Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

Spoiler Alert?

Apakah kamu membenci spoiler?

Mereka yang menjawab “Ya” biasanya beralasan ingin merasakan sensasi naik-turunnya emosi saat satu per satu adegan tersingkap, terutama berkaitan dengan film-buku-komik yang sudah lama dinanti. Bagi yang berkata “Tidak”, bisa jadi menganggap spoiler tidak akan mengganggu kenikmatan menonton/membaca karena sebuah karya bagus pasti akan bisa selalu asik dilahap.

.

Sebagai orang yang sulit membendung rasa ingin tau, saya sering sengaja menjebakkan diri pada spoiler. Sudah tau harus menunggu sekian bulan setelah penayangan perdana suatu film, masih nekat bertamasya ke halaman wikipedia film tsb. Belum lagi tebaran informasi di berbagai socmed dan situs hiburan. Dan 9gag.

Kadang saya masih membuktikan bahwa sebuah film masih sangat layak ditonton meski sudah tau akhir ceritanya. Apalagi sekarang banyak sekali film yang diadaptasi dari buku. Potongan dialog, gambar yang cantik, ekspresi para aktor-aktris, soundtrack adalah beberapa aspek yang biasanya sangat membantu (atau menjerumuskan) sebuah film.

Sayangnya, lebih sering saya bersungut-sungut dalam hati. “Mestinya di adegan ini saya bisa tertawa lebih keras.” “Ah, di episode ini si A ketauan selingkuh dengan pacar temannya. Lame. Skip!” Ujungnya sih tetap ditonton sampai habis, tapi saya akan uring-uringan alih-alih terhibur. Menyusahkan diri saja😆

.

Untuk buku, saya malah jauh lebih picik dan moody. Ketimbang menghabiskan berhari-hari lalu akhirnya ngomel-ngomel sendiri, lebih baik saya tonton filmnya saja (lalu uring-uringan). Minimal hanya 2 jam hidup saya yang tersia-sia *laaahh*😆

Kalau buku tsb tidak/belum diadaptasi menjadi film? Oh saya hampir pasti tidak akan membacanya. Untuk apa membaca sesuatu yang sudah dilumat habis-habisan oleh “mulut” orang lain? Begini… saya tidak pernah lagi membaca sebuah buku yang telah “ditelanjangi” semena-mena oleh orang lain. Karena saya pasti akan ilfil. Karena belakangan ini selera bacaan saya sudah mengerucut; hanya karya dari penulis favorit. Bila mereka mengeluarkan buku baru, maka saya berusaha segera membacanya. Ga kena spoiler kan ya😉

.

Lalu.. pernah terbersit tidak;

“Maukah menerima tawaran spoiler hidup sendiri?”

Oh. Sudah tau dooonggg. I’ll die. You’ll die. Everybody lieees lies lies lies..

Anggap saja hidup kita terdiri atas beberapa episode. Setiap episode memiliki akhir, yang kalau berujung bahagia YA BAGUS SEKALI DONG!, tapi jika berujung mengecewakan pasti sangat menggoda untuk mengharap pengulangan (dengan akhir berbeda–bahagia, tentu saja).

Dan karena hidup hanya sekali dan tidak mengenal pengulangan(kecuali kamu vampir atau punya batu bertuah), kita–saya, hanya bisa meratapi kegagalan satu episode hidup lalu berusaha bangkit lagi karena episode berikutnya tak akan berhenti untuk menunggu. Begitu pun saat satu episode terlewati dengan sempurna, kita hanya akan sempat menyunggingkan senyum sebentar dan menyimpan euforianya ke memori terdalam untuk ditengok sekali-kali saat kegagalan sangat tertahankan dan butuh pembuktian bahwa pernah, satu waktu, kita–saya, mengukir keberhasilan.

Yah, mungkin kita tak butuh spoiler per episode karena akan merusak gambaran besarnya. Tapi saya tak menampik, kehadiran spoiler berwujud ramalan zodiak adalah hiburan dan peramal yang mengatakan saya akan kaya plus sukses akan saya beri tip buesaaarr karena oh karena, di dunia yang penuh ketakpastian ini saya ingin percaya bahwa kita–saya, suatu hari nanti akan bahagia selama-lamanya.

11 comments on “Spoiler Alert?

  1. opathebat
    March 28, 2013

    bisa nggak ya spoiler pendamping hidup *lalu menjadi curhat*

    • Takodok!
      March 28, 2013

      Menurut penerawangan mamah, jodohmu lima langkah pat *mendadak dangdut*:mrgreen:

  2. warm
    March 29, 2013

    iya, saya ga suka spoiler
    kecuali utk film/buku yg menurut saya ndak seru😐

    kalo utk hidup, kejutan2 lebih menyenangkan toh?:mrgreen:

  3. JNYnita
    March 29, 2013

    Di dunia pasti akan selalu ada cobaan…😀

  4. bernugraha
    March 29, 2013

    Sering ada kejadian seperti ini…

    Naik motor ngebut ditengah hujan gerimis-mau lebat, tiba-tiba terlintas di pikiran: menghantam lubang di tengah jalan/aspal nggak rata dan karena jalanan licin mengakibatkan kehilangan kontrol kendaraan lalu jatuh… dengan kecepatan di atas 60 km/jam.

    Kemudan perlahan-lahan mengurangi kecepatan kendaraan.

    Apakah sekelebat pemikiran seperti itu bisa dibilang spoiler hidup diri sendiri?

  5. TamaGO
    March 30, 2013

    spoiler itu macem mau narik nomer lucky draw tapi udah ngerti hasilnya, jadi nggak ada rasa penasaran. mau menang juga nggak surprise karena udah tau (surprisenya malah pas dikasih tau, bukan pas narik nomernya) makanya kadang gw jadi lebih heboh pas denger spoiler daripada pas ngerti aslinya haha.

    kaya nonton film setelah baca novelnya, karena udah tau ceritanya gimana jadi nggak gitu gimanaaaaa gitu, cuma menikmati action sama compare sama apa yang dibayangin waktu baca novelnya (yang kadang2 serasa lebih keren imajinasi diri sendiri).

    untuk film seri yang panjang dimana kayanya bakal ditonton berbulan2 kemudian karena ada tontonan lain yang lebih menarik, justru biasanya minta dispoiler, dan ketika ada waktu senggang untuk nonton film itu dan teringat spoilernya gimana, ujung2nya didelete dan ga jadi nonton karena udah ngerti ceritanya, mending nonton yang lain :p

  6. Takodok!
    March 31, 2013

    @ warm
    Kejutan yang tidak menyenangkan juga ada lho om. Beberapa menyebutnya musibah🙂

    @ JNYnita
    Tentu saja.

    @ bernugraha
    Antisipasi.😉

    @ TamaGO
    Aku juga kalo mulai bosen dengan suatu serial bakal males ngelanjutin. Cukup baca spoiler-nya di wikipedia. Contoh: The Walking Dead. Kalo serial favorit mah bakal ngebet jari kuat-kuat😀

  7. TamaGO
    April 1, 2013

    ho oh, banyak Serial yang terbengkalai dan males ngelanjutin soalnya dah nggak berasa greget lagi (Heroes, Prison Break, Supernatural, etc). Walking Dead malah udah download dari season 1 tapi belum ditonton juga soalnya masih belum mood wkwk.

    lbh sreg ngikutin serial sitcom sih (macam TBBT ato HIMYM) walaupun sama2 ga jelas kapan abisnya dan mau tiba2 stop juga kayanya nggak berasa prematur gitu, kaya nonton doraemon aja yang klo diitung seasonnya bisa ngalah2in sinetron apapun sepertinya😀

  8. Abhilasha
    April 14, 2013

    Big fans of spoiler here, lol. Ya gimana ya kalau sensi sama spoiler malah berakhir menghabiskan waktu dengan sia-sia karena sebel dengan film yang ditonton atau buku yang dibaca. Makanya kerjaaanku nanya mulu ke orang, “eh itu bagus ga? ceritanya gimana ya?”😛 Ditambah lagi akhir-akhir ini malah nonton film kemudian baca bukunya, tapi toh seru-seru aja karena pasti ada sudut pandang atau bagian cerita yang beda.

    Kalau spoiler hidup, mungkin aku pingin tau aja sih pada akhirnya aku berhasil hidup macam mbak-mbak Jepang yang aku follow di Instagram atau nggak, hahahaha. *obsesi*

  9. evakasih
    April 27, 2013

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

  10. Takodok!
    May 1, 2013

    @ TamaGO
    Kalo TBBT HIMYM memang enak sih. Durasi singkat dan bisa bikin ketawa.
    Ini aja baru men-spoiler-i diri sendiri karena ga betah nunggu donlotan selesai. Payah ya😆

    @ Abhilasha
    Bisa se, bisa. Menurut penerawangan mamah takodok, bisa!:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 28, 2013 by in D Private and tagged .
%d bloggers like this: