A Day Well Spent

I’ve survived 29. I turn to almighty 30 just yesterday. My sister asked how did I feel. To be truth I’ve planned a trip just by myself but it fell through. Work related. And ticket was too pricey. You know, holiday season. So I planned an event called “A Day Well Spent by Me”. Lame. … More A Day Well Spent

Desember-nya Saya

..dimulai dengan biasa sebagaimana hari-hari, bulan-bulan sebelumnya. Apa yang membuat saya tergerak untuk kembali meninggalkan jejak di sini adalah nostalgia. Keinginan untuk mempermudah saya mengingat apa yang terjadi pada sepertiga akhir 2016. Banyak. September 2016 diwarnai onak-duri masalah pekerjaan. Terlewati. Oktober 2016 saya kembali kehilangan orang kesayangan. Kakek saya berpulang. Dan saya kembali terpapar penyesalan … More Desember-nya Saya

Suvenir Cuma-Cuma

Yang namanya suvenir biasanya cuma-cuma alias gratis. Dan manusia bumi biasanya cinta gratisan, walau sekian persen biasanya curiga dengan kemungkinan timbal balik di masa mendatang. Beberapa malah lebih ekstrim, merasa terhina diberi gratisan. “Tidak ada yang gratis di muka bumi ini. Air saja bayar! Padahal 2/3 dari bumi adalah air.” Iya, mas. Asin tapi. Pliket. … More Suvenir Cuma-Cuma

…with every broken bone, I swear I lived

Senin 18 Juli saya pertama kali mendengarkan lagu tersebut secara seksama. Awalnya sekedar bosan pada playlist pribadi, browsing youtube, liat (dan suka pada) Wherever I Go, dan akhirnya terpana pada I Lived. Ryan Tedder ganteng sungguh suaranya memukau di lagu ini. Si adek juga lebih suka I Lived dibanding Wherever I Go saat saya sodori … More …with every broken bone, I swear I lived

Saya Ini Orang baik

Saya ini orang baik. Jika ada yang keluar dari ruangan berpendingin udara tanpa menutup pintunya kembali, saya akan sukarela menutupnya. Saat selesai makan di foodcourt atau tempat makan cepat saji, saya akan merapikan sisa makanan, menumpuk sampahnya ke dalam nampan. Kalau masuk ke salah satu bilik toilet umum yang masih