Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

..Dan Mereka Hidup Bahagia Selamanya

Dahulu kala ada sebuah Kerajaan yang semua penghuninya hidup abadi. Tapi masalahnya dengan tak ada orang yang meninggal, Kerajaan menjadi penuh sesak. Maka Sang Raja yang terjepit di istananya sendiri memberikan sebuah titah.

“Rakyatku, silahkan pilih satu orang dari keluarga kalian untuk mati. Kita akan mengadakan eksekusi massal yang akan memberikan ruang yang dibutuhkan. Maaf karena akan menyingkirkan yangg lain, tapi begitulah aturannya.”

Dan masing-masing keluarga datang bersama martir mereka. Semua, kecuali satu keluarga.

“Yang Mulia, kami tak bisa memutuskan. Kami saling menyayangi satu sama lain jadi kami semua ingin mati bersama.” kata sang Ayah.

“Oh tidak, mereka semua tidak boleh mati. Mereka punya toko roti. Mereka membuat roti kayu manis terbaik di pulau ini.” kata nenek pemilik toko rempah-rempah.

Lalu sang Ayah menawarkan “Bagaimana jika kami masing-masing memotong bagian tubuh kami? Dan dengan semua bagian tubuh itu digabungkan, itu akan seperti satu orang berkurang di kota ini.”

“Menarik. Hmmm… Lanjutkan!” Raja pun setuju.

Tapi anak perempuannya menolak.  “Tapi Ayah, aku suka bagian tubuhku.”

“Jangan egois. Apa kau lebih suka salah satu dari kami mati?” hardik sang Ayah.

“Kalian boleh potong lenganku.” kata sang Kakak Laki-laki.

“Aku akan berikan telinga kananku.” sang Ibu menambahkan.

“Aku tak bermasalah kehilangan beberapa jari.” sang Kakek juga berpartisipasi.

“Aku akan berikan hidungku.” ujar sang Ayah.

“Berikan aku sepotong kaki, dan kita sepakat.” kata Raja.

Lalu anak perempuan yang sudah tersudut akhirnya berkata, “Yah.. setidaknya aku masih punya kaki satunya lagi. Baiklah, aku setuju.”

Maka anggota keluarga itu masing-masing menyumbangkan satu bagian tubuhnya.

Setelah penjagal melakukan tugasnya, keluarga itu tak enak dipandang dan bisnis mereka menjadi buruk. Jadi keluarga itu mulai menjual roti kayu manis mereka melalui kiriman ke Kerajaan sebelah. Dan karena tak ada yang perlu melihat mereka, mereka laku keras, dan mereka menghasilkan banyak uang. Lalu sang Ayah berkata pada puterinya,

“Kau lihat apa yang bisa kita capai jika kita selalu bersama?”

Tamat

Sumber: An Invisible Sign

.

Kalimat and they live happily ever after tidak cocok untuk dongeng di atas. Sudah lama kita, para orang dewasa (bah!), sepakat bahwa akhir bahagia cenderung dipertanyakan karena di manakah sebenarnya letak akhir itu? Kelulusan? Pekerjaan nyaman? Pernikahan? Keluarga? Masa pensiun yang damai? Kematian? Surga? Neraka? Surganya neraka? Purgatory?

Di hari yang cerah ketika rasa optimis bersinar terang, kita, para orang dewasa (bah!), akan mengingatkan diri bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi proses perjalanan ini. Apa makna manis yang bisa kita cecap nantinya saat beristirahat di hari (lebih) tua, ketika kita menoleh ke belakang dan berujar, “Saya sudah berusaha dan saya bangga karenanya.”

Tapi saat pendar kesinisan menyeruak di hari kelam, bahkan kita, para orang dewasa (bah!), ingin berteriak, “Screw this!” lalu lari ke hutan belok ke pantai kemudian piknik di Gunung Padang.

And this is one of that gloomy day. Dear my new crush, screw you!

7 comments on “..Dan Mereka Hidup Bahagia Selamanya

  1. Billy Koesoemadinata
    February 20, 2012

    Des, ceritanya itu.. fantasi horor..

  2. Gusti 'ajo' Ramli
    February 20, 2012

    seperti filosofi sapu lidi… jika bersama kan memberikan manfaat lebih besar dari pada bercerai berai..🙂

  3. warm
    February 21, 2012

    aku kira cerita ini dikutkan dalam lomba yg disana –> http://9lightsproduction.multiply.com/journal/item/12/Lomba_Fiksi_Fantasi_2012

    bukan ya ternyata😀

    tapi itu sungguh, sangar !

  4. Takodok!
    February 25, 2012

    @ Billy Koesoemadinata
    dongeng anak-anak itu bil. Serem ya?

    @ Gusti ‘ajo’ Ramli
    menurut ajo begitu hikmahnya ya?
    Yang jelas saya tidak mau menceritakan ini kepada bocah saya nantinya. Kasian, masih kecil sudah diajari sinis:mrgreen:

    @ warm
    bukan saya yang buat, om. Ada sumbernya itu di atas.

  5. evillya
    February 25, 2012

    dongeng yang bagus, minus mutilasinya, agak horor kalo diceritain ke anak-anak😐

  6. Petz
    February 29, 2012

    And this is one of that gloomy day.

    another gloomy post for that #gloomday😕 *paranoid kena jagal menjagalnya

  7. Alex©
    March 19, 2012

    Ini akan jadi cerita dan postingan yang menarik dan (jika ingat) akan kuceritakan pada anakku kelak. Sinis itu bagian hidup, penyeimbang sikap optimis. Tanpa sinisme, dunia akan dipenuhi gagasan utopia belaka. Perlu itu sinisme untuk berkaca, bahwa dalam dongeng Cinderella sekali pun, ketimpangan tetap ada. Postingan manis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 20, 2012 by in D Private and tagged , , .
%d bloggers like this: