P, Hari Keempat

“Hal seperti itu tak usah dipikirkan. Kalau kita terus memikirkan yang sepele, malah akan kehabisan waktu melakukan tugas yang seharusnya kita kerjakan.”

Tanggapan yang (seakan) bijaksana telah keluar dari mulut saya saat seorang teman mengeluhkan kelakuan salah seorang petugas. Biasa, sikap judes, suka omong belakang dan senang membesar-besarkan masalah akan selalu ada di bagian mana pun. Apesnya kami, begitu memasuki bagian P, kombinasi maut itulah yang harus kami hadapi. Teman-teman sebelumnya mampu. Kenapa kami tidak?

Halangan lebih besar justru ada pada para rekan. Bahkan setelah dua bulan, saya masih belum mampu menyamakan gelombang pemikiran. Mungkin memang itu seninya berkelompok; mengharmonisasikan masing-masing pola pikir dan tingkah laku. Akan ada saja benturan dan redaman emosi. Sumbang atau merdukah hasilnya, harus diterima sebagai pembelajaran.

Menyendiri tidak selalu melegakan apalagi ketika tugas utama kita ada pada hubungan antarmanusia. Lagi-lagi soal kompromi dan menggeser persepsi. Ah, saya merasa makin tua…

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Private and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to P, Hari Keempat

  1. Fadly Sansan says:

    kok kakak malah pengen cepat tua?
    ahaha.. πŸ™‚

  2. Chic says:

    emang udah tua sih Des.. πŸ˜›

  3. Takodok! says:

    @ Fadly Sansan
    hahaha, ga ada hubungan dengan ingin atau tidak sih πŸ˜€

    @ Chic
    tidak, Maria, tidaaaakkkk!
    πŸ˜†

  4. Fadly Sansan says:

    ehehe.. kalau kakak cepet tua gak sempat nikah dong. πŸ™‚

  5. Abhilasha says:

    Menyendiri tidak selalu melegakan apalagi ketika tugas utama kita ada pada hubungan antarmanusia. Lagi-lagi soal kompromi dan menggeser persepsi. Ah, saya merasa makin tua…

    Tertohok! Kayaknya tugas ini yang paling susah untuk orang-yang-agak-soliter macam kita (kita??), rasanya mendingan disuruh baca setumpukan jurnal akademis ketimbang ngurusin orang T___T

  6. TamaGO says:

    santai aja, kalo kebanyakan pikiran ntar malah jadi makin cepet tua lho πŸ˜€

  7. bijak, berbobot,,!!
    nyadar diri si agan, klo udah makin tua,,,, hehehe,,,

  8. rangpisang says:

    “Menyendiri tidak selalu melegakan apalagi ketika tugas utama kita ada pada hubungan antarmanusia. Lagi-lagi soal kompromi dan menggeser persepsi. Ah, saya merasa makin tua” wah fiq suka paragraf yang ini kak, ijin share ya kak tapi untuk tuanya buat kak desti aja y #eh :p

    oiya,.,ada oleh oleh buat kas desti dari rangpisang hehehe http://rangpisang.wordpress.com/2012/11/02/award/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s