Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

MCS

Saya tak ingin melewatkan hari-hari kemarin tanpa penanda, seakan mereka tidak meninggalkan kesan. Setiap harinya selama 5 bulan ini saya belajar lagi dan lagi tentang common sense dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Asik. Seperti judul proyek kantornya emak saya:mrgreen:

Contoh kecil; kemarin pagi sopir angkot yang saya tumpangi memperlakukan sepasang manula secara kasar (menurut saya). Sopir angkot hampir membuat si kakek tergilas karena terburu-buru menjalankan angkotnya saat kakek belum sempurna naik ke atas angkot. Bukannya meminta maaf, sopir tsb malah membentak, “Lamban betul!”

Oh saya ingat wajah si sopir dan nomor plat kendaraan angkot tsb. Ga tau juga untuk apa, tapi sudah jadi kebiasaan kalo sebal dengan strangers saya akan mengingat sebanyak mungkin detil kecil tentangnya. Aneh ya?

Contoh lain adalah saat kami, sekelompok makhluk yang keberadaannya hanyalah butiran debu di suatu lembaga, dituduh oleh melakukan kesalahan oleh penghuni tetap lembaga tsb (yang kemampuannya melakukan kesalahan lebih besar adalah berkali-kali lipat dibanding kami). Common sense aja sih, minta maaf lalu tawarkan untuk memperbaiki kesalahan tsb. Maaf mungkin tidak langsung menyelesaikan persoalan tapi ia bisa jadi jembatan komunikasi awal. Sesekali memuaskan ego barisan dasar piramida demi mendapatkan tujuan lebih besar lah😉

Sounds a bit opportunist, me.

8 comments on “MCS

  1. evillya
    November 6, 2012

    sounds a bit opportunist, tapi semua orang sepertinya juga akan memilih jalan yang sama *nyeruput teh*

  2. rangpisang
    November 6, 2012

    hhmmm…manggut-manggut didepan laptop…😀

  3. itikkecil
    November 6, 2012

    bukan oportunis sih, lebih pada menyesuaikan diri pada keadaan. Ada kalanya kita memang harus mengalah. lagipula sekadar minta maaf won’t cost you money, right?
    *just my two cents*

  4. warm
    November 7, 2012

    udah timpuk aja, des !
    #hlohmalahsayayangesmosi

  5. findingbayu
    November 11, 2012

    *lempar bata*
    *kabur*

  6. rian
    November 16, 2012

    yang kecil coba mengalah. bukan opportunis sih. minimal posisi aman *apaan coba*😆

  7. a.bang.tam.pan
    November 20, 2012

    kok saya malahan jadi inget isi bukunya si dale carnegie ya… yang how to win friends itu😐

  8. Takodok!
    November 24, 2012

    @ evillya
    tidak semua orang, El. Percayalah.
    Saya pernah menghadapi masalah (keciiiiilll sih) karena makhluk (sok) idealis yang sukar berkata maaf.

    @ rangpisang
    sejenis mainan di dasbor mobil ya..

    @ itikkecil
    it’ll hurt some pride (for almighty creature sih)😀

    @ warm
    hahaha udah lewat juga om
    biarin deh

    @ findingbayu
    yo nemo!

    @ rian
    safe player ya kamu. Pantes jelek😆

    @ a.bang.tam.pan
    eh gimana itu bukunya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 6, 2012 by in D Commento, D Private.
%d bloggers like this: