Let me ask you something…

..If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient?

If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous?

If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?

–God in Evan Almighty

Jadi, (katanya) hal terbaik yang bisa kita dapatkan adalah kesempatan. Pertanyaannya, seberapa jeli kita melihat dan menghargai kesempatan tersebut?

Ciao, Desember!

Akhirnya bisa mengakses blog ini lagi! Entah koneksi yang kurang mumpuni atau sebab lain, 2 minggu kemarin saya sama sekali tidak bisa masuk ke dashboard. Proyek postingan per hari di bulan Desember pun gagal. *senyum-senyum karena punya alasan* :mrgreen:

Desember adalah bulan yang sangat menyenangkan. Dari sekian banyak alasan, salah satunya karena hari ini, 30 Desember 2011, adalah hari ulang tahun ke-4 Komunitas Blogger Sumatra Barat; Palanta.

Masih jaman ya komunitas-komunitas-an? Hohohohohohoho..

Tidak, kalo yang dicari cuma keuntungan semata.

Iya, ketika kita berniat baik dan berusaha tetap baik. Hehe.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya di twitter, ga nyangka setelah 4 tahun saya masih di kota ini, ketemu teman-teman lewat Palanta, dan menulis postingan ini. Dan kembali mengutip Ted Mosby,

“Friendship is an involuntary reflex. It just happens and you can’t help it.”

Saya mensyukuri teman-teman Palanta yang ada saat saya sedang kesusahan, mau ditodong bantuan, dan tentu saja siap sedia diajak berhuru-hara. Karena yang ingin saya temukan di sana adalah teman, maka saya mendapat teman. Memang ada pasang surut, orang-orang yang datang dan pergi, tapi di ujung Desember ini toh masih ada mereka yang bisa diajak berbagi tawa.

Besok kita akan merayakan pergantian tahun juga 4 tahun kebersamaan. Mau dibawa ke mana komunitas ini, biarlah angin yang menentukan. Walaupun si angin tak dapat membaca tapi ia sudah sukses jadi judul sinetron. Cukup bombastis, bukan?

.

Masuk ke area yang lebih pribadi. Tahun ini jelas banyak perubahan terjadi. Tapi biarlah Tuhan dan mereka yang berhak saja yang tau. Untuk resolusi tahun 2012;

BE A BETTER NINJA!

Yay!

[9] … Karena Waktu Tak Mau Menunggu

Makin bertambah umur, makin akrab dengan makna kehilangan. Bisa jadi karena orang dewasa lebih mengerti “kerugian” yang timbul akibat kehilangan daripada anak kecil. Kalau ditanya siapa orang yang paling tidak ingin kau lepaskan? Tentu jawaban pertama adalah keluarga; ayah, ibu, adik-adik. Kemudian ada teman dan pasangan yang senantiasa “merecoki” kehidupan sehari-hari kita. Ketika ditanya lebih jauh, siapa yang paliiiingggg tidak ingin kau lepaskan? Maka kebingungan mulai melanda. Apalagi ditambah embel-embel “tapi ternyata mereka pergi juga”.

Teman datang dan pergi. Kadang bukan karena mereka suka, tetapi karena jalan sudah tak bersisian lagi. Setamat sekolah yang satu melancong ke sana, yang lain melenting ke sana kemari. Hubungan tetap baik meski tidak seintensif sebelumnya. Tak apa. Yang penting tidak backstabbing berantem.

Pasangan, bila sudah tercapai masa kadaluarsanya, maka ia kemungkinan akan jadi lebih asing, sampai masa tertentu. Lalu kita akan mencapai titik pemahaman untuk tidak saling mengganggu teritori masing-masing. (lo kata gangster?!) :mrgreen:

Maka hubungan yang tidak bisa ditiadakan adalah hubungan darah. Sejauh apapun hatimu dari keluarga, akan tetap ada “kewajiban-kewajiban” yang mengharuskanmu kembali pada mereka. Hanya takdir yang bisa memisahkan kalian.

Kedua nenek saya pergi ketika saya masih belum bisa jadi apa-apa. Sampai saat ini itulah salah dua penyesalan terbesar. Waktu bertindak kejam karena saya sering mengabaikannya. Nampaknya usaha terbesar manusia adalah berdamai dengan penyesalan-penyesalan yang ditimbulkan kebodohannya sendiri…

[4] [5] & [6] : A Quick Post

Something you have to forgive someone for?

Their expectations, because oh because i’m falling quite hard over you expectation kills maifreeeenn.

Something you hope to do in your life?

Break Michael Fassbender’s heart *ditabok* :lol:

Something you hope you never have to do?

Kill zombies.

.

Why so serious, eh? ;)

[3] Graduation Goggles

Graduation goggles: the relief and nostalgic feeling one has about a time in their life when it is about to end, even if the time was completely miserable.

Saya pertama kali mendengar istilah ini dari HIMYM S06E20, The Exploding Meatball Sub. Ketika mencoba mengingat-ingat, benar saja, sudah beberapa kali perasaan tsb muncul. Masa SMA mungkin tidak bisa dijadikan contoh karena sebenci apapun terhadap proses pembinaan dan tetek bengek senioritas rutinitas keras nan membosankan, saya punya teman-teman yang hebat dan guru-guru yang menakjubkan.

Errr.. tapi bisa jadi sih ini termasuk graduation goggles. Toh saya memang rindu masa lugu, naif, ketika optimisme masih berada di titik puncak, satu-satunya hal yang ditakuti adalah senior yang ganas :lol: Padahal kalo lebiiiiiihhhhh diingat-ingat, betapa menderitanya detik-detik menjelang UAN, tiap tahun khawatir bisakah mencapai nilai standar, atau sekedar olahraga jantung saat terlambat apel pagi.

Graduation goggles, like with high school. It’s four years of bullies making fun of all the kids with braces, even after the braces come off and they can walk just fine. But then, on graduation day, you suddenly get all misty because you realize you’re never going to see those jerks again. –Robin

Yeah, beberapa bulan setelah tamat SMA saya memang mengalami momen I will remember youuuuu~ Wajar lah ya. Memang cukup menyenangkan kok masa-masa itu. Setidaknya bisa lumayan beradaptasi.

.

Ilustrasi singkat di atas menjadi pemanis bahasa (baca: excuse) tentang hal yang harus saya maafkan pada diri sendiri. Kalo Landon Pigg bilang I can’t let go oh i can’t let go of you, maka bagi saya kata you mengacu kepada past. Saya punya kecenderungan terikat pada masa lalu hal-hal yang sudah seharusnya dilepas. Kadang masih dalam tataran normal, seringnya malah terdengar bodoh bila diceritakan ke orang lain.

Misal nih, beberapa detik keraguan saat akan menghapus nomor mantan menghibahkan beberapa baju lama kesayangan yang dibeli & dipakai saat masih sedikit lebih kurus liburan. Ilusi bahwa bulan puasa tahun depan baju tsb akan bisa saya pakai dan rasa sayang memang sempat membuat ragu, tapi suara tajam di kepala “TURUN SEKILO NAIK TIGA KILO” berhasil membuat akal sehat bekerja. Terimakasih Tuhan.