Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

[2] Overanalyze

… “to over think things to the point of it either being annoying or ruining your relationships with people.“~

Bahasa gampangnya; berburuk sangka. Atau bisa jadi terlalu berbaik sangka karena takut memikirkan yang sebaliknya. Bingung?

Contoh: kamu punya waktu satu minggu untuk menyelesaikan sebuah proyek. Beban terlalu banyak untuk ditanggung sendiri. Seseorang menawarkan bantuan. Kamu terima dengan janji tiga hari dia akan menyelesaikan bagiannya untuk kemudian kamu evaluasi, akan diadakan perbaikan bila perlu. Empat hari kemudian dia belum menghubungi. Kamu mulai kesal, menggerutu dan mengutuki dia yang tidak bisa memegang perkataan sendiri, tidak profesional, dan kamu berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi memakai jasanya. Tengah malam ia menghubungimu, meminta maaf sekaligus meminta waktu tambahan. Pukul 2 siang ia akan mengirimkan hasilnya padamu.

Hari kelima, jam 5 sore, kamu masih ketar-ketir menanti bagian bolong yang belum ada. Otakmu kini merancang berbagai excuse yang menyebabkan keterlambatan janji seseorang tadi. Yang hambatan ini lah, itu lah, sampai keadaan kesehatannya yang memang kurang baik sebulan belakangan ini.

“Ah mungkin kucingnya lagi sembelit.”

“Oh, mungkin neneknya minta diantar ke reuni 3 hari 3 malam”

“Hmmm… tetangganya sedang ada hajatan. Bisa jadi suara organ tunggalnya begitu mengganggu konsentrasi”

“Ia orang yang sensitif. Carut marut dunia politik dalam negri mungkin mempengaruhi keseimbangan batinnya.”

“Sapi bisa terbang. Ia terlalu takjub dengan fakta yang baru diketahuinya ini.”

Baik sangka sekali kan?

Akhir cerita, proyek rampung dengan satu bagian bolong tadi diajukan tanpa evaluasi. Syukurnya tidak ada hambatan berarti. Semua senang, tapi kesehatan mental satu pihak diragukan keseimbangannya.

True story bro.

.

Setiap orang pasti pernah overanalyze. Kalo contoh di atas belum mengena, coba ingat hubungan anda di masa lampau. Seberapa sering masalah timbul karena berbagai prasangka yang mencuat. Yang cewek-cewek paling sering nih. Sampai dijuluki ratu drama pun bukannya sadar malah bangga *buang muka*

We do overanalyze something because we care THAT much so we want it goes perfectly.

Iyaaa ke?

No. I often overanalyze many things because it’s fun fun fun.
Masokis.

๐Ÿ‘ฟ

And that’s, my friend, the story of how i met my printer guy one thing i hate about myself.

Overanalyze, bukan masokis.

Beuh.

5 comments on “[2] Overanalyze

  1. alinaun
    December 2, 2011

    ah, ternyata kejadian seperti ini memang banyak ya, #senasib

  2. evillya
    December 2, 2011

    printer guy? #salahfokus

  3. A S Oktriwina
    December 3, 2011

    overanalyze…..

    haha ternyata banyak kisah serupa xD

  4. Kurology
    December 4, 2011

    barusan mengalami, dikasih janji-janji palsu melulu. entah saya yang bego atau beliau-beliau itu sudah mbakat jadi anggota legislatif.

    sekali orang melanggar janjinya, jangan percaya lagi sama dia des

  5. Takodok!
    December 5, 2011

    @ alinaun
    *toss jidat*๐Ÿ˜†

    @ evillya
    ya, kepa mbaknya?๐Ÿ˜ณ

    @ AS Oktriwina
    kamu juga nak?
    Welcome to the club!๐Ÿ˜‰

    @ Kurology
    ekstrimnya pengen begitu mas. Tapi masih butuh sama dia gimana dong?
    Paling nyiapin mental dan alternatif aja kalo ngibulnya kumat *curcol*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 2, 2011 by in D Private and tagged , .
%d bloggers like this: