Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia

  1. Hiduplah dalam “jangka waktu terbatas”. Jangan merisaukan soal masa depan. Nikmatilah hidup tiap hari hingga saat tidur. (Sir William Osler)
  2. Jika mengalami kesulitan yang membuat terpojok/tidak bisa berkutik, maka: Bertanyalah pada diri sendiri, “Apa keadaan paling jelek yang akan terjadi bila persoalan ini tidak terpecahkan?”. Lalu siapkan mental untuk menerima kondisi terjelek tsb, jika memang perlu. Jika sudah menerimanya secara ikhlas, dengan tenang berusahalah memperbaiki hal paling jelek tsb.
  3. Kesedihan hati harus dibayar mahal dengan kesehatan sendiri. “Pengusaha yang tidak dapat mengatasi kesedihan hati akan mati muda.”

.

Itu adalah kesimpulan 50 halaman pertama buku Dale Carnegie yang sedang saya baca. Dari dulu saya sih percaya orang yang selalu sedih akan cepat mati. Kecuali mereka yang senang bersedih. Oh yaaa, ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Mereka yang senang bersedih mendapat kepuasan saat dikasihani –> mereka senang ≠ sedih. Sejenis hipokondriak lah.

Masih 200 lebih halaman yang belum saya baca. Tak apa. Penulisnya sendiri menantang para pembaca untuk membuang saja bukunya ke tong sampah jika tidak bisa memetik manfaat dari 40 halaman pertama buku. Heck, i’ve read 50 pages. I must be the happiest person in the world. Yay me!

Advertisements

About Takodok!

sleep tight, play hard, read carefully.
This entry was posted in D Commento and tagged , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia

  1. Abhilasha says:

    You have me at ” Heck, i’ve read 50 pages. I must be the happiest person in the world. Yay me!” 😆

  2. TamaGO says:

    tentu saja kita hidup dalam jangka waktu terbatas, seorang highlander aja suatu saat kepalanya putus juga 😐

  3. Takodok! says:

    @ Abhilasha
    you always find my loophole 😳 😆

    @ TamaGO
    Kamu suram, tama! 😆

  4. Chic says:

    Ya Allah masih ada ya buku-buku Dale Carnegie itu? Bacaan jaman kuliah sih. Sekarang ga merasa memerlukan. I live my life as it is. WTH dengan teori-teori.. 😆

  5. Kurology says:

    Dari dulu saya sih percaya orang yang selalu sedih akan cepat mati. Kecuali mereka yang senang bersedih

    it pricks my eyes 😆

    Masih 200 lebih halaman yang belum saya baca. Tak apa. Penulisnya sendiri menantang para pembaca untuk membuang saja bukunya ke tong sampah jika tidak bisa memetik manfaat dari 40 halaman pertama buku.

    eww. saya pernah baca buku “perenungan” macam beginian, kompilasi karya Fromm, Freud hingga Camus dan otak saya melting baru di bab-bab awal

  6. arip says:

    Dale Carnegie. Masukin list dulu. Lagi seneng baca buku2 self help nih, baru ngerasa kejamnya hidup soalnya.

  7. itikkecil says:

    Makanyaaa… saya gak suka sama film ataupun buku yang endingnya sedih. bikin suasana hati jadi sedih juga… #eh

  8. jtxtop says:

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  9. Petz says:

    menurut saya, kalo hidup terlalu tenteram itu malah membosankan.. dan karena bosan, batal-lah kebahagiaannya :mrgreen:

  10. iwan tidung says:

    Sepertinya tidak semudah itu…

  11. evakasih says:

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

  12. tiiand says:

    Emg membutuhkan usaha yg besar..

  13. lilysikarungberas says:

    nganu dik desty…nganu…saya pusing,pucat dan agak kurusan.

  14. Fendi haris says:

    sangat menginspirasi dan perlu untuk kita cermati dan jalani apa yang baik-baik untuk kita,,

  15. Curiga, apakah sang pembaca kurang atau tidak atau belum bahagia? sehingga perlu petunjuk?… wkwkwkwkwk kabor.. salam desti, lama ga berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s