ahli bencana *halah*. Sebagai penduduk kota tepi pantai yang juga berpotensi bencana, saya cukup berjengit di beberapa adegan. Beberapa tahun sebelumnya mungkin saya akan sebal setengah mati pada tokoh otoritas pemerintahan dan menganggap si profesor sebagai pahlawanyang disepelekan. Sekarang, coba aja didatangi orang yang ujug-ujug bilang, “Rumah lo bakal diguncang gempa 9SR! Patahan di sekitar kepulauan mentawai! Tsunami! Bla bla bla bla”, sebagai masyarakat awam (plus pribadi yang denial) otomatis saya akan mengabaikan seruan orang pintar ini dan berujar, “Ya kalo ajalnya mau gimana lagi…” Tentu, orang yang ada di posisi penentu keputusan semestinya lebih pintar dan bijak karena ia dibekali berbagai ilmu yang bisa membantunya menentukan langkah terbaik bagi masyarakatnya.

Cakep banget yak kalimat barusan?:mrgreen: *perlahan aroma serius menguap*

Film kedua, Fair Game, diangkat dari kisah nyata seorang mantan agen CIA berkaitan dengan invasi Amerika Serikat ke Irak. Banyak detil yang tidak terlalu saya pedulikan dan kehadiran Sean Penn semata yang mendorong saya menonton film ini.

Sedangkan film ketiga, Conspiracy, adalah salah satu film terbagus yang pernah saya tonton. Selama 96 menit disuguhi “reka ulang” suasana Wannsee Conference, pertemuan para petinggi Nazi untuk menentukan langkah yang akan mereka lakukan kepada para keturunan Yahudi. Saya tidak familiar dengan banyak nama (cuma pernah dengar Heydrich), apalagi banyak detil yang entah benar fakta atau imajinasi pembuat filmnya saja. Tapi, selayaknya film-film bagus, ia menarik perhatian penonton dan membuat mereka mencari tahu lebih jauh tentang berbagai detil yang menarik sepanjang film.

Kesimpulan:

  • Kenneth Branagh keren. Kesan pertama pas nonton Harry Potter and The Chamber of Secrets yaitu Profesor Lockhart yang konyol begitu melekat di mata saya sekarang berganti menjadi k-e-r-e-n.
  • Stanley Tucci cocok jadi penjahat bermuka lempeng. Sesuai lah perannya di The Lovely Bones.
  • Ada Colin Firth. Kyaaaaaa!
  • Selalu menyenangkan melihat aktor favorit di peran-peran awal mereka. Saya ngomongin Tom Hiddleston yang di film ini cuma muncul beberapa detik sebagai operator telepon.
  • Orang Jerman sinting. Efisiensi dan komitmen pada pekerjaannya itu lho.. mengerikan *peluk mas Michael Fassbender*

Aduh. Sudah kepanjangan. Padahal masih ada dua serial yang belum digosipin dibahas. Singkat saja, How I Met Your Mother season 7 sudah sampai episode 4 (yang beredar ilegal:mrgreen: ) dan setiap episode quoteable. Supernatural season 7 sudah sampai episode 3, dan uh.. trio Dean-Sam-Castiel ini masih labil saja *eh*.

Nah, minggu depan nonton apalagi ya? Ada saran?

9 comments on “Hobi: Ngegosipin Film

  1. christin
    October 9, 2011

    nonton Candy-Candy!👿

  2. Asop
    October 9, 2011

    Heeee Mbak Desti nonton “Fair Game” juga.🙂

    Sama Mbak, saya juga nonton itu hanya karena ada Sean Penn.:mrgreen:
    Well, sebenanrya saya tertarik juga karena ada Naomi Watts.😉

  3. Ahmad Alkadri
    October 9, 2011

    Film Supernatural jelas bagus, hkeke… Dan Fair Game? Sama kaya’ Mas Asop, saya nonton karena ada Naomi Watts:mrgreen:

  4. TamaGO
    October 10, 2011

    aduh HIMYM ama supernatural ketinggalan jauh >_<

  5. opathebat
    October 13, 2011

    apa ya.. a barefoot’s dream (pelem korea) udah pernah nonton?

  6. iam
    October 16, 2011

    Menarik tuh kayaknya yang Conspiracy😀 Jadi pengin cari filmnya🙂

  7. itikkecil
    October 18, 2011

    saya? hobi nonton film horor indonesia untuk dicela

  8. 3sna
    October 18, 2011

    wah gossipin filmnya masih bagus ya… kalo saya punya kebiasaan NYELAin film2 walau udah bagus kayaknya tetep aja yang dicari jeleknya… *habit buruk* untungnya sudah tidak begitu lagi😀

  9. rian
    October 29, 2011

    hobi saya.. dibayarin nonton film *dirajam* *fast reader* :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 9, 2011 by in D Commento, D Private, D Reviews and tagged , .
%d bloggers like this: