Rasisme Rasional

Memasuki pertengahan bulan kedua 2017, saya baru meyelesaikan tiga buku bacaan dan menyisakan sekita 6-7 buku yang masuk status sedang dibaca. Salah satunya adalah Logika Hidup yang ditulis oleh Tim Harford.

Kisah kebersamaan saya dengan buku ini cukup menyedihkan, karena ia termasuk buku terbengkalai dan menguning sebelum selesai terbaca. Sedih ya? :mrgreen:

Berhubung lupa apa topiknya, saya mulai baca ulang pada awal tahun ini. Pergerakan halaman terbacanya lamban sekali, padahal topiknya lumayan menarik. Terutama saat saya sampai pada bab enam yang berjudul “Bahaya Rasisme Rasional”.

.

Wtf! Kok merasionalkan rasisme? Bukannya jahat ya rasisme itu?

.

Yang saya tangkap dari penjabaran penulisnya, rasional diartikan “insentif menguntungkan”. Ia berpendapat bahwa manusia adalah makhluk rasional. Bahwa setiap keputusan atau kejadian gila sekalipun, ada proses pengambilan keputusan yang rasional. Karena manusia akan melakukan tindakan yang menguntungkan dirinya.

Contoh di bukunya spektakuler bahkan untuk ukuran Amerika sana pada tahun 2000-an awal. Meningkatnya kebebasan remaja, penggunaan kontrasepsi, teori permainan (judi), tingkat perceraian, tingkat hunian perkotaan, semua dijabarkan secara masuk akal (jika mengikuti pola pikir penulisnya).

.

Jangan selalu pakai logika, mbak! Hatimu mana?

.

Bahkan para makhluk idealis pun terjebak dalam situasi irasional, yang pada akhirnya ada penjelasan rasionalnya.

Bingung ya? Hehe. Begini kurang lebih ilustrasi singkatya: Continue reading

Advertisements
Posted in D Fauna, D Plus, D Reviews, Uncategorized | Tagged | 4 Comments

A Day Well Spent

I’ve survived 29. I turn to almighty 30 just yesterday. My sister asked how did I feel. To be truth I’ve planned a trip just by myself but it fell through. Work related. And ticket was too pricey. You know, holiday season.

So I planned an event called “A Day Well Spent by Me”. Lame. Turn out I did nothing special. I just did what I usually did on my day off. Continue reading

Posted in D Private | Tagged , | 7 Comments

Desember-nya Saya

..dimulai dengan biasa sebagaimana hari-hari, bulan-bulan sebelumnya. Apa yang membuat saya tergerak untuk kembali meninggalkan jejak di sini adalah nostalgia. Keinginan untuk mempermudah saya mengingat apa yang terjadi pada sepertiga akhir 2016.

Banyak.

September 2016 diwarnai onak-duri masalah pekerjaan. Terlewati.

Oktober 2016 saya kembali kehilangan orang kesayangan. Kakek saya berpulang. Dan saya kembali terpapar penyesalan di sana-sini. Kembali belajar bahwa sebaik apapun kita berusaha (mengambil keputusan), rasa sesal akan selalu menggoda.

November 2016 berlalu dengan catatan pribadi di sana-sini. Sedikit bersenang-senang ke kota tetangga dengan dalih seminar menambah ilmu. Hehe.

.

01 Desember 2016 dimulai dengan cukup menyenangkan. Seorang teman lama kembali menghubungi untuk mengabarkan bahwa ia sehat dan aktif menulis. Akun favorit di instagram me-like salah satu post saya. Norak sih, tapi itulah kesenangan pagi buta :mrgreen:

Masih banyak PR menanti, janji yang belum terlaksana, target yang belum tercapai. Saya akan berusaha menuntaskannya sebelum Desember ini berakhir. Ada 2 janji, 1 target membaca, 1 target menyortir dan 1 target masa depan (put a cieee here).

Doakan ya? Amin!

Posted in D Private, Uncategorized | Tagged , | 8 Comments

Suvenir Cuma-Cuma

Yang namanya suvenir biasanya cuma-cuma alias gratis. Dan manusia bumi biasanya cinta gratisan, walau sekian persen biasanya curiga dengan kemungkinan timbal balik di masa mendatang. Beberapa malah lebih ekstrim, merasa terhina diberi gratisan.

“Tidak ada yang gratis di muka bumi ini. Air saja bayar! Padahal 2/3 dari bumi adalah air.”

Iya, mas. Asin tapi. Pliket. Situ aja yang minum ya? Continue reading

Posted in D Commento, D Private | Tagged | 10 Comments

…with every broken bone, I swear I lived

Senin 18 Juli saya pertama kali mendengarkan lagu tersebut secara seksama. Awalnya sekedar bosan pada playlist pribadi, browsing youtube, liat (dan suka pada) Wherever I Go, dan akhirnya terpana pada I Lived.

Ryan Tedder ganteng sungguh suaranya memukau di lagu ini. Si adek juga lebih suka I Lived dibanding Wherever I Go saat saya sodori kedua lagu tsb.

Hope that you fall in love and it hurts so bad, the only way you can know is give it all you have. And I hope that you don’t suffer but take the pain.

Yes, baby. Pain is inevitable but suffering is optional #murakamimodeon

Hope when the moment comes you’ll say I did it all. I owned every second that this world could give. I saw so many places, the things that I did. With every broken bone, I swear I lived.

To sum it up; live without regret is impossible. We take the pain from regret, shove it down then moving on. Continue reading

Posted in D Commento, D Plus, D Private | Tagged , , | 23 Comments

April n00b : Lapor SPT

Contrary to the belief of many, a noob/n00b and a newbie/newb are not the same thing. Newbs are those who are new to some tasks and are very beginner at it, possibly a little overconfident about it, but they are willing to learn and fix their errors to move out of that stage.n00bs, on the other hand, know little and have no will to learn any more. They expect people to do the work for them and then expect to get praised about it, and make up a unique species of their own..[Source]

 

Gimana, sudah merasa mirip n00b ga? Hehehe.

.

Baru tahun 2016 ini saya berurusan dengan SPT. Biasanya tahu beres. Sifat tahu beres ini berbahaya karena begitu yang membereskan ini tidak bisa beberes, jadinya berabe.

Singkat cerita, tanggal 30 Maret lalu saya ditugasi bapak untuk mengisi SPT beliau via online. Waduh, bingung dong. SPT saya aja masih diurusi kantor. Tapi titah yang mulia harus dilaksanakan. Lagipula semua hal bisa dipelajari. Laporan SIPNAP dan Prekursor aja bisa dikerjakan kok, tiap bulan pula *mulai nyombong*

Maka meluncurlah saya ke situs http://djponline.pajak.go.id/registrasi karena bapak saya baru berbekal kode EFIN, belum aktivasi akun.

Situsnya error bro. System busy.

Refresh. Try again.

Refresh. System busy.

Refresh. Try again.

Try again.

Try again.

Begituuuu aja terus sampe Belanda pindah ke Sebrang.

Bosen dong princess. Saya bilang ke Bapak,”Tahun sebelumnya gimana? Diurus bendahara kantor kan? Lapor langsung ajalah mumpung belum tenggat.”

Ndak bisa kata bapak saya. PNS harus via efilling katanya.

Mbeekkk~ Continue reading

Posted in Uncategorized | 6 Comments

Saya Ini Orang baik

Saya ini orang baik.

Jika ada yang keluar dari ruangan berpendingin udara tanpa menutup pintunya kembali, saya akan sukarela menutupnya.

Saat selesai makan di foodcourt atau tempat makan cepat saji, saya akan merapikan sisa makanan, menumpuk sampahnya ke dalam nampan.

Kalau masuk ke salah satu bilik toilet umum yang masih Continue reading

Posted in D Private | Tagged , | 15 Comments