Pamer yang Biasa Saja

Di sudut restoran keluarga ini saya teringat banyak hal. Tentang percakapan random saya dengan Rise mengenai ta’aruf (ngegosipin orang tepatnya :mrgreen: ), kalimat “Coba saja dulu mbak. Kalo sudah punya tujuan bisa gila-gilaan kok usaha untuk mencapai ke sana” (tidak ada hubungannya dengan ta’aruf tentu saja 😈 ). Tentang serial-serial favorit yang sudah selesai masa tayangnya untuk musim ini (Touch, Person of Interest, HIMYM, Supernatural). Tentang daftar lagu yang sedang merajai playlist saya (Payphone, Pumped Up Kicks, Footloose, Non Je Ne Regrette Rien). Tentang kebiasaan saya yang selalu ketiduran saat malam sebelum ujian tapi selalu kuat begadang saat libur. Tentang komik-komik yang baru saya beli minggu ini (Miiko 24, Detective Conan 67, Kobo Chan 18, Kariage Kun 50, Yotsuba 11).

Sederhana sekali hidupku, memang begitu adanya terimakasih.

Worth writing about?

Iya dong. Apalah gunanya blog ini kalo bukan untuk pamer. πŸ˜‰

Di sisi lain, ada detil cerita yang setengah mati berusaha saya simpan karena takut tak kejadian tapi keburu ember kemana-mana. Takut pamali. Tidak wah sih, tapi sangat penting bagi saya. Untuk yang satu ini, mohon doanya saja. Dan tidak, bukan tentang nikah atau kelulusan. *mulai jutek*

Hmmm… dipikir-pikir, yang mau dipamerkan kok biasa-biasa saja? Ya sudahlah.

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Private and tagged . Bookmark the permalink.

10 Responses to Pamer yang Biasa Saja

  1. Zeph says:

    Tentang kebiasaan saya yang selalu ketiduran saat malam sebelum ujian tapi selalu kuat begadang saat libur.

    same with me lah itu… 😎

  2. itikkecil says:

    yang biasa-biasa menurut kita, bisa jadi biasa menurut orang lain #okesip

  3. eh, itu beneran sudah baca “gadis jeruk” dan sedang membaca “untuk negeriku” nya Hatta?? yang Hatta bagus ga? pengen beli juga yang itu..

    • Takodok! says:

      Iya, sudah baca Gadis Jeruk. Gara-gara buku ini jadi suka (lagi) Jostein Gaarder.

      Kalo biografi Hatta yang ini, bagus. Dulu tergerak beli karena sudah dikemas ulang jadi 3 buku. Tidak tertekan membacanya karena tebalnya manusiawi, hehehe. Saya paling suka buku 1 karena menceritakan masa (pendidikan) Hatta di Bukittinggi, Padang, Batavia . Buku 2 banyak mengupas kehidupannya di Belanda dan awal pergerakan kemerdekaan. Mulai bagian ini saya jadi kurang fokus, makanya buku 3 “Untuk Negeriku” lama tersendat 😦
      Yang suka sejarah kemerdekaan kayaknya bakal suka buku 3 ini.

  4. Sergio says:

    wah ada postingan baru . .
    waaaa . . waaaa . . . .

  5. jellyherbal says:

    artikel yang sangat bermanfaat..
    thank’s atas infonya…

  6. Arm Kai says:

    jih, saya malah belum dapet Yotsuba 11 = =’

  7. ah, iya…bener. kurang ngelunjak πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s