Di Catatan Takodok

Sekerat Cerita Penanda

…with every broken bone, I swear I lived

Senin 18 Juli saya pertama kali mendengarkan lagu tersebut secara seksama. Awalnya sekedar bosan pada playlist pribadi, browsing youtube, liat (dan suka pada) Wherever I Go, dan akhirnya terpana pada I Lived.

Ryan Tedder ganteng sungguh suaranya memukau di lagu ini. Si adek juga lebih suka I Lived dibanding Wherever I Go saat saya sodori kedua lagu tsb.

Hope that you fall in love and it hurts so bad, the only way you can know is give it all you have. And I hope that you don’t suffer but take the pain.

Yes, baby. Pain is inevitable but suffering is optional #murakamimodeon

Hope when the moment comes you’ll say I did it all. I owned every second that this world could give. I saw so many places, the things that I did. With every broken bone, I swear I lived.

To sum it up; live without regret is impossible. We take the pain from regret, shove it down then moving on.

.

Begini, saya pernah punya cita-cita setinggi langit untuk bekerja pada perusahaan multinasional, mengunjungi berbagai tempat eksotis, melihat sebanyak mungkin belahan bumi ini, punya daftar buku yang harus dibaca sebelum usia 27. Keyataannya? Hampir 30 tapi baru sekali ngecap paspor, buku to-read menumpuk malahan santai ngaso baca Kariage Kun sebelum tidur, kerja di apotek waralaba plus bantu usaha ortu (yang saat ini tidak saya sesali but oh boy perjalanan untuk bisa bilang tidak menyesal itu sungguh berliku).

I am happy now.

.

Mungkin nanti saya akan bisa mengunjungi tempat-tempat eksotis. Mungkin tidak. Mungkin nanti rencana melanjutkan pendidikan berbasis pengalaman kerja bisa terwujud, mungkin bergeser sedikit bidangnya. Mungkin di usia 35 nanti saya akan “begini-begini aja”, tak apa. Asal saya masih bisa bilang,

“Alhamdulillah, I am happy now.”

.

Manusia pasti ingin yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. Perkara usahanya sudah cukup keras atau tidak, ia sendiri yang harus menilainya. Kan motivasi dari dalam diri “hentakannya” akan lebih bergema. Sebenernya mau nulis impact-nya akan lebih sustainable tapi kok berasa tendensius ya? Ya tapi tetap aja hasilnya aneh. Maaf ya…

.

.

Cieeee mbaknya baru posting setelah beberapa bulan langsung curhat ya?

Hehe.. selain pengaruh lagu ini, belakangan saya baru nonton beberapa film dan baca buku yang cukup mengusik. Juga ada beberapa kejadian yang membuat kangen ngeblog. Mudah-mudahan bisa jadi tulisan tersendiri nantinya, sesegera mungkin. Mumpung masih segar di ingatan.

Amin?

.

.

.

Btw, yang sekarang sedang hangat-hangatnya disorot di lingkungan pertemanan maya saya adalah si dedek awk*arin.

Mau ikut ngebahas kasus ini mbak?

.

Hmmm.. Keinget aja sih bahwa kutipan yang pernah saya baca di buku chiclit terjemahan pinjaman di rental buku itu masih relevan. Iya, jaman kuliah bacaan saya ya chiclit dan novel fantasi hasil nyewa di rental buku simpang pasar baru. Sadis lah dulu dua novel tebal bisa habis dibaca dalam sehari.

Isi kutipannya kurang lebih,

“Hidup seseorang kalo bukan jadi pelajaran, ya jadi peringatan bagi orang lain.”

Kemalangan maupun kesuksesan kita adalah opera sabunnya tetangga sekitar. Di era bobolnya keran informasi saat ini, tetangga sekitar bisa jadi adalah mereka di belahan dunia lain, yang sebelumnya bisa jadi tidak tau kita hidup menghirup napas di muka bumi ini.

Nanti mereka lupa sendiri. Tapi kita yang mengalami kemalangan atau kesuksesan tadi berikut orang-orang terdekat yang terpapar imbasnya akan hidup dengan membawa ingatan tentang kejadian tsb. Jadi terserah kita, mau mengikuti saran Murakami atau tidak.

Pain is inevitable but suffering is optional.

.

Halah mbaknya curhat aja pake bawa-bawa peristiwa dedek-dedek gemes aktual😆

 

23 comments on “…with every broken bone, I swear I lived

  1. TamaGO
    July 26, 2016

    jaman sekarang ke luar negeri udah lebih memungkinkan (ke singapur jauh lbh murah dari ke raja ampat), dan kali aja bbrp taun nanti teknologi VR sudah berkembang biar bisa merasakan ke luar negeri tanpa keluar rumah. atau mungkin teleportasi bukan impian lagi😀

    • Takodok!
      July 26, 2016

      mau nonton konser tinggal teleport ke Frankfurt. Nonton bola teleport ke UK. Belanja teleport ke Paris. Kehidupan jetset abissss😆

      Padang-KL pp 600rb ke Jak oneway 750rb kan cebel. Nah kalo tinggal di daerah yang tidak punya bandara internasionl ya berlipat ongkosnya. Wis ku nanti teleportmu dah

      • TamaGO
        July 26, 2016

        story of my life itu, kalo mau ke bandara harus bangun jam 4 pagi nungguin travel dan berharap ga jemput orang yang santai2 (pas dijemput lagi mandi lah, pamitan satu2 lama banget, ato ga tega balik lagi ngediemin anaknya yang nangis) biar bisa nyampe bandara sblm jam 8

        ya nanti kalo udah bisa teleport, kita makan nasi padang bareng di prancis yuk jeng

        • Takodok!
          July 27, 2016

          Kenapa harus nasi padang? Karena ada dimana-mana?😆
          Lebih menarik minum kopi di gurun sahara tam.
          Tapi buat selfie kurang kece sih

        • TamaGO
          July 28, 2016

          karena nasi padang itu franchise indonesia yang bertaraf internasional, kayanya ada di semua negara :p

          bule kalo ke Indonesia hang outnya pake beer, burger, fries, dan makanan2 bule lainnya,bukan di warung pecel.jadi kalo orang Indo yang hangout cocoknya nasi padang kan haha

  2. Daaaarttthhh
    July 31, 2016

    sepertinya cuman Desti, yang dengerin lagu, cek liriknya, trus bikin orang lainnya berkaca dan bertanya-tanya soal hidupnya ke diri sendiri😐

    “Hidup seseorang kalo bukan jadi pelajaran, ya jadi peringatan bagi orang lain.”

    noted!

    • Takodok!
      August 1, 2016

      Iseng sih tepatnya mas. Kalo klik dengan irama satu lagu biasanya saya suka dengerin secara seksama dia nyeritain apa di lagunya. Sambil belajar listening juga, kebiasaan dari jaman SMP.
      Nah lagu yang saya suka liriknya biasanya didengar berulang-ulang. Lagu yang sekedar lewat mah banyak. Kayak orang-orang lah:mrgreen:

  3. Takodok!
    August 1, 2016

    @ TamaGO
    Very reasonable. I am convinced! *halah*

    • TamaGO
      August 2, 2016

      aseeek, nanti kalo akyu main2 ke padang, ajakin ke warung fettuccine favoritmu ya, kita neon light dinner bareng :”>

      • Takodok!
        August 5, 2016

        Tapi aku ga di Padang lagi, tam..
        Udah nanti rendezvouz di mana aja tapi makannya tetap nasi Padng ya. Kalo ga makan nasi ga kenyang~

        • TamaGO
          August 5, 2016

          lho dimana skrg?, jangan2 sekarang kita tetanggaan

  4. warm
    August 2, 2016

    aku kapan ya ketemu desti, di kelok 9 kalo bisa, wah saya ingin kesanaa, sepedaan skalian

    • warm
      August 3, 2016

      komen macam apa pula ini..

      • Takodok!
        August 5, 2016

        Walah om, saya aja belum pernah lewat kelok 9. Kelok 44 sih pernah. Ajib beud pemandangannya. Tapi jalannya ya horror juga.
        Btw bulan ini ada event Tour de Singkarak lho di padang. Ga ada niat wisata SEKARANG?:mrgreen:

  5. Novi
    August 14, 2016

    Cita2 setinggi langit mbak hampir sama kek cita2 saya kecuali baca buku novel… Lama kelarnya kl baca tp kl komik libas abis hehehe..btw Salam kenal ye

  6. opat
    August 23, 2016

    KOK AKU BARU BACA INI SIH! duh mb, ayo sinilah ke jkt lagi kita gaul di mol ibukota muahahaha

    • Takodok!
      August 28, 2016

      Duh, pat, jangan mol dong. Kita halan-halannya ke taman atau museum aja. Aku merasa hilang arah kalo di mol😆

      • opat
        August 29, 2016

        hayuklah kemon

        • TamaGO
          August 30, 2016

          gitu ya kalian jalan2 ke taman ga ngajak2.
          okelah cukup tau aja, huh *melipir gambar lingkaran di pojokan*

  7. Takodok!
    September 2, 2016

    @ Opat & Tama:
    baiklah. Mari 2016 mengkopdarkan Tama. Kalo ndak keburu ya 2017, atau 2018 atau 201+n:mrgreen:

    • opat
      September 9, 2016

      kopdarin aku tam, kopdarin!

      • Takodok!
        September 20, 2016

        kopdarne ya mbok di tengah gitu..
        Selat Sunda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 25, 2016 by in D Commento, D Plus, D Private and tagged , , .
%d bloggers like this: